<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799</id><updated>2012-01-13T00:29:57.732+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Ceritaku'/><category term='Kuliah'/><category term='Dunia Hacker'/><category term='Dunia Musik'/><category term='Djarum Black Blog Competition Vol.2'/><category term='Tips dan Trik'/><category term='Bangga Indonesia'/><category term='Green Computing'/><category term='Teknologi Komputer'/><category term='Karir'/><category term='Biografi'/><category term='Stop Global Warming'/><category term='Tutorial'/><category term='Dunia Teknologi Informasi'/><category term='Hacker Legendaris'/><category term='Intermezzo'/><category term='Fenomena Alam'/><category term='Pikiranku'/><category term='Blogging'/><title type='text'>.:Welcome To My Blog:.</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-2025200020631300499</id><published>2011-03-16T14:45:00.001+07:00</published><updated>2011-03-16T14:46:27.338+07:00</updated><title type='text'>This Blog is Moved to www.adityarizki.net</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;THIS BLOG IS MOVED TO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.adityarizki.net/"&gt;www.adityarizki.net&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #073763; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;...visit the new site for new updates...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: #073763;"&gt;thank you, visitor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-2025200020631300499?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/2025200020631300499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=2025200020631300499&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2025200020631300499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2025200020631300499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/03/this-blog-is-moved.html' title='This Blog is Moved to www.adityarizki.net'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-3213462852509692078</id><published>2011-02-03T20:20:00.001+07:00</published><updated>2011-02-03T20:31:38.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><title type='text'>Who Am I? Citra Kabur Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tidak salah, saya adalah seorang mahasiswa tingkat akhir ketika tulisan ini dibuat. Sudah tiga tahun lebih saya menempuh studi di lain kota di mana tempat saya lahir dan dibesarkan. Dulu ketika pertama kali saya menjejakkan kaki di kampus ini, saya mulai hidup prihatin, jauh dari orang tua dan melakukan segalanya secara mandiri. Memang sudah saatnya saya berlaku demikian. Saya bertanya kepada ayah saya yang dulu juga pernah merasakan kuliah dan ia pun melakukan hal yang sama. Betapa ia adalah ayah yang hebat bagi saya, berjuang untuk meraih yang terbaik dari nol hingga menjadi seperti sekarang ini. Ia selalu tegar menghadapi semua itu dan menjalaninya dengan rasa prihatin apa pun keadaannya. Itu semua dicontohkan kepada kami sebagai putra-putra terbaiknya agar bisa menjadi teladan di kemudian hari‘&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqthzpAB_I/AAAAAAAAAn8/LzBEW26_1yI/s1600-h/sepeda-jengki-biru-edit%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Bentuk Sepeda yang Pernah Saya Gunakan" border="0" alt="Bentuk Sepeda yang Pernah Saya Gunakan" src="https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqtjbwuZGI/AAAAAAAAAoA/CFbzDxoVL00/sepeda-jengki-biru-edit_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="304" height="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya merasa beruntung mempunyai orang tua yang tegas, selalu membimbing saya ke arah yang benar, meskipun terkadang harus melawan ego. Saya terkadang teringat pesan orang tua untuk selalu hidup sederhana dan tidak bermewah-mewahan. Hampir kurang lebih satu setengah tahun saya beranikan diri untuk pergi ke kampus bolak-balik dengan berjalan kaki setiap hari. Jarak tempat kos dan kampus tidak terlalu jauh, jika dihitung sekitar satu kilometer. Saya tidak pernah mengeluh dengan keadaan ini, karena saya sudah terbiasa. Sejak di jenjang SMP hingga SMA saya selalu mengendarai sepeda onthel setiap hari ke sekolah, meskipun kami mempunyai sebuah sepeda motor. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perasaan iri melihat teman-teman atau orang lain yang lebih hebat pasti selalu ada. Justru semakin saya melihat perbedaan-perbedaan itu, saya menjadi semakin terbiasa dan berusaha memahami keadaan. Bukan berarti kami adalah orang tak mampu, tetapi lebih kepada moral kebenaran&amp;#160; yang harus dijaga. Saya menjadi lebih peka kepada lingkungan sosial, betapa banyak orang yang nasibnya lebih buruk dari kita, sementara orang-orang di sana “sliwar sliwer” tak bertanggung jawab dan adu kehebatan tanpa berkaca diri. Saya kira hal-hal semacam ini sulit dilakukan orang lain, terlebih mereka-mereka yang mudah terpengaruh lingkungan, ibaratnya “buah jatuh pasti tak jauh dari pohonnya”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqrplyFlmI/AAAAAAAAAnc/Gmjtkhy8XiY/s1600-h/pengemis%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Pengemis Lebih Buruk Dari Kita" border="0" alt="Pengemis Lebih Buruk Dari Kita" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUqrq81Mi-I/AAAAAAAAAng/H6ZExI1Lrkw/pengemis_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="304" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hari demi hari saya jalani dengan segala tantangan, berfokus pada kuliah, mencoba hal-hal baru, dan menata hidup secara seimbang. Berusaha menjauhi sikap bermalas-malasan dan melakukan kegiatan dengan pikiran positif. Semua membuat kehidupan saya lebih berwarna, ada kalanya harus jatuh dirundung duka, juga ada kalanya harus bangga ketika berdiri tegak di puncak. Saya berprinsip bahwa nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri, mana yang harus kita pilah sebagai kebenaran dan mana yang harus dijauhi sebagai kebusukan. Saya tidak perlu melakukan hal yang sama persis dengan sesuatu yang pernah dilakukan orang lain dan juga tidak harus selalu menerima pandangan serta pendapat orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lebih baik mencoba menyanggah, meskipun pendapat kita belum tentu benar bagi orang lain. Ini lebih baik daripada kita terpaksa berpangku tangan menerima alasan dan pendapat orang lain. Karena pada dasarnya penyeragaman pandangan yang satu arus rentan akan tindakan konyol yang terkadang dilakukan secara berjamaah. Saya tak perlu menjabarkan lebih jauh tentang ini. Barangkali sudah banyak dicontohkan oleh pemimpin-pemimpin negeri ini yang bersembunyi di balik tirai kepalsuan. Juga pemikiran orang-orang mainstream yang gaya bicaranya tidak lebih dari mengaumkan kemunafikan yang tidak lucu sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika kita lebih jeli melihat dunia yang lebih luas lagi, salah satu faktor tidak majunya negara ini adalah karena orang-orang kita yang mudah diperalat. Kejeniusan mereka dimanfaatkan orang lain yang dianggap mempunyai derajat lebih tinggi, padahal kita bisa melakukannya sendiri. Faktanya banyak tenaga ahli Indonesia yang hanya dikategorikan ke dalam kelas pekerja. Posisi-posisi seperti CEO, manager, atasan, dsb. yang kastanya lebih tinggi diduduki orang asing, terutama perusahaan-perusahaan asing yang melakukan investasi tanpa pandang bulu di negeri ini. Padahal yang diolah oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah murni hasil kekayaan sumber daya alam Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqrsDaHjaI/AAAAAAAAAns/6784T_cotE4/s1600-h/002%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px auto; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="Suasana Kerja yang Nyaman" border="0" alt="Suasana Kerja yang Nyaman" src="https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqrtJr3ImI/AAAAAAAAAn0/uTI-5Ln4tfk/002_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="304" height="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu yang lalu saya sempat magang di salah satu penyedia ISP. Saya sangat beruntung karena sumber daya manusia yang digunakan di tempat tersebut adalah orang-orang asli Indonesia yang pantang menyerah membangun infrastruktur di bidang kemajuan teknologi. Banyak pelajaran yang saya ambil dari sana, terutama dalam hal suasana bekerja. Tekun, disiplin, dan tidak individualis, semua berusaha melakukan yang terbaik untuk perusahaan. Pimpinan tidak segan untuk berbaur kepada bawahannya, bahkan sulit membedakan mana yang berposisi sebagai pimpinan, karyawan, maupun pekerja fisik. Mungkin inilah yang harus dicontoh oleh para pemuda Indonesia yang nantinya akan meniti &lt;a href="http://www.ecc.ft.ugm.ac.id"&gt;karir&lt;/a&gt; di dunia kerja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya jadi teringat sebuah lirik lagu terbaru dari Superman Is Dead yang judulnya “Jadilah Legenda”. Akhir-akhir ini, lagu ini adalah lagu penyemangat saya sembari melihat mimpi-mimpi saya ke depan.&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hembus angin yang terasa panas, k&lt;/em&gt;&lt;em&gt;eringat menetes di dada&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tiada henti kau bekerja keras, b&lt;/em&gt;&lt;em&gt;erjuang demi cinta&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Untuk Indonesia… Jadilah Legenda…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Walau dihancurkan disakiti kau tetap berdiri disini&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Untuk Indonesia… Jadilah Legenda…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kita bisa dan percaya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Darah Indonesia, Akulah halilintarmu&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Darah Indonesia, Menggegar tuk selamanya&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Darah Indonesia, Walau badai menghadang&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kau takkan pernah menghilang&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi saya lirik tersebut mempunyai makna yang luas dan berarti, terutama melihat keadaan Indonesia saat ini. Saya mengartikan lirik tersebut sebagai sebuah citra seorang mahasiswa yang lulus dan mencari kerja demi kemajuan bangsanya. Lulusan mahasiswa seharusnya adalah roda penggerak utama kemajuan suatu bangsa, karena darinya akan muncul generasi pengikut yang juga akan meniru dan melestarikan usaha-usaha pendahulunya. Dibutuhkan orang-orang yang bekerja keras dan selalu semangat dalam menghadapi dunia kerja. Tidak ada lagi kata “malas” untuk mencari-cari alasan. Jika jatuh maka segera bangkit dan lawan rintangan-rintangan di depan. Dengan demikian, suatu saat nanti bangsa kita menjadi bangsa yang kuat, karena sudah sering ditempa untuk pantang menyerah. Untuk semua mahasiswa Indonesia, marilah mulai dari diri kita sendiri menentukan pilihan terbaik untuk kemajuan bangsa kita, kita adalah citra luhur yang dihormati masyarakat, jangan jadi pecundang yang hanya bisa diperalat. Kita adalah legenda, suatu saat nanti… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUqrt-FO8-I/AAAAAAAAAnI/LSmb8QjaYIo/wlEmoticon-smile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sumber gambar :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;a title="http://2.bp.blogspot.com/_JrSQGhLV3gg/SFoenVHMvdI/AAAAAAAAAWs/iMavho5jgD0/s400/sepeda-jengki-biru-edit.jpg" href="http://2.bp.blogspot.com/_JrSQGhLV3gg/SFoenVHMvdI/AAAAAAAAAWs/iMavho5jgD0/s400/sepeda-jengki-biru-edit.jpg"&gt;http://2.bp.blogspot.com/_JrSQGhLV3gg/SFoenVHMvdI/AAAAAAAAAWs/iMavho5jgD0/s400/sepeda-jengki-biru-edit.jpg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;a title="http://2.bp.blogspot.com/_Nutqol2mubY/SiQBy5bYz_I/AAAAAAAAA6Y/AmlRHJudQto/s400/002.jpg" href="http://2.bp.blogspot.com/_Nutqol2mubY/SiQBy5bYz_I/AAAAAAAAA6Y/AmlRHJudQto/s400/002.jpg"&gt;http://2.bp.blogspot.com/_Nutqol2mubY/SiQBy5bYz_I/AAAAAAAAA6Y/AmlRHJudQto/s400/002.jpg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;a title="http://aiimoet.net/wp-content/uploads/2010/07/pengemis.jpg" href="http://aiimoet.net/wp-content/uploads/2010/07/pengemis.jpg"&gt;http://aiimoet.net/wp-content/uploads/2010/07/pengemis.jpg&lt;/a&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-3213462852509692078?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/3213462852509692078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=3213462852509692078&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3213462852509692078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3213462852509692078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/02/who-am-i-citra-kabur-mahasiswa.html' title='Who Am I? Citra Kabur Mahasiswa'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/_iH5gUQACBT0/TUqtjbwuZGI/AAAAAAAAAoA/CFbzDxoVL00/s72-c/sepeda-jengki-biru-edit_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5582955806881420295</id><published>2011-01-27T22:24:00.001+07:00</published><updated>2011-01-27T22:28:30.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Peran Komunitas Online dalam Sebuah Komunitas Nyata</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Komunitas online adalah sebuah komunitas yang terbentuk secara virtual (maya) di berbagai layanan internet, misalnya forum online, mailing list, atau grup-grup tertentu. Komunitas yang dimaksud merujuk pada sekumpulan anggota/user yang mempunyai hobi atau ketertarikan yang sama terhadap sesuatu hal. Tujuannya yaitu untuk saling berbagi cerita, informasi, atau pengalaman lain antar anggotanya tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Lain halnya dengan komunitas nyata yang berarti kegiatan yang biasa dilakukan oleh kelompok tertentu untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung antar anggotanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kedekatan atau kesolidan psikologis antar anggotanya di komunitas online jika dibandingkan dengan komunitas dunia nyata yang sejenis. Penelitian ini dilakukan kurang lebih satu minggu dengan mengambil 50 responden secara acak. Metode penelitian yaitu mengisi survey online yang tersusun atas beberapa pertanyaan yang didalamnya terdapat beberapa pilihan jawaban (multiple choice single answer).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikut akan disajikan laporan, hasil survey, dan analisis atas data-data yang telah dikumpulkan atas beberapa pertanyaan, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa jenis kelamin Anda?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Laki-Laki &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Perempuan&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKHN8Pp8I/AAAAAAAAAkg/cksTHL4wQvk/s1600-h/clip_image002%5B38%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002" border="0" alt="clip_image002" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKIUXUaEI/AAAAAAAAAkk/wGaEUtbThE0/clip_image002_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="311" height="308" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 1 ini digunakan untuk mengetahui demografi sampel responden dalam hal jenis kelamin. Tampak dari hasil di atas bahwa perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan dari responden acak yaitu 62% : 38%. Jumlah laki-laki lebih banyak dari jumlah perempuan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;2. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berapa kisaran usia Anda sekarang?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Kurang dari 20 tahun &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Lebih dari 20 tahun&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKJXZO9yI/AAAAAAAAAko/eFdt_JJZtg4/s1600-h/clip_image002%5B4%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[4]" border="0" alt="clip_image002[4]" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKPQZUqCI/AAAAAAAAAks/Y6YKJccRLco/clip_image002%5B4%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="319" height="285" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 2 ini digunakan untuk mengetahui demografi sampel responden dalam hal kisaran usia. Tampak dari hasil di atas bahwa perbandingan jumlah responden yang berusia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 20 tahun dari responden acak yaitu 22% : 78%. Jumlah responden dengan usia lebih dari 20 tahun lebih banyak dai jumlah responden dengan usia di bawah 20 tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;3. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda pernah tergabung dalam suatu komunitas online?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Pernah &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak Pernah&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKQwNukMI/AAAAAAAAAkw/kzybKtbNmlA/s1600-h/clip_image002%5B7%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[7]" border="0" alt="clip_image002[7]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKt4IsAhI/AAAAAAAAAk0/jISzUWlUh_M/clip_image002%5B7%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="312" height="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 3 ini digunakan untuk mengetahui keikutsertaan responden dalam komunitas online. Sebanyak 94% responden mengaku pernah tergabung dalam suatu komunitas online, sedangkan 6% sisanya mengaku belum pernah tergabung dalam suatu komunitas online.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;4. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah komunitas online yang Anda ikuti juga mempunyai komunitas nyata?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKuy_mlYI/AAAAAAAAAk4/NiKP-Kpuqhc/s1600-h/clip_image002%5B9%5D%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[9]" border="0" alt="clip_image002[9]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGK0RayR0I/AAAAAAAAAk8/fdbUXfL4ODA/clip_image002%5B9%5D_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="301" height="329" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 4 ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak sebuah komunitas nyata memiliki bentuk komunitas online-nya. Tampak dari hasil di atas bahwa sebanyak 86% responden mengatakan bahwa komunitas nyata yang diikuti mempunyai bentuk komunitas online-nya. Hanya 14% responden yang mengatakan bahwa komunitas nyata yang diikuti tidak mempunyai bentuk komunitas online-nya. Melihat hasil tersebut, berarti sebuah komunitas nyata sebagian besar telah memiliki bentuk komunitas online-nya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;5. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda merasa nyaman dan leluasa untuk saling berbagi komunitas online tersebut?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGK1Tub4II/AAAAAAAAAlA/kiIXlbvj-OY/s1600-h/clip_image002%5B11%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[11]" border="0" alt="clip_image002[11]" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGK2t83sJI/AAAAAAAAAlE/r_6WUfEqiSw/clip_image002%5B11%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="326" height="315" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 5 ini digunakan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pengguna dalam mengikuti atau sebagai anggota dari sebuah komunitas online. Sebanyak 86% responden menjawab bahwa mereka merasa nyaman dan leluasa dalam memanfaatkan komunitas online. Sisanya, 14% mengatakan tidak nyaman dan leluasa. Hal ini berarti tidak sepenuhnya sebuah komunitas online sesuai dengan kenyamanan pengguna.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;6. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda memperoleh manfaat yang lebih dari komunitas online tersebut?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGMF9LWe7I/AAAAAAAAAlM/2I-0JcM469g/s1600-h/clip_image002%5B13%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[13]" border="0" alt="clip_image002[13]" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGMHJ7eUUI/AAAAAAAAAlQ/TVI58u2NWbQ/clip_image002%5B13%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="290" height="342" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 6 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang manfaat yang bisa diperoleh dari keikutsertaan dalam suatu komunitas online. Sebanyak 92% menyatakan bahwa mereka mendapat menfaat yang lebih ketika mereka tergabung di sebuah komunitas online. Sedangkan 8% sisanya, mereka menganggap tidak memperoleh manfaat yang berarti. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memperoleh manfaat lebih ketika tergabung dalam sebuah komunitas online.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;7. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa alasan Anda mengikuti komunitas online tersebut?(pilih salah satu)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Sebagai pelengkap komunitas di dunia nyata&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Sebagai media berbagi yang tidak terikat jarak dan waktu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;c. Sebagai bukti bahwa Anda merupakan anggota komunitas tersebut&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGMIexqOfI/AAAAAAAAAlU/uFeea-Iln_k/s1600-h/clip_image002%5B15%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[15]" border="0" alt="clip_image002[15]" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGMJ9jynuI/AAAAAAAAAlY/L70slR68qCU/clip_image002%5B15%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="469" height="343" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 7 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang alasan mengikuti komunitas online. Sebanyak 16% responden beralasan bahwa keikutsertaan dalam komunitas online adalah sebagai pelengkap komunitas di dunia nyata. Sebanyak 80% responden beralasan komunitas online sebagai media yang tidak terikat jarak dan waktu. Sedangkan 4% sisanya menganggap bahwa keanggotaan di komunitas online sebagai bukti bahwa mereka merupakan anggota komunitas tersebut. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa pada kenyataannya sebuah komunitas online dibuat untuk memenuhi hasrat berkomunikasi yang tidak tergantung oleh jarak dan waktu, karena bisa dilakuka setiap saat, tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan anggota lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;8. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah Anda yakin bahwa, dengan mengikuti komunitas online tersebut, keakraban antar anggota menjadi semakin kuat?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Yakin &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak yakin&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGNuVb2dYI/AAAAAAAAAlc/sK69LlSv16M/s1600-h/clip_image002%5B17%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[17]" border="0" alt="clip_image002[17]" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGNvaGshjI/AAAAAAAAAlg/PUBlqBxYl74/clip_image002%5B17%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="304" height="328" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 8 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang alasan mengikuti komunitas online. Sebanyak 16% responden beralasan bahwa keikutsertaan dalam komunitas online adalah sebagai pelengkap komunitas di dunia nyata. Sebanyak 80% responden beralasan komunitas online sebagai media yang tidak terikat jarak dan waktu. Sedangkan 4% sisanya menganggap bahwa keanggotaan di komunitas online sebagai bukti bahwa mereka merupakan anggota komunitas tersebut. Dari hasil ini dapat dikatakan bahwa pada kenyataannya sebuah komunitas online dibuat untuk memenuhi hasrat berkomunikasi yang tidak tergantung oleh jarak dan waktu, karena bisa dilakuka setiap saat, tanpa harus bertatap muka secara langsung dengan anggota lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;9. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menurut Anda, mana yang lebih baik dan cocok untuk diri Anda?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Komunitas online&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Komunitas dunia nyata&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;c. Keduanya mempunyai porsi yang seimbang&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGNwrcPqNI/AAAAAAAAAlk/5cyvBX_w8kY/s1600-h/clip_image002%5B19%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[19]" border="0" alt="clip_image002[19]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGNx_qArMI/AAAAAAAAAlo/1-8ZouJ1QQE/clip_image002%5B19%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="458" height="405" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 9 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang kecocokan pengguna dalam memanfaatkan sebuah komunitas berdasar preferensi pengguna. Dari hasil di atas sebanyak 10% responden berpendapat bahwa komunitas online sesuai dengan keinginan pengguna. 34% responden berpendapat bahwa komunitas nyata lebih tepat untuk mereka. Sedangkan sisanya, sebanyak 56% berpendapat bahwa keanggotaan di komunitas nyata dan online mendapat porsi yang seimbang, artinya keduanya saling melengkapi dan mempengaruhi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;10. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah setiap komunitas dunia nyata perlu dibuatkan bentuk komunitas online juga?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Perlu &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak perlu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGNzKUIjcI/AAAAAAAAAls/48JBHPcFWhA/s1600-h/clip_image002%5B21%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[21]" border="0" alt="clip_image002[21]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN0HTP_cI/AAAAAAAAAl0/7Lp2YMpY3dY/clip_image002%5B21%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="349" height="294" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 10 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang seberapa perlu komunitas online untuk sebuah komunitas nyata. Dari hasil di atas 48% responden menjawab perlu dan 48% menjawab tidak perlu. Dengan demikian tidak setiap komunitas nyata dibuatkan komunitas dalam bentuk online-nya, tergantung keperluan dan seberapa eksis komunitas tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;11. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah dengan adanya komunitas online akan mengurangi solidaritas di komunitas nyata?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN1UR3MYI/AAAAAAAAAl4/vj8QRyqUklc/s1600-h/clip_image002%5B23%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[23]" border="0" alt="clip_image002[23]" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN2jqGx8I/AAAAAAAAAl8/U39O67oPldE/clip_image002%5B23%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="325" height="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 11 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang efek penggunaan komunitas online kaitannya dengan kesolidan/solidaritas di dalam sebuah komunitas. Sebanyak 80% responden menjawab bahwa dengan adanya komunitas online maka tidak akan mengurangi solidaritas di komunitas nyata. 20% sisanya berpendapat bahwa komunitas online akan mengurangi solidaritas di dunia nyata. Hal ini berarti komunitas online tidak banyak berpengaruh terhadap suatu komunitas nyata dalam hal solidaritas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;12. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah dengan adanya komunitas online akan memudahkan komunikasi antar anggotanya?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN3x5T_YI/AAAAAAAAAmA/xXUC_AmjGPQ/s1600-h/clip_image002%5B25%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[25]" border="0" alt="clip_image002[25]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN5A4LjZI/AAAAAAAAAmE/qlI3fwsg-Yc/clip_image002%5B25%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="322" height="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 12 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden atas efektivitas penggunaan komunitas online dalam hal kemudahan komunikasi antara anggota satu dengan anggota yang lain. Dari hasil di atas tampak bahwa sebanyak 94% responden menganggap komunitas online akan memudahkan komunikasi antar anggotanya. Sisanya, 6% menjawab tidak setuju. Dengan demikian terbukti bahwa komunitas online dapat berfungsi sebagai pelengkap komunitas online dalam hal tukar pikiran atau komunikasi antar anggota.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;13. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah komunitas online dapat secara efektif menggantikan kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan di komunitas nyata (misalnya rapat, pertemuan, gathering antar anggota)?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN6f9Ft0I/AAAAAAAAAmI/2D5V5Eury5s/s1600-h/clip_image002%5B27%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[27]" border="0" alt="clip_image002[27]" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN7dm_uAI/AAAAAAAAAmM/rTxvkVrKUew/clip_image002%5B27%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="314" height="273" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 13 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang efektivitas komunitas onine dalam kaitannya sebagai pengganti kegiatan tukar pendapat seperti yang dilakukan padai komunitas nyata. Dari hasil di atas tampak bahwa sebanyak 56% responden setuju bahwa komunitas online dapat menggantikan kegiatan tersebut. Sedangkan 44% responden sisanya menjawab tidak setuju . Jadi, tidak selalu sebuah komunitas hanya bergantung pada komunitas online yang ada, tetapi kadang-kadang juga pelu melakukan kegiatan secara nyata untuk menyampaikan berbagai pikiran anggotanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;14. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apakah interaksi sosial dalam hal tatap muka antar anggota diperlukan dalam sebuah komunitas?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Perlu &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak perlu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN8RNvU-I/AAAAAAAAAmQ/YEV7h5_SnUI/s1600-h/clip_image002%5B29%5D%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[29]" border="0" alt="clip_image002[29]" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN9TtbQWI/AAAAAAAAAmU/nH8n2nbBPSs/clip_image002%5B29%5D_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="308" height="275" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 14 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang perlunya interaksi tatap muka dalam sebuah komunitas. Sebanyak 88% responden setuju bahwa setiap komunitas membutuhkan interaksi tatap muka, meskipun mereka mempunyai komunitas online. Sedangkan 12% sisanya menganggap tidak perlu dilakukan interaksi tatap muka, karena dengan menggunakan komunitas online dianggap sudah cukup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;15. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Menurut Anda, apakah komunitas online dapat secara efektif meningkatkan popularitas komunitas tersebut jika dibanding dengan komunitas nyata?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Ya &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b&lt;/font&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;. Tidak&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN-7mEhvI/AAAAAAAAAmY/D1cx1VxN-Xw/s1600-h/clip_image002%5B31%5D%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[31]" border="0" alt="clip_image002[31]" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGN_t_UV2I/AAAAAAAAAmc/-a5Mka1ktp8/clip_image002%5B31%5D_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="311" height="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 15 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang efektivitas penggunaan komunikasi online dalam hal tingkat popularitas komunitas online jika disbanding komunitas nyatanya. Tampak bahwa sebanyak 64% responden setuju bahwa komunitas online diyakini dapat meningkatkan popularitas sebuah komunitas. Sedangkan 36% sisanya menjawab tidak setuju. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa keberadaan suatu komunitas online terkadang dapat meningkatkan popularitas komunitas tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;16. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa yang menjadi keunggulan utama dari sebuah komunitas online?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Kemudahan dalam penggunaan (tidak terikat jarak dan waktu)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Anggota bisa mencurahkan pendapat/pengalaman/cerita sebebas-bebasnya melalui tulisan&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;c. Memudahkan monitoring keaktifan anggota dalam komunitas&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGOBOYd6uI/AAAAAAAAAmg/XCrotv64DKQ/s1600-h/clip_image002%5B33%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[33]" border="0" alt="clip_image002[33]" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGOCYO_G4I/AAAAAAAAAmk/bkCGkwInmqw/clip_image002%5B33%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="461" height="352" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 16 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang keunggulan utama sebuah komunitas online. Sebanyak 72% responden yang menjadi keunggulan utama sebuah komunitas online adalah penggunaan yang dapat dimanfaatkan setiap waktu dan di manapun. 26% responden menyatakan keunggulan yang lain, yaitu sebagai media untuk mencurahkan pendapat/pengalaman/cerita secara tertulis antar anggotanya. Sedangkan 2% responden sisanya menganggap keunggulan komunitas online adalah untuk memudahkan monitoring keaktifan anggota dalam sebuah komunitas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;17. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa yang seringkali menjadi kendala dalam berkomunikasi dalam komunitas online?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;a. Tidak semua anggota siap menggunakan media yang ada (koneksi internet, cara menggunakan forum online)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;b. Tidak ada tatap muka antar anggota, sehingga interaksi social sedikit lebih berkurang&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;c. Topik yang dibahas pada komunitas online terkadang membuat bosan anggotanya&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGOD0dvGSI/AAAAAAAAAmo/IdlvzbV3GCQ/s1600-h/clip_image002%5B35%5D%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="clip_image002[35]" border="0" alt="clip_image002[35]" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGOFZ0mHBI/AAAAAAAAAms/S8dR7SMUlfQ/clip_image002%5B35%5D_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="479" height="459" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan 17 ini digunakan untuk mengetahui pendapat responden tentang kendala yang dirasakan ketika menggunakan komunitas online. Sebanyak 62% responden setuju bahwa kendala yang dihadapi adalah tidak semua anggota siap menggunakan media komunitas online yang tersedia. 36% responden setuju dengan kendala tidak ada tatap muka antar anggota sehingga interaksi sosial sedikit berkurang ketika memanfaatkan komunitas online. Sedangkan 2% sisanya berpendapat bahwa kendala yang dihadapi yaitu karena topik yang dibahas pada komunitas online terkadang membuat bosan anggotanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan beberapa hal atau poin penting mengenai pengaruh komunitas nyata dengan komunitas online (untuk komunitas yang sama) dilihat dari tingkat kesolidan antar anggotanya pada kedua bentuk komunitas tersebut, yaitu sbb:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#ffc000"&gt;[&lt;/font&gt;&lt;font color="#000000"&gt;1] Sebagian besar anggota sebuah komunitas nyata memanfaatkan komunitas online sebagai media berbagi yang nyaman dan leluasa&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;[2] Tidak semua komunitas nyata mempunyai komunitas online, tetapi akan lebih baik jika keduanya saling melengkapi dan dimanfaatkan&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;[3] Dengan adanya sebuah komunitas online, maka anggotanya akan memperoleh manfaat yang lebih besar jika dibanding suatu komunitas nyata tanpa komunitas online&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;[4] Keunggulan dengan adanya keberadaan komunitas online melahirkan cara komunikasi yang tidak terikat oleh jarak dan waktu, sehingga dimungkinkan untuk mempererat solidaritas antar anggota (karena sering berkomunikasi)&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;[5] Interaksi sosial dalam hal tatap muka secara langsung antar anggota sangat diperlukan untuk membangun komunitas yang solid, karena dengan menjalankan komunitas nyata dan online secara bersamaan dengan sendirinya akan menaikkan popularitas sebuah komunitas&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;[6] Masalah yang sering dihadapi dalam pemanfaatan komunikasi online justru bukan karena kurangnya interaksi tatap muka antar anggota, tetapi lebih kepada cara penggunaan dan kebiasaan dalam memanfaatkan komunitas online &lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5582955806881420295?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5582955806881420295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5582955806881420295&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5582955806881420295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5582955806881420295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/peran-komunitas-online-dalam-sebuah.html' title='Peran Komunitas Online dalam Sebuah Komunitas Nyata'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TUGKIUXUaEI/AAAAAAAAAkk/wGaEUtbThE0/s72-c/clip_image002_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7231524723630994314</id><published>2011-01-21T20:12:00.001+07:00</published><updated>2011-01-21T20:16:22.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Catatan Akhir Kuliah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TTmHGRx87jI/AAAAAAAAAkY/A-4SLoQpozQ/s1600-h/inspiration1%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="inspiration1" border="0" alt="inspiration1" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TTmHJK5kyQI/AAAAAAAAAkc/flxa1IWcD-k/inspiration1_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="194" /&gt;&lt;/a&gt;Lega sekaligus bersiap diri ketika hari ini bendera pertarungan kuliah di semester 7 telah tertancap megah dalam pikiran saya. Lega karena jika semuanya lancar, maka hari ini adalah ujian terakhir saya selama mengikuti perkuliahan jenjang S1. Meskipun ini belum berakhir, setidaknya beban-beban mengikuti kuliah semester depan telah tiada, dan tiba saatnya untuk mengambil sks skripsi. Banyak pengalaman manis yang saya dapatkan selama perkuliahan di kampus. Banyak mengenal orang-orang hebat, berdiskusi dengan teman-teman sekampus, dan pencarian jati diri. Tidak bisa dipungkiri, semua itu sangat berpengaruh untuk diri saya. Ketika saya sedang bangga meraih angan, merencanakan harapan, hingga terpuruk dalam kegelisahan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kehidupan kampus terkadang menyenangkan, tetapi ada kalanya membosankan. Setiap hari berpacu melawan waktu dan kemampuan diri untuk memecahkan tugas-tugas, praktikum, belajar menjelang ujian, dan hal-hal lain. Terlebih ketika di masa-masa akhir semester, banyak teman-teman yang mengeluh karena ujian semakin dekat, di lain sisi banyak tugas-tugas akhir yang datang di saat bersamaan. Tak jarang yang harus rela menjejakkan kaki-kaki mereka seharian di kampus untuk berbagi dan bekerja bersama menyelesaikan semua itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak sedikit di antara mereka yang selalu semangat dan berjuang menyelesaikan tugas-tugas itu. Tetapi tak jarang pula ada yang kurang aktif dalam menanggapi semua itu. Entah karena mereka mudah menyerah, sudah tidak bernafsu kuliah,&amp;#160; atau karena hal-hal yang lain. Saya kira tak hanya di kampus, tetapi selama masa sekolah saya dulu, hal-hal yang demikian juga telah populer. Memang tidak ada salahnya memilih jalan tersebut, tetapi jika merepotkan orang lain rasanya ada yang kurang pas dan puas, terlebih jika pekerjaan tersebut adalah pekerjaan kelompok. Kemampuan setiap orang memang berbeda-beda, tetapi sesungguhnya dengan kemampuan yang berbeda-beda itu harusnya bisa saling mengisi antara satu dengan yang lain, terserah bagaimana caranya. Pada intinya, itulah yang sebenarnya filosofi saling berbagi yang mutualisme (saling menguntungkan).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semester depan praktis saya sediakan hanya untuk merencanakan dan mengerjakan skripsi. Sampai saat ini saya sama sekali belum tahu, apa topik yang nanti akan saya ambil. Tetapi setidaknya saya sudah mempunyai kisi-kisi atau gambaran tema yang akan saya jadikan topik skripsi. Tentu pada saatnya nanti, saya harus aktif mencari dosen pembimbing yang tepat. Tentu sudah saatnya saya mencari banyak referensi-referensi berharga yang siapa tahu bisa banyak membantu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di lain sisi, saya mulai berkaca diri, apa sih yang selama ini sudah saya dapatkan dari semua ini (kuliah)? Tidak mudah menjawab pertanyaan ini, terlebih dengan kemampuan saya menguasai seluruh materi dan prakteknya belum berimbang. Padahal sebentar lagi dihadapkan pada posisi dimana saya harus bekerja atau melanjutkan kuliah. Akhir-akhir ini saya menjadi tersadar akan hal tersebut, saya mulai mencarinya di tengah-tengah tumpukan jerami. Tak lama kemudian saya temukan senjata yang bagi saya begitu bermakna, yaitu membekali diri dengan hal-hal positif, apa pun itu. Semua didasari keyakinan hati bahwa saya harus bisa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Semua butuh proses, usaha, dan doa yang setiap saat harus diarahkan dan diteriakkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beruntung saya bisa masuk di salah satu jurusan di universitas ternama negeri ini. Sejak dulu saya memang sudah mengimpikan bisa masuk di tempat ini dan ternyata inilah jalan saya. Saya bukan orang yang aktif dalam organisasi, karena sejatinya saya tidak suka berorganisasi. Mungkin banyak orang yang menganggap organisasi itu penting, tetapi bagi saya tidak ada bedanya antara organisatoris dengan non-organisatoris. Bagi saya, predikat dan kemampuan diri seseorang hanya bisa diasah melalui jalan pikiran masing-masing dan lingkungan yang baginya paling nyaman.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada saatnya kita menjadi minoritas, juga ada saatnya kita menjadi mayoritas. Bagaimana jika berada di antara dua kelompok tersebut dan memposisikan diri kita dengan nyaman? Jika saya ada di posisi minoritas, maka saya akan lebih banyak diam, mencoba tenang, dan tidak gegabah menerima pendapat-pendapat kelompok mayoritas. Jika saya ada di posisi mayoritas, maka saya akan mengajak dan menjaga diri agar kelompok minoritas tidak merasa tersinggung. Setiap orang boleh berpendapat, tetapi tidak semua pendapat mereka harus kita iyakan dan yakini. Kita tidak perlu melakukan apa yang banyak orang lakukan, tetapi akan sangat terhormat bila kita melakukan dengan cara kita sendiri dan sesuai keyakinan. Dengan begitu, saya berkeyakinan bahwa saya harus banyak menghormati hak berpendapat orang lain, serta menghargai perbedaan-perbedaan yang ada.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terkadang ada hal-hal dan keadaan yang membuat kita tidak nyaman, emosi tersulut, dan mudah mengeluh. Tetapi saya selalu bisa menghadapi semua itu dengan sekepal inspirasi yang saya usahakan. Banyak inspirasi yang datang silih berganti, terkadang memproyeksikan masa depan, terkadang melihat kesuksesan dan kehebatan orang lain, atau hanya melakukan hal-hal yang bisa membuat saya terhibur. Saya suka mendengar banyak musik dengan kehebatan nuansa dan lirik lagunya, lalu kemudian mencoba memainkan nada-nada itu dengan cerna. Jika sedang terbakar oleh hasrat membaca, maka saya banyak belajar dari buku-buku apa pun itu, yang saya inginkan. Di situ lah banyak ditemukan intisari permasalahan dan solusinya, sehingga terkadang belajar dari sana. Ibaratnya yang menurut kita baik diikuti, dan sisanya cukup diketahui saja. Tidak hanya dari buku, sekarang sudah banyak media yang menghias bumi, dari surat kabar, televisi, mobile gadget, hingga internet. Saya kombinasikan semua itu untuk menyaring mana yang kolot dan mana yang berkembang maju.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rintik hujan menetes turun dari langit, seperti mengiringi tangan-tangan ini menulis kisah ini. Mata melihat jauh ke depan, diterangi sorot cahaya tajam. Jiwa seakan mulai tumbuh, siap mencakar musuh yang menghalangi langkah. Good luck, masih banyak kesempatan di sana… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TTmGPAOQZfI/AAAAAAAAAkU/o1Yi1TuWarQ/wlEmoticon-smile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt; tetap perangi kemunafikan, lihat dunia dari segala penjuru, dan bulatkan tekad hijaukan bumi…&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7231524723630994314?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7231524723630994314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7231524723630994314&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7231524723630994314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7231524723630994314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/catatan-akhir-kuliah.html' title='Catatan Akhir Kuliah'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TTmHJK5kyQI/AAAAAAAAAkc/flxa1IWcD-k/s72-c/inspiration1_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-8758528251952932811</id><published>2011-01-12T19:37:00.001+07:00</published><updated>2011-01-12T19:37:04.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Kebebasan Jurnalistik di Balik Kasus Wikileaks</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TS2gW71AJPI/AAAAAAAAAkM/F0sMCqPO6B8/s1600-h/wikileaks%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="wikileaks" border="0" alt="wikileaks" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TS2gbSQtqAI/AAAAAAAAAkQ/jC6rntGFe54/wikileaks_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="148" /&gt;&lt;/a&gt;Kasus wikileaks yang baru-baru ini menjadi pemberiaan hangat di berbagai media massa dunia setidaknya telah membuktikan bahwa sistem keamanan militer negara adidaya sekelas Amerika Serikat bisa dijebol dengan mudah. Dialah Julian Assange yang telah berhasil mengumpulkan informasi-informasi tersebut secara rapi menggunakan media situs web. Julian Assange adalah seorang berkewarganegaraan Australia yang berusaha mempublikasikan informasi rahasia dunia melalui wikileaks.org.Ia dibantu oleh teman-teman lainnya membangun situs tersebut, dimana ia menjadi direktur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Negara Amerika Serikat yang menganut sistem kebebasan jurnalistik sangat kerepotan saat menghadapi kebocoran informasi tersebut di dunia maya.Salah satunya yaitu kebocoran tentang jumlah korban perang AS-Irak yang berlangsung dari tahun 2004-2009. Situs tersebut mengatakan bahwa korban perang AS-Irak berjumlah 109.032, terdiri atas 66.081 warga sipil, 23. 984 musuh yang dicap sebagai pemberontak, 15. 196 pasukan pemerintah Irak, dan 3.771 pasukan koalisi. Sebanyak 31 warga sipil meninggal setiap hari selama periode 6 tahun. Sementara itu, catatan perang Afganistan yang dirilis oleh Wikileaks, pada periode yang sama, jumlah kematian sekitar 20.000 orang. Tercatat 5 kematian perhari selama 6 tahun masa pendudukan AS di sana. Selain itu, situs tersebut juga memberikan informasi tentang beberapa kekejaman tentara Amerika di Afganistan, Irak, juga komunikasi diplomatik yang bersubstansi kecurangan politik lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun sudah diblokir, akan tetapi sampai saat ini muncul banyak situs replikasi yang jumlahnya hingga 500 situs. Pihak berwenang Amerika berargumentasi bahwa Wikileaks bukan merupakan suatu karya genius melainkan hanya keahlian hacking kepada dokumen-dokumen yang bersubstansi politik dan menganggapnya sebagai tindakan illegal bahkan penuduhan kepada terorisme.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Freedom Jurnalistik memang bukan kebebasan informasi. Freedom Jurnalistik adalah penyajian informasi yang bertanggung jawab untuk mengungkapkan kebenaran. Informasi yang tidak berdasarkan kebenaran harusnya tidak diungkapkan. Bedanya kita dengan Amerika. Di Amerika, informasinya tersembunyi sehingga secara tidak sadar para jurnalis profesional di giring untuk menjadi stenografi pemerintah. Sementara di negara kita informasi yang beredar banyak yang ngawur sehingga dinamakan kebebabasan pers yang kebablasan bukan kebenaran informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika saya lihat dari sisi keamanan informasi, sebuah negara barat (AS) yang kita kenal mempunyai infrastruktur teknologi informasi terbaik dibanding negara lain, ternyata masih bisa diintip oleh orang lain. Hal ini berarti sistem keamanan informasi yang dipasang masih sangat lemah. Dalam kenyataannya tidak hanya satu informasi yang berhasil dipublikasikan dan dibaca oleh seluruh dunia. Sudah seharusnya pemerintah AS segera tanggap dalam menghadapi masalah ini, entah itu dalam kebijakan, perbaikan infrastruktur, atau kepercayaan kepada sumber daya manusia yang ada. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebebasan jurnalistik &lt;i&gt;(freedom of speech)&lt;/i&gt; untuk menyebarkan informasi berdasar kebenaran/fakta tampaknya dimanfaatkan oleh Julian Assange untuk menyebarkan banyak dokumen rahasia melalui situsnya, meskipun dokumen tersebut sifatnya illegal. Banyak yang menyayangkan hal tersebut terjadi, tetapi entah sengaja atau tidak sengaja dalam waktu yang bersamaan ia telah mempermalukan etika jurnalistik di sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Sudah seharusnya kebebasan jurnalistik harus didukung oleh sistem keamanan informasi yang handal, mengingat sudah jelas bahwa aturan atau undang-undang yang mengatur sistem jurnalistik di sebuah negara telah ditegakkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jelas bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang mungkin melanggar etika jurnalistik di AS. Untuk ke depannya diharapkan pemerintah AS bisa memberikan dan menegakkan hukum dengan tidak hanya berdasar pada bagaimana ia melanggar kegiatan tersebut, tetapi juga kelemahan sistem informasi yang menyebabkan dokumen-dokumen tersebut dapat dengan mudah diperoleh. Sehingga pada saatnya nanti, kasus ini bisa menjadi cermin bagi setiap orang, bahkan untuk contoh instansi/pemerintah di suatu negara bahwa sekecil apapun informasi, baik yang sifatnya rahasia maupun tidak rahasia adalah penting untuk dijaga dan diamankan. Berbagai usaha untuk melindungi kelemahan-kelemahan yang ada akan selalu ditingkatkan &lt;i&gt;(upgrade)&lt;/i&gt; ketika ditemukan celah yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Referensi :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ø &lt;a href="http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2010/12/11/demokrasi-wikileaks/"&gt;http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2010/12/11/demokrasi-wikileaks/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ø &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/11/30/wikileaks-menyemai-angin-as-diterjang-badai/"&gt;http://politik.kompasiana.com/2010/11/30/wikileaks-menyemai-angin-as-diterjang-badai/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ø &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/12/02/wikileaks-dan-etika-jurnalistik/"&gt;http://politik.kompasiana.com/2010/12/02/wikileaks-dan-etika-jurnalistik/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ø &lt;a href="http://politik.kompasiana.com/2010/12/03/wikileaks-vs-amerika/"&gt;http://politik.kompasiana.com/2010/12/03/wikileaks-vs-amerika/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ø &lt;a href="http://unik.kompasiana.com/2010/12/09/kebebasan-jurnalistik-bukan-kebebasan-informasi-kasus-wikileaks/"&gt;http://unik.kompasiana.com/2010/12/09/kebebasan-jurnalistik-bukan-kebebasan-informasi-kasus-wikileaks/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source gambar : &lt;a title="http://www.tdwclub.com/wp-content/uploads/2010/12/wikileaks.jpg" href="http://www.tdwclub.com/wp-content/uploads/2010/12/wikileaks.jpg"&gt;http://www.tdwclub.com/wp-content/uploads/2010/12/wikileaks.jpg&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-8758528251952932811?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/8758528251952932811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=8758528251952932811&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8758528251952932811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8758528251952932811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/kebebasan-jurnalistik-di-balik-kasus.html' title='Kebebasan Jurnalistik di Balik Kasus Wikileaks'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TS2gbSQtqAI/AAAAAAAAAkQ/jC6rntGFe54/s72-c/wikileaks_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5398030076980351792</id><published>2011-01-10T19:42:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T19:42:29.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Bagian 4: Peran Mahasiswa di Era Teknologi Informasi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSr-sD5lASI/AAAAAAAAAkE/loAoPas9gVg/s1600-h/information-technology-257.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="information-technology-25" border="0" alt="information-technology-25" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSr-tNJNLRI/AAAAAAAAAkI/vVYsxAfktSU/information-technology-25_thumb1.jpg?imgmax=800" width="244" height="185" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak bisa disangkal lagi apabila sebagian besar mahasiswa-mahasiswa Indonesia adalah orang-orang yang melek akan teknologi. Jika ada beberapa diantara mereka yang belum begitu paham mengenai kaidah teknologi informasi, maka sudah dipastikan mereka adalah kelompok yang kurang beruntung. Jenjang pendidikan tinggi sudah seharusnya dimanfaatkan untuk mengenal lebih dalam perkembangan teknologi informasi sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan pembelajaran yang efektif di masa sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mahasiswa-mahasiswa yang cerdas dan aktif adalah calon jati diri bangsa Indonesia. Mereka adalah kelompok yang dekat dengan masyarakat, mereka berjuang membela rakyat, dan mempunyai banyak ide kritis yang siap ditunjukkan di segala penjuru dalam berbagai bidang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi dalam membantu proses administrasi yang sifatnya darurat tidak luput dari peran mahasiswa. Beberapa waktu yang lalu, ketika Indonesia ditimpa berbagai musibah bencana alam, banyak mahasiswa dengan sukarela dan cepat tanggap membantu proses pendataan korban, pengungsi, hingga distribusi bantuan. Semuanya dilakukan secara cepat dengan bantuan infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi yang ada. Ini lebih baik dari beberapa tahun yang lalu ketika teknologi seperti telepon dan internet masih belum berkuasa. Mahasiswa sebagai orang yang terdidik terbukti bisa menjadi rival yang baik untuk membantu kinerja pemerintah dan media massa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pihak universitas yang kental akan berbagai macam kegiatan riset dan penelitian, harus secara aktif mendorong mahasiswanya untuk berkarya menghasilkan ide-ide baru yang dapat memajukan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Universitas merupakan fasilitator dan media pendukung yang terbaik bagi mahasiswanya yang kesulitan mewujudkan inovasi dan pemikirannya yang terkadang membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Peran mahasiswa untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan masyarakat informasi di tahun 2025 tidaklah mustahil jika dicanangkan sejak sekarang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dapat direalisasikan secara berkelanjutan yaitu melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengangkat jargon Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, yang diadakan setiap semester di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak ada salahnya apabila pihak universitas dan pemerintah bekerja sama untuk membentuk tema khusus yang berkaitan dengan pengenalan teknologi informasi di masyarakat, sedangkan mahasiswa bertindak sebagai pelakunya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu yang lalu, pengalaman penulis yang pernah mengikuti program KKN PPM, sempat merasakan dampak yang luar biasa. Kegiatan tersebut kebetulan mengangkat tema pokok teknologi informasi. Salah satu kegiatan utama yang diadakan yaitu pengenalan dan pelatihan komputer kepada masyarakat dan pamong desa di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Daerah tersebut dapat dikatakan termasuk daerah yang sudah merupakan perpaduan antara pedesaan dan perkotaan, dimana masyarakatnya sudah cukup mengenal dunia teknologi informasi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari hasil pengamatan di lapangan, antusiasme masyarakat ketika mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, dengan peserta yang sebagian besar adalah remaja kawula muda. Lain halnya dengan pelatihan yang dilakukan untuk pamong desa yang rata-rata berusia di atas empat puluh tahun, antusiasme mereka untuk belajar komputer sangat rendah. Melihat kenyataan tersebut, ternyata faktor usia masyarakat yang hidup di era informasi juga harus diperhatikan untuk memudahkan akselarasi kemajuan teknologi informasi di tahap selanjutnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini sangat membantu dalam sosialisasi program masyarakat informasi yang digalakkan pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa untuk mengatasi kesenjangan tersebut, secara umum dapat dilakukan dengan berbagai tahap dan metode. Pertama, diawali dengan sosialisasi dan pengenalan yang mendasar tentang pentingnya masyarakat informasi agar dapat bersaing dengan dunia global. Kedua, perlunya pelatihan dan pembelajaran secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya dan prasarana yang dimiliki masyarakat. Ketiga, menanamkan pola pikir masyarakat akan pentingnya media informasi untuk meningkatkan produktivitas kerja di berbagai aspek kehidupan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan demikian, sudah saatnya peran mahasiswa dibantu oleh pemerintah dan masyarakat digerakkan di berbagai pendidikan tinggi Indonesia untuk menghadapi masalah kesenjangan digital yang terlalu renggang, sehingga kelak mimpi Indonesia mewujudkan masyarakat informasi benar-benar bisa dirasakan setiap lapisan masyarakat di mana pun mereka tinggal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source gambar : &lt;a title="http://static.howstuffworks.com/gif/information-technology-25.jpg" href="http://static.howstuffworks.com/gif/information-technology-25.jpg"&gt;http://static.howstuffworks.com/gif/information-technology-25.jpg&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Referensi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[1] Istiyanto Ph.D., Jazy Eko. &lt;b&gt;Mempersempit Kesenjangan Digital&lt;/b&gt;. Majalah e-Indonesia, Volume I, No. 9, Februari 2006.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;[2] &lt;/b&gt;Organization for Economic Co-Operation and Development, OECD 2001. &lt;b&gt;Understanding the &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Digital Divide&lt;/b&gt;. OECD Publication, Paris.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[3] Sekarniningsih, Titin. &lt;b&gt;Desain Mobile Community Access Point (M-CAP), Mobile Internet, Depkominfo : Digital Divide atau Kesenjangan Digital di Indonesia.&lt;/b&gt; Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[4] &lt;a href="http://www.depkominfo.go.id"&gt;http://www.depkominfo.go.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[5] &lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2010/12/12/131934/1522642/328/apa-sasaran-utama-pelaksanaan-desa-informasi"&gt;http://www.detikinet.com/read/2010/12/12/131934/1522642/328/apa-sasaran-utama-pelaksanaan-desa-informasi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[6] &lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2010/12/12/113456/1522601/328/tifatul-resmikan-14-desa-informasi"&gt;http://www.detikinet.com/read/2010/12/12/113456/1522601/328/tifatul-resmikan-14-desa-informasi&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;[7] &lt;a href="http://www.pln.co.id"&gt;http://www.pln.co.id&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5398030076980351792?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5398030076980351792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5398030076980351792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5398030076980351792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5398030076980351792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/bagian-4-peran-mahasiswa-di-era.html' title='Bagian 4: Peran Mahasiswa di Era Teknologi Informasi'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSr-tNJNLRI/AAAAAAAAAkI/vVYsxAfktSU/s72-c/information-technology-25_thumb1.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-40039703893526671</id><published>2011-01-07T20:23:00.001+07:00</published><updated>2011-01-07T20:23:01.687+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Bagian 3 : Tantangan, Regulasi, dan Kebijakan Pemerintah Menuju Masyarakat Informasi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TScTsCw0W1I/AAAAAAAAAj8/O-X_jUhSJ-8/s1600-h/digital-divide%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="digital-divide" border="0" alt="digital-divide" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TScTtKCWCxI/AAAAAAAAAkA/SvuY8-hSL9A/digital-divide_thumb.jpg?imgmax=800" width="191" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Ada banyak tantangan, regulasi, dan kebijakan pemerintah yang harus segera dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan masyarakat informasi di Indonesia, sekaligus memperkecil tingkat kesenjangan digital. Pemerintah dibantu Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo), dalam hal ini adalah sebagai motor utama, penggerak, dan motivator pemberdayaan masyarakat agar sadar akan teknologi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembenahan infrastuktur teknologi informasi dan komunikasi, pembuatan program untuk masyarakat informasi secara berkala, penentuan regulasi dan kebijakan, serta penyediaan fasilitas untuk mendukung keseluruhan sistem ini perlu didiskusikan secara matang oleh berbagai pihak. Tidak hanya antar instansi, tetapi juga mengajak berbagai sekolah, universitas, dan elemen masyarakat untuk turut aktif membantu program-program pemerintah yang bersifat sosialisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kaitannya dengan pembenahan infrastruktur, pemerintah harus mempersiapkan prioritas dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Hal ini untuk menghindari pembangunan infrastruktur yang tidak tepat sasaran. Misalnya pemerintah menggali berbagai informasi melalui survei-survei yang dilakukan secara periodik tentang keberadaan jaringan informasi dan telekomunikasi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada kenyataannya masih banyak daerah pelosok, pinggiran, maupun perbatasan yang belum terjangkau oleh jaringan listrik, jaringan telepon (BTS dan kabel telepon), serta internet. Selain itu, juga perlu dilakukan penelitian mengenai kondisi sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat setempat untuk mengetahui tingkat antusiasme dan kesadaran masyarakat, sehingga dapat dibedakan mana kelompok masyarakat yang sudah siap dan belum siap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah membuat beberapa program yang sudah dijalankan dan cukup bisa mendukung terwujudnya masyarakat informasi. Misalnya dengan pembangunan sehari satu juta sambungan listrik yang dilakukan PLN ketika memperingati Hari Listrik Nasional. Kemudian beberapa hari yang lalu Menkominfo, Tifatul Sembiring, juga baru saja meresmikan 14 desa berdering yang terletak di berbagai daerah perbatasan. Yang tidak kalah hebat yaitu peluncuran M-CAP (Mobile Community Access Point) atau dikenal dengan mobil warnet keliling oleh Depkominfo. Jika kegiatan semacam ini giat dilakukan dan berkelanjutan, serta benar-benar diterapkan, maka sedikit demi sedikit target pencapaian pemerintah akan semakin dekat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Depkominfo sendiri telah menetapkan beberapa tahapan pencapaian untuk menuju masyarakat informasi Indonesia yang meliputi sbb :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Desa Perintis (2005)&lt;/i&gt; : Pada tahap ini sebagian besar desa belum terhubung dengan fasilitas telekomunikasi. Jumlah desa yang terhubung dengan fasilitas telekomunikasi masih dibawah 50 persen dari jumlah total desa di Indonesia.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Desa Berdering Terpadu (2010)&lt;/i&gt; : Pada tahap ini telepon dasar sudah tersedia di seluruh desa di Indonesia dengan jumlah sambungan minimal satu satuan sambungan telepon (sst). Layanan yang disediakan pada tahap ini masih terbatas pada layanan komunikasi suara.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Desa Online (2015)&lt;/i&gt; : Pada tahap ini diharapkan ada peningkatan kualitas dan kuantitas layanan hingga 10 sst untuk 1 desa, dilanjutkan dengan penyediaan barang akses internet.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;Desa Multimedia (2020)&lt;/i&gt; : Pada tahap ini diharapkan pemanfaatan TIK sudah menjadi kebutuhan masyarakat desa dalam aktifitas sehari-hari dan menjadikan TIK sebagai sarana untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di desa. Dengan adanya pemahaman yang baik terhadap TIK diharapkan akan menumbuhkan akses informasi baik telepon dan internet. Selain itu, perlu menyediaan konten yang berkelanjutan sehingga desa tersebut menjadi bagian dari komunitas informasi dunia.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Masyarakat Informasi (2025) : Hampir 50 persen penduduk Indonesia mempunyai akses informasi sesuai dengan yang diinginkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pemaksimalan teknologi informasi hingga ke pelosok pedesaan melalui layanan &lt;i&gt;e-economy&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;e-health&lt;/i&gt; diharapkan dapat diterapkan. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seiring dengan pertumbuhan dunia teknologi, terutama yang berhubungan dengan ketersediaan konten informasi, maka pemerintah mau tidak mau juga harus mulai merancang berbagai dasar regulasi dan kebijakan. Sebagai contoh yaitu tentang bagaimana mendidik masyarakat agar selalu membiasakan diri menggunakan konten yang sifatnya edukatif. Atau melindungi setiap individu pengguna media informasi dari hal-hal seperti kejahatan digital, perlindungan privasi, serta hak kebebasan untuk berpendapat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemerintah sendiri telah mengesahkan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) pada tahun 2008 yang lalu. Hadirnya Rancangan Peraturan Menteri Konten Multimedia (RPM Konten) beberapa waktu yang lalu juga turut mengundang banyak pertanyaan yang justru merugikan banyak pihak. Di balik hal-hal yang sifatnya kontroversial terkait penyusunan suatu regulasi, hendaknya segera ditindaklanjuti dengan para pelakunya. Perlu diingat bahwa suatu saat nanti juga diperlukan pengkajian ulang dan pembaharuan regulasi yang pernah dibuat, karena perkembangan informasi dan telekomunikasi berlangsung begitu cepat dan berubah-ubah sesuai zamannya.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-40039703893526671?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/40039703893526671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=40039703893526671&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/40039703893526671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/40039703893526671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/bagian-3-tantangan-regulasi-dan.html' title='Bagian 3 : Tantangan, Regulasi, dan Kebijakan Pemerintah Menuju Masyarakat Informasi'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TScTtKCWCxI/AAAAAAAAAkA/SvuY8-hSL9A/s72-c/digital-divide_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-6791167292142031198</id><published>2011-01-06T09:27:00.001+07:00</published><updated>2011-01-06T09:27:53.846+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Bagian 2 : Teknologi Informasi dan Pola Pikir Masyarakat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSUoo9MjjZI/AAAAAAAAAj0/UURkDq8KIuo/s1600-h/bridging-the-digital-divide%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="bridging-the-digital-divide" border="0" alt="bridging-the-digital-divide" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSUoqLspmoI/AAAAAAAAAj4/sXbJJbIWxxA/bridging-the-digital-divide_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;Kondisi pendidikan di Indonesia yang masih kurang merata, menyebabkan pola pikir masyarakat Indonesia untuk memahami kaidah teknologi informasi itu sendiri dinilai masih sangat kurang. Mungkin bagi mereka yang pernah mengenyam jenjang pendidikan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir, masih dapat memahami seperti apa kehidupan di era informasi seperti sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beruntung bagi para guru kita yang kebetulan mengambil bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari-hari. Konsep pemahaman atas prototype-prototype teknologi informasi tentu melekat erat dalam pikiran mereka. Meskipun ada yang sudah paham, tetapi tetap saja masih terdapat perbedaan cara pandang antara mereka yang hidup di kota besar dengan segala infrastrukturnya dan mereka yang hidup di kota kecil/perbatasan/pinggiran yang masih minim, bahkan tanpa infrastruktur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di lain sisi, jika dijabarkan lebih luas lagi, maka sebenarnya ada tiga golongan masyarakat Indonesia dalam konsep masyarakat informasi hingga saat ini. Mereka adalah golongan masyarakat melek teknologi informasi, golongan masyarakat informasi menengah, dan golongan masyarakat gagap teknologi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masyarakat melek teknologi informasi adalah masyarakat yang dapat dikatakan sudah siap untuk menuju masyarakat informasi dalam arti yang sebenarnya. Mereka adalah orang-orang yang mampu memanfaatkan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. Secara tidak langsung, pengetahuan mereka tentang dunia teknologi informasi juga sudah baik. Masyarakat golongan ini biasanya terdiri dari orang-orang yang memiliki komputer/laptop sekaligus media elektronik pendukung lainnya, mampu menggunakan internet dengan baik, atau para pakar dan tenaga pendidik di bidang teknologi informasi. Biasanya mereka tinggal di kota-kota besar atau hidup di antara orang yang sama-sama melek teknologi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masyarakat informasi menengah adalah golongan masyarakat yang sudah mengenal teknologi informasi dan komunikasi, tetapi belum mampu memanfaatkannya secara maksimal. Mereka adalah orang-orang yang baik secara langsung maupun tidak langsung terkena imbas oleh masyarakat melek teknologi, entah karena pergaulan atau hanya sekedar ikut-ikutan. Biasanya terdiri dari orang-orang yang telah memiliki perangkat telepon genggam &lt;i&gt;(mobile phone)&lt;/i&gt; sendiri yang kaya fitur sehingga mereka dapat leluasa menggunakan fasilitas tersebut. Meskipun beberapa golongan ini sudah mengenal internet, tetapi mereka hanya menggunakan fasilitas yang sederhana, murah, dan meriah seperti warnet (warung internet), untuk sekedar menjelajahi berbagai situs yang sedang marak di pasaran secara umum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Masyarakat gagap teknologi merupakan golongan masyarakat yang sangat tidak siap untuk menjadi masyarakat informasi. Mereka sama sekali tidak paham kaidah teknologi informasi secara umum. Entah itu masih buta dalam menggunakan fasilitas yang ada, infrastruktur yang belum memadai, hingga minimnya pengetahuan yang dikuasai mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Mereka mungkin tidak terlalu asing dengan televisi, radio, dan perangkat elektronik sederhana lain. Golongan masyarakat ini merupakan golongan yang jumlahnya paling banyak daripada dua golongan lain. Golongan ini seringkali menjadi korban kesenjangan digital, jauh dari peradaban masyarakat informasi yang jumlahnya lebih sedikit. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memang bukan pekerjaan mudah untuk mengenalkan teknologi komunikasi ke pedesaan dan daerah tertinggal di seluruh pelosok tanah air. Apalagi, kini baru tujuh persen dari sekitar 210 juta masyarakat Indonesia yang sadar teknologi. Itu saja terdiri dari pengguna komunikasi dari komputer biasa dan &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, belum ada penggunaan internet. Angka ini sangat jauh dari negara maju lainnya, seperti Jepang dan China, yang sudah menjadi negara produsen, tak hanya pengguna.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pendidikan memang penting, tetapi jika tidak diimbangi dengan praktek kebiasaan dan kesadaran manusia itu sendiri, maka program menuju masyarakat informasi tidak akan berjalan secara berkesinambungan. Tidak mudah membujuk orang tua kita yang sudah berusia berpuluh-puluh tahun hidup tanpa teknologi digital dipaksa untuk memahami teknologi yang baru muncul di awal milenium ketiga ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pola pikir masyarakat yang masih beranggapan bahwa teknologi modern hanya dimanfaatkan untuk bidang-bidang yang sifatnya administratif/perkantoran seharusnya disudahi. Pada kenyataannya, penggunaan teknologi informasi jika benar-benar ingin diterapkan, tidak hanya terbatas pada hal tersebut. Ada banyak sekali jenis lapangan pekerjaan di daerah pedesaan yang sangat mungkin ditunjang dengan keberadaan teknologi informasi. Misalnya penyediaan aplikasi jual beli sederhana untuk menghitung penjualan sumber daya alam, kemudahan pencarian lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan, hingga kemudahan pemerintah desa untuk mengelola administrasi penduduk.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memicu orang di pedesaan sadar teknologi, salah satu caranya harus membuat mereka tertarik dan ”iri hati”. Misalnya dengan menampilkan tayangan dan cerita visual tukang sayur di Jakarta yang telah bertransaksi dengan SMS, atau banyak perajin yang langsung bertransaksi dengan internet untuk mengekspor barang langsung ke luar negeri. Dengan demikian, ketika kesadaran warga sudah muncul, maka masyarakat akan langsung menindaklanjuti dengan fasilitas pendukung.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Source gambar : &lt;/em&gt;&lt;a title="http://evcoafrica.org/welcome/wp-content/uploads/2009/07/bridging-the-digital-divide.jpg" href="http://evcoafrica.org/welcome/wp-content/uploads/2009/07/bridging-the-digital-divide.jpg"&gt;&lt;em&gt;http://evcoafrica.org/welcome/wp-content/uploads/2009/07/bridging-the-digital-divide.jpg&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-6791167292142031198?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/6791167292142031198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=6791167292142031198&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6791167292142031198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6791167292142031198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/bagian-2-teknologi-informasi-dan-pola.html' title='Bagian 2 : Teknologi Informasi dan Pola Pikir Masyarakat'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSUoqLspmoI/AAAAAAAAAj4/sXbJJbIWxxA/s72-c/bridging-the-digital-divide_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7948716354283099277</id><published>2011-01-05T14:16:00.001+07:00</published><updated>2011-01-05T14:16:42.427+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Bagian I : Kesenjangan Digital dan Pasar Teknologi Indonesia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSQauWRYolI/AAAAAAAAAjs/nFNLysI3Q28/s1600-h/divide_resize%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="divide_resize" border="0" alt="divide_resize" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSQavSjhgnI/AAAAAAAAAjw/B9_XDiXmSUs/divide_resize_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu sektor industri yang sedang berkembang pesat saat ini adalah sektor industri di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Berbagai bidang kehidupan masyarakat di Indonesia mulai terkena dampak global di bidang kemajuan teknologi terkini. Tidak bisa dipungkiri jika setiap individu mulai berlomba untuk mendapatkan akses yang murah, cepat, dan efisien.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari maraknya berbagai jenis komunitas maya yang terbentuk melalui jaringan sosial hingga berbagai macam fitur kemunculan platform Web 2.0. Web 2.0 sendiri merupakan sebuah platform baru yang memampukan pengguna &lt;i&gt;(user)&lt;/i&gt; dapat saling berbagi sesuatu yang bersifat digital kepadapengguna lain. Misalnya berbagi tulisan &lt;i&gt;(blog, email)&lt;/i&gt;, berbagi file &lt;i&gt;(file sharing)&lt;/i&gt;, hingga berbagi komunikasi dua arah &lt;i&gt;(online messenger, video conference)&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perang berbagai jenis perangkat lunak &lt;i&gt;(software)&lt;/i&gt; dan aplikasi sederhana, baik yang berbentuk &lt;i&gt;open source&lt;/i&gt; (gratisan) maupun yang berbayar, semakin memanjakan pengguna internet untuk menggunakan aplikasi yang ditawarkan. Terlebih dengan dukungan penggunaan piranti portabel seperti berbagai jenis &lt;i&gt;mobile phone&lt;/i&gt; yang menawarkan berbagai fitur-fitur ekslusif.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Vendor telekomunikasi di Indonesia dengan beberapa operator layanannya juga ikut meramaikan pasar industri tersebut. Banyak pakar yang mengatakan bahwa bisnis di bidang layanan telekomunikasi &amp;amp; informasi mempunyai pasar yang luas dan menjanjikan prospek yang cerah di masa yang akan datang. Persaingan harga dan kualitas layanan menjadi senjata utama untuk meraih pelanggan yang sebanyak-banyaknya dengan gaya promosi yang berbeda-beda.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Harga komputer, &lt;i&gt;laptop/notebook&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;mobile phone&lt;/i&gt; kaya fitur, modem internet, serta layanan internet semakin menjanjikan di tengah kondisi masyarakat yang haus akan teknologi. Teknologi informasi dan telekomunikasi, keduanya saling mendukung dan melengkapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kondisi ini memunculkan masalah baru di tingkat pemerataan penggunaan layanan teknologi informasi dan komunikasi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Euforia penggunaan layanan tersebut masih dirasakan hanya di sebagian penjuru kota-kota besar dan maju negeri ini. Masyarakat yang tinggal di pinggiran kota kecil yang jauh dari infrastruktur IT, bahkan listrik, masih harus banyak belajar tentang bagaimana memahami kehidupan di daerah yang sudah melek teknologi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal inilah yang sebenarnya memunculkan istilah kesenjangan digital &lt;i&gt;(digital divide)&lt;/i&gt;. Kesenjangan digital menjadi perhatian penting di berbagai negara untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di bidang teknologi informasi, salah satunya yaitu di Indonesia. Definisi kesenjangan digial menurut OECD &lt;i&gt;(&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Organi&lt;/i&gt;&lt;i&gt;z&lt;/i&gt;&lt;i&gt;ation for Economic Co-Operation and Development&lt;/i&gt;&lt;i&gt; )&lt;/i&gt; tahun 2001, yaitu suatu gap/kesenjangan antar individu, kelompok, bisnis, dan area geografis pada level sosial-ekonomi yang berbeda, dimana sangat membutuhkan akses teknologi informasi dan komunikasi serta penggunaan internet untuk berbagai aktivitas kehidupan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut data terakhir Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), menyatakan bahwa penetrasi komputer (PC dan laptop) di Indonesia baru 4% dari populasi penduduk atau sekitar 9,2 juta unit. Jauh dari rata-rata kepemilikan komputer di negara-negara Asia Pasifik lainnya. Jika melihat kondisi beberapa negara tetangga terdekat kita, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand, maka tingkat kepemilikan komputer rata-rata mencapai 30% dari jumlah penduduk. Di India, meski tingkat kepemilikan komputer hanya 12 unit per 1000 penduduk (atau hanya 0,12%) namun lapangan kerja dalam bidang IT telah mampu menyedot lebih dari 500.000 pekerja profesional. Angka ini melampaui jumlah pekerja di pusat industri IT Silicon Valley di Amerika Serikat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari kasus India di atas dapat disimpulkan tingkat kesenjangan digital tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi-rendahnya tingkat kepemilikan komputer, tetapi juga tingkat penguasaan dan pemanfaatan media teknologi informasi, baik dalam hal perangkat keras &lt;i&gt;(hardware)&lt;/i&gt;, perangkat lunak &lt;i&gt;(software)&lt;/i&gt;, maupun pengetahuan masyarakat akan teknologi informasi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan kecenderungan global, agar semakin jauh dari keterisolasian karena kekurangtahuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi, maka pemerintah melalui Depkominfo telah mencanangkan sebuah program berkelanjutan yang diharapkan pada tahun 2025 mewujudkan masyarakat informasi. Masyarakat informasi yang dimaksud adalah masyarakat Indonesia yang secara merata telah bisa memanfaatkan teknologi informasi dengan baik dan benar. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Source gambar : &lt;a title="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/06/divide_resize.jpg" href="http://mtamim.files.wordpress.com/2007/06/divide_resize.jpg"&gt;http://mtamim.files.wordpress.com/2007/06/divide_resize.jpg&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7948716354283099277?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7948716354283099277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7948716354283099277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7948716354283099277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7948716354283099277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/bagian-i-kesenjangan-digital-dan-pasar.html' title='Bagian I : Kesenjangan Digital dan Pasar Teknologi Indonesia'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSQavSjhgnI/AAAAAAAAAjw/B9_XDiXmSUs/s72-c/divide_resize_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-6911554107701381321</id><published>2011-01-04T21:24:00.001+07:00</published><updated>2011-01-04T21:24:02.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Musik'/><title type='text'>A Letter to RSI, The 3rd is About A Rockstar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSMtXsl5vtI/AAAAAAAAAjc/0WZlxzLFoFI/s1600-h/20101229_041253_Cover-Jan%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 10px 5px 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="20101229_041253_Cover-Jan" border="0" alt="20101229_041253_Cover-Jan" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSMtauvAb_I/AAAAAAAAAjg/m2Q_SXgIndE/20101229_041253_Cover-Jan_thumb.jpg?imgmax=800" width="183" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan lalu adalah bulan Desember, penghujung tahun 2010. Seperti biasa, majalah RSI (baca: RollingStone Indonesia) mencatat perjalanan industri musik Indonesia yang terangkum dalam sebuah edisi spesial, kali ini membahas 50 musisi terbesar Indonesia. Saya tidak ingin melewatkan edisi ini begitu saja, karena saya ingin menjadi saksi sejarah dunia musik Indonesia. Akhirnya saya dapatkan segera majalah ini dan mulai membaca bagian per bagian secara “skimming” (membaca cepat). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Majalah ini kini telah menginjak edisi 69 di Indonesia, kurang lebih sekitar lima tahun sembilan bulan (sejak Mei 2004, terbit bulanan). Saya ingat ketika pertama kali membeli majalah ini, edisi dengan cover story Bono U2. Entah kenapa saya sangat ingin membelinya waktu itu, padahal saya masih sekolah di bangku SMA. Uang yang saya gunakan untuk membeli majalah itu adalah uang bulanan sekolah dan saya rela menggunakan uang itu untuk membeli majalah tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun sudah dipastikan jika majalah tersebut adalah nama sebuah majalah musik, tetapi isi yang ada didalamnya tidak seratus persen full tentang musik, didalamnya kadang berisi tentang kehidupan musisi, fashion dan mode, film, budaya, teknologi, politik, dan isu-isu masyarakat yang sedang marak yang ditulis oleh berbagai penulis. Bagi saya, tulisan yang dipaparkan didalamnya mencoba disajikan secara jujur, tanpa mengurangi ekslusifitas majalah tersebut dibanding majalah yang lain, karena telah mempunyai ciri khas-nya tersendiri. Itulah salah satu alasan sampai sekarang masih suka membaca majalah tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahkan saya sudah tiga kali mengirim surat pembaca (Letter &amp;amp; Advice) ke RollingStone Indonesia. Surat pertama saya berhasil masuk di edisi entah keberapa, tetapi yang saya ingat surat itu dimuat di edisi dengan cover Madonna yang sarat dengan warna biru (saat itu saya masih sekolah SMA). Wow, begitulah pertama kali saya mendapati surat itu dimuat. Girang sekaligus tertawa karena tidak menyangka sama sekali kalau surat yang saya kirim melalui email itu benar-benar dimuat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Surat kedua kalau tidak salah saya kirim dua tahun kemudian, saat itu sudah menginjak bangku kuliah. Saya sudah lupa apa isi surat tersebut, tetapi kali ini tidak dimuat karena memang saat itu sedang iseng dan mencoba mengirim surat itu ke RSI. Terlebih waktu itu saya mengirimnya di pertengahan bulan, jadi saya berpikiran jika surat tersebut sudah tidak mampu dimuat karena mungkin rubrik sudah diplot. Untuk surat yang ketiga, surat saya kembali dimuat di majalah itu tepatnya di edisi 69 dengan cover story John Lennon. Seperti judul tulisan saya di atas, berikut saya sertakan tulisan asli surat tersebut (via email):&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;hr /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari sebelum RSI Edisi Desember terbit, saya sempat melihat update status akun Twitter @AdibHidayat yang memberikan link tentang cover story pada edisi tersebut. Ternyata RSI Edisi Desember ini bertajuk &amp;quot;50 Greatest Indonesian Singers&amp;quot;, yang tentu saja memuat deretan 50 penyanyi hebat Indonesia sampai saat ini ala RSI, yang biasanya di-vote oleh sederetan musisi-musisi lintas generasi Indonesia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sambil mencoba membuka halaman yang tampaknya mengarah ke situs &lt;a href="http://www.rollingstone.co.id"&gt;www.rollingstone.co.id&lt;/a&gt; itu, dalam hati saya bertanya-tanya apakah mungkin seorang Ariel Peterpan bisa masuk ke dalam daftar tersebut? Karena kebetulan saya seorang penggemar karya-karya Peterpan, mungkin saya lebih menyukai bagaimana band tersebut menghasilkan hits-hits yang muncul sejak tahun 2000an dan segera membelokkan arah industri musik Indonesia ketika itu. Yang banyak menjadi sorotan bagi band tersebut tidak lain Ariel, frontman yang bertugas sebagai vokalis, sekaligus pencipta sebagian besar lagu dan lirik Peterpan, yang menurut saya mempunyai benang merah tersendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ternyata nama Ariel Peterpan muncul di urutan ke 44 dalam daftar tersebut dan saya sangat beruntung karena tebakan saya benar. Berbagai media sempat heboh atas popularitasnya, entah karena masalah pribadi atau pun masalah yang berhubungan dengan band beberapa tahun yang lalu. Dan kebetulan saat ini juga sedang ditimpa musibah yang lain lagi ceritanya. Citra negatif sering disalahartikan untuk menyalahkan dan mengharamkan segala sesuatu yang pernah dan akan dilakukan. Sebagai penikmat musik, saya merasa hal-hal tersebut bukan menjadi alasan untuk mencoreng penampilan dan karya-karyanya, karena memang tidak ada hubungannya sama sekali. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari kemudian, majalah ini terbit dan saya langsung membelinya. Saya sangat setuju atas komentar Giring, secara teknik vokal mungkin masih banyak yang lebih baik dari Ariel, tetapi pembawaannya di panggung telah bisa menghipnotis pendengarnya dengan hangat dan membuat penonton mengerti isi lagu yang dinyanyikan. Setelah saya cermati satu per satu ke-50 nama yang masuk, menyebut nama Ariel Peterpan dalam daftar tersebut adalah kebanggaan tersendiri, terutama bagi penggemarnya. Bagaimana tidak, ia disandingkan dengan 49 penyanyi yang kebanyakan telah menjadi senior di kancah permusikan Indonesia. Kualitas dan kredibilitas sudah tak bisa diragukan lagi. Berbagai vote dari banyak musisi tentu juga menjadi dasar pemilihan nama tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika tulisan ini ditulis, saya kembali menyimak akun twitter @AdibHidayat. Ternyata dalam statusnya menginformasikan bahwa Ariel menitipkan sebuah puisi untuk dibacakan pada malam penghargaan &amp;quot;50 Greatest Indonesian Singers&amp;quot;. Kabarnya puisi tersebut akan disertakan di edisi RSI berikutnya beserta hasil wawancara langsung dengan Ariel di balik jeruji besi. Meskipun Ariel tidak bisa datang pada malam itu, tetapi kenyataan bahwa ia adalah penyanyi termuda yang mendapatkan penghargaan pada malam itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsistensi majalah ini untuk memberikan yang terbaik bagi pembacanya telah terbukti. RSI tidak takut untuk memberikan penilaian secara subjektif dengan didasari vote yang dilakukan. Meskipun tentu banyak pendapat bermunculan dari berbagai pihak. Bagi saya, nama-nama yang tercantum dalam daftar tersebut pantas mendapat predikat tersebut. Masih banyak penyanyi Indonesia yang berpotensi menjadi penyanyi hebat di kemudian hari. Pada saatnya nanti, mereka lah yang akan menggantikan senior-seniornya untuk menjadi yang terbaik. Salam untuk RSI. Tetap menjadi yang terbaik!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;hr /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSMtbgpQotI/AAAAAAAAAjk/awENOkbEer8/s1600-h/22456_lg%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 0px 5px 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: right; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="22456_lg" border="0" alt="22456_lg" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSMte49A20I/AAAAAAAAAjo/ajiNG2oL9pQ/22456_lg_thumb.jpg?imgmax=800" width="166" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Itulah tulisan saya “yang begitu panjang” yang dimuat di edisi 69 RSI, edisi awal tahun Januari 2011. Saya memberi pemikiran tentang Ariel Peterpan (as A Rockstar) atas karya dan perseteruan kehidupan pribadinya akhir-akhir ini sebagai salah satu peraih 50 Greatest Singers ala RSI. Meskipun beberapa potong kata dipenggal agar komentar lain dapat tertampil proporsional, saya tetap bangga pemikiran saya masih layak dipublikasikan dan itu memicu saya untuk terus berkarya dan membaca majalah ini. Saya belajar bahwa ulisan yang baik adalah tulisan yang berkualitas, tidak sekedar copy paste tanpa sumber (menjiplak), bukan tulisan yang asal dibuat tanpa memahami masalah, dan bukan tulisan yang menghasut sesuatu, tetapi tulisan yang jujur, menginpirasi dan membuka pikiran banyak orang. Kita semua bebas berpendapat asal sesuai etika demokrasi, bermasyarakat, dan kebebasan pers, meski hanya melalui tulisan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi yang belum tahu, majalah RollingStone sendiri adalah majalah internasional yang lahir di negara AS, pendirinya adalah Jann S. Wenner pada tahun 1967 Berarti sekarang kurang lebih berumr 43 tahun dengan ribuan edisi. Awalnya majalah ini adalah sebuah surat kabar biasa hingga tahun 1972, kemudian berevolusi menjadi sebuah majalah. Gaya penulisan trademark RollingStone sendiri juga mempunyai ciri tersendiri, meskipun sudah berulang kali berubah bentuk (tetapi tidak banyak dengan tipe huruf sama). Perubahan format ukuran dan jenis kertas juga sudah beberapa kali dilakukan. Di Indonesia sendiri, perubahan yang pernah terjadi yaitu perubahan ukuran kertas A3 ke A4 m(lebih mudah dibawa/portable tanpa mengurangi isinya) mulai tahun 2009.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hingga kini majalah ini telah tersebar di lebih dari sepuluh negara dunia dengan bahasa masing-masing, salah satunya yaitu Indonesia. Edisi internasional sendiri banyak mendapat perhatian di dunia internasional, terutama majalah yang bergerak di bidang informasi musik dunia. Sudah puluhan kali beberapa cover dan isi majalah ini menuai beragam protes karena terlalu vulgar dan jujur dalam menyampaikan informasi. Untuk RSI, semoga tetap memberi informasi terbaik dan ekslusif di bidangnya, sesuai dengan jiwa luhur pers Indonesia. Bravo!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Source : &lt;/em&gt;&lt;a title="http://en.wikipedia.org/wiki/Rolling_Stone" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rolling_Stone"&gt;&lt;em&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Rolling_Stone&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-6911554107701381321?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/6911554107701381321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=6911554107701381321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6911554107701381321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6911554107701381321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/letter-to-rsi-3rd-is-about-rockstar.html' title='A Letter to RSI, The 3rd is About A Rockstar'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSMtauvAb_I/AAAAAAAAAjg/m2Q_SXgIndE/s72-c/20101229_041253_Cover-Jan_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-6790552205437221361</id><published>2011-01-03T09:14:00.001+07:00</published><updated>2011-01-03T09:17:45.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliah'/><title type='text'>Tugas PTE – Simulasi PHP Rangkaian NAND TTL</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSExDsDUlrI/AAAAAAAAAjM/RVD4XiBa5oI/s1600-h/NANDTTL%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="NANDTTL" border="0" alt="NANDTTL" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSExEm-vOnI/AAAAAAAAAjQ/S34i2ap35Po/NANDTTL_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="304" height="338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Buka notepad, lalu copy paste kode berikut dengan nama file masing-masing…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. index.php&lt;/p&gt;  &lt;div style="border-bottom: silver 1px solid; text-align: left; border-left: silver 1px solid; padding-bottom: 4px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 20px 0px 10px; padding-left: 4px; width: 97.5%; padding-right: 4px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; max-height: 200px; font-size: 8pt; overflow: auto; border-top: silver 1px solid; cursor: text; border-right: silver 1px solid; padding-top: 4px" id="codeSnippetWrapper"&gt;   &lt;pre style="border-bottom-style: none; text-align: left; padding-bottom: 0px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 0em; border-left-style: none; padding-left: 0px; width: 100%; padding-right: 0px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; border-top-style: none; color: black; border-right-style: none; font-size: 8pt; overflow: visible; padding-top: 0px" id="codeSnippet"&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;DOCTYPE&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;html&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;PUBLIC&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;html&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;xmlns&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;http://www.w3.org/1999/xhtml&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;meta&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;http-equiv&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Content-Type&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;content&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text/html; charset=utf-8&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Simulasi Perhitungan Rangkaian NAND TTL&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;body&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;center&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;h3&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Program Simulasi Perhitungan Rangkaian NAND TTL&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;h3&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;img&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;src&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;NANDTTL.jpg&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;form&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;method&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;get&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;action&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;proses.php&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;table&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Tegangan Input A (VA)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;inputA&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;Volt                                  &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Tegangan Input B (VB)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;inputB&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;Volt                                &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;VCC&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;vcc&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;Volt                                  &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;RC (Hambatan C)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;rc&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;Ohm                                  &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;IC (Arus C)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;ic&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;Ampere                                  &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Beta&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;beta&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;required&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;required&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;                                  &lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;colspan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;2&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;align&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;center&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;submit&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;submit&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;value&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Submit&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;colspan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;2&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;align&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;center&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Oleh : Aditya Rizki Yudiantika (07/252677/TK/33045)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;             &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;colspan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;2&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;align&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;center&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Email : buluhijau@gmail.com&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;table&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;form&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;center&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;body&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;html&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;2. proses.php&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom: silver 1px solid; text-align: left; border-left: silver 1px solid; padding-bottom: 4px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 20px 0px 10px; padding-left: 4px; width: 97.5%; padding-right: 4px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; max-height: 200px; font-size: 8pt; overflow: auto; border-top: silver 1px solid; cursor: text; border-right: silver 1px solid; padding-top: 4px" id="codeSnippetWrapper"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;pre style="border-bottom-style: none; text-align: left; padding-bottom: 0px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 0em; border-left-style: none; padding-left: 0px; width: 100%; padding-right: 0px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; border-top-style: none; color: black; border-right-style: none; font-size: 8pt; overflow: visible; padding-top: 0px" id="codeSnippet"&gt;&amp;lt;html&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;head&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;title&amp;gt;Hasil Perhitungan Rangkaian NAND TTL&amp;lt;/title&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;body&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;center&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;?php&lt;br /&gt;    $va = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'inputA'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    $vb = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'inputB'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    $vcc = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'vcc'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    $rc = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'rc'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    $ic = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'ic'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    $beta = $_GET[&lt;span style="color: #006080"&gt;'beta'&lt;/span&gt;];&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    $ib = $ic/$beta;&lt;br /&gt;    $vce = $vcc - $ic * $rc;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;if&lt;/span&gt; ($va &amp;lt; 0.7 &amp;amp;&amp;amp; $vb &amp;lt; 0.7)&lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;              $hasil = &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;HIGH&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;if&lt;/span&gt; ($va &amp;gt; 0.7 &amp;amp;&amp;amp; $vb &amp;lt; 0.7)&lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;              $hasil = &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;HIGH&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;if&lt;/span&gt; ($va &amp;lt; 0.7 &amp;amp;&amp;amp; $vb &amp;gt; 0.7)&lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;              $hasil = &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;HIGH&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;if&lt;/span&gt; ($va &amp;gt; 0.7 &amp;amp;&amp;amp; $vb &amp;gt; 0.7)&lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;              $hasil = &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;LOW&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;h3&amp;gt;Hasil Perhitungan Rangkaian NAND TTL&amp;lt;/h3&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;img src='NANDTTL.jpg' /&amp;gt; &amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;lt;br /&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;b&amp;gt;Diketahui sbb :&amp;lt;/b&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Tegangan input A (VA) : $va volt&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Tegangan input B (VB) : $vb volt&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Tegangan Vcc : $vcc volt&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Rc : $rc ohm&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Ic : $rc ohm&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Beta : $beta&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;b&amp;gt;Hasil Perhitungan&amp;lt;/b&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Nilai arus Ib = Ic / beta = $ic / $beta = $ib Ampere&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Nilai tegangan Vce = Vcc - (Ic * Rc) = $vce Volt&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;if&lt;/span&gt; ($vce &amp;lt;= 0) &lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Transistor saturasi &amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;else&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        {&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Transistor linier, bukan saklar.&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;        }&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;Output yang dihasilkan adalah = &amp;lt;b&amp;gt;$hasil&amp;lt;/b&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;a href='index.php'&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;KEMBALI&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;lt;i&amp;gt;Oleh : Aditya Rizki Yudiantika (07/252677/TK/33045)&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;echo&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #006080"&gt;&amp;quot;&amp;lt;i&amp;gt;Email : buluhijau@gmail.com&amp;lt;/i&amp;gt;&amp;lt;br&amp;gt;&amp;quot;&lt;/span&gt;;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/body&amp;gt;&lt;br /&gt;&amp;lt;/html&amp;gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;3. Jangan lupa letakkan kedua file di atas ke dalam satu folder server PHP&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;4. Silakan cari bug sebanyak mungkin, lalu kirimkan diskusikan / email ke developer bersangkutan &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSExFJLG14I/AAAAAAAAAjU/EucDM3fn-xI/wlEmoticon-smile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;*penulis masih bingung konsep saturasi dan keadaan linier (bukan saklar) &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-sadsmile" alt="Sad smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSExG86p9yI/AAAAAAAAAjY/aLzPLvptLkc/wlEmoticon-sadsmile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-6790552205437221361?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/6790552205437221361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=6790552205437221361&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6790552205437221361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6790552205437221361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2011/01/tugas-pte-simulasi-php-rangkaian-nand.html' title='Tugas PTE – Simulasi PHP Rangkaian NAND TTL'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TSExEm-vOnI/AAAAAAAAAjQ/S34i2ap35Po/s72-c/NANDTTL_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5311413415508143628</id><published>2010-12-24T19:27:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T19:27:30.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>My Books Review of 2010</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="3"&gt;HOT, FLAT, and CROWDED, karangan Thomas L. Friedman&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSReoSgHVI/AAAAAAAAAig/zYZDy8ZdgEM/s1600-h/101627_hot-flat-and-crowded_pbilimag%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 0px 15px 0px 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="101627_hot,-flat-and-crowded_pbilimage1" border="0" alt="101627_hot,-flat-and-crowded_pbilimage1" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRfgoKp9I/AAAAAAAAAik/bjBRfA2gk2M/101627_hot-flat-and-crowded_pbilimag.jpg?imgmax=800" width="166" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Entah mengapa saya selalu ingin membaca buku ini. Pertama kali melihat buku ini yaitu ketika diajak seorang teman jalan-jalan di Gramedia. Tak sengaja saya melihat buku tersebut ada di rak dan kemudian saya dekati untuk mencari isi tahu buku tersebut. Mungkin sedang terbawa mood saat itu yang sedang bergema isu Global Warming. Saya juga sempat tertarik dengan isu tersebut. Terlebih pengarangnya adalah Thomas L. Friedman yang juga penulis buku best seller The World is Flat. Awalnya sedari dulu saya memang menginginkan buku tersebut, tetapi sudah sulit ditemukan di toko-toko buku. Sudah beberapa kali saya di berbagai kesempatan menanyakan ketersediaan buku tersebut. Akhirnya pikiran saya tergerak untuk membeli buku ini beberapa hari kemudian. Kalau tidak salah, buku ini saya beli sekitar bulan Februari 2010.&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRhJ_whII/AAAAAAAAAio/kNBFNFMaoD8/wlEmoticon-openmouthedsmile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukunya cukup tebal, ada sekitar 700an halaman. Pikir saya pembahasan buku tersebut pasti tidak jauh dari yang ditulis di buku Friedman sebelumnya “The World is Flat”. Di buku “HOT, FLAT, and CROWDED” ini, penulis lebih banyak bercerita dan pemaparan berbagai fakta atas isu-isu global warming. Diawali dengan pembahasan definisi HOT, FLAT, baru kemudian CROWDED. Ketiga istilah tersebut mendeskripsikan bahwa keadaan bumi saat ini sedang dalam keadaan panas (global warming), flat (dimana semua orang dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa batas, misal dengan adanya jaringan maya), dan crowded (seiring dengan pertambahan populasi manusia dunia yang semakin meningkat dan padat).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memang banyak fakta yang ditampilkan secara utuh dalam buku tersebut, sehingga membuat pembaca akan sering mengerutkan dahi, memahami setiap pembahasannya. Mungkin salah satu kekurangan lain buku ini adalah penggunaan kata-kata ilmiah dan&amp;#160; merupakan hasil terjemahan versi asli dalam bahasa Inggris, sehingga terkadang sulit dicerna maksudnya. Buku ini akan menyadarkan kita semua, para penghuni bumi, untuk selalu menjaga bumi agar tetap hijau, sekecil apa pun itu usaha kita. Banyak contoh-contoh kasus yang diangkat dalam buku ini seputar penghematan dan efisiensi energi ramah lingkungan. Ulasannya memang banyak dicontohkan dan mengangkat masalah-masalah yang ada di Amerika. Bisa dimaklumi karena penulis merupakan warga negara tersebut, selain itu Amerika juga dikenal sebagai negara yang mempunyai pengaruh besar di dunia (adidaya). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah membaca buku ini saya belajar banyak hal yang bisa disimpulkan bahwa&amp;#160; kehidupan kita ini ternyata terdiri dari kompleksitas yang tidak disadari bahwa semuanya saling mempengaruhi. Tidak mudah memperbaharui energi yang lama terbarukan untuk memenuhi kehidupan vital saat ini dan masa depan. Dari buku ini juga, saya juga menjadi tertarik untuk melihat film An Inconvenient Truth, sebuah film dokumenter yang disajikan oleh ahli/pakar global warming Amerika, Al Gore. Ia juga seorang mantan wakil presiden Amerika ke-45 dari tahun 1993-2001, dimana ketika itu Bill Clinton sebagai wakilnya. Ia sempat memperoleh penghargaan nobel perdamaian di tahun 2007 atas keaktifannya dalam meneliti Climate Change. Sampai tulisan ini dibuat, saya belum sempat membaca semua isinya, masih ada beberapa halaman akhir yang mungkin nanti akan jadi PR tersendiri buat saya, hehe…&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-rollingonthefloorlaughing" alt="Rolling on the floor laughing" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRhwOXsXI/AAAAAAAAAis/loPd1LB155w/wlEmoticon-rollingonthefloorlaughing%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="3"&gt;Pak Beye dan Politiknya, karangan Wisnu Nugroho&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRkK-o-8I/AAAAAAAAAiw/nByCTj3iEhA/s1600-h/pak-beye-dan-politiknya---kompas2.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 0px 15px 0px 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="pak beye dan politiknya - kompas" border="0" alt="pak beye dan politiknya - kompas" align="left" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRlZXz8WI/AAAAAAAAAi0/CIR3QdZJBnI/pak-beye-dan-politiknya---kompas_thu.jpg?imgmax=800" width="163" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau buku yang satu ini saya temui di buku Togamas, yang saat itu kebetulan sedang iseng mencari buku referensi kuliah. Saya tiba-tiba terpikirkan untuk membeli sebuah buku bacaan yang tidak ada hubungannya dengan kuliah saya. Lantas saya mencari-cari buku yang berada di deretan buku-buku rilisan terbaru di beranda terdepan toko tersebut. Entah jackpot atau tidak saya terkesima dengan buku ini. Tampaknya saya sedang haus informasi akan pergulatan politik Indonesia. Sambil memberanikan diri menjadi warga negara Indonesia yang baik dan benar. Hehe…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buku ini ditulisi oleh seorang wartawan senior Kompas, Wisnu Nugroho, yang mengaku seringkali meliput keseharian Pak Beye, begitu penulis menyebut presiden RI saat ini. Setelah saya cermati, buku ini ternyata berisi kumpulan posting artikel blognya di Kompasiana, beserta foto-foto ekslusif hasil jepretannya yang dikemas dalam&amp;#160; bentuk yang rapi, dipilah-pilah sesuai dengan topiknya. Buku ini merupakan seri kedua dari tetralogi lain yang telah dan sedang dikerjakan penulis. Sesuai judulnya, di edisi ini penulis banyak bercerita tentang politik Pak Beye, dalam hal pemerintahan, kampanye, hingga yang paling unik, yaitu klenik-klenik yang secara sengaja atau tidak sengaja selalu mengandung angka 9, angka favorit Pak Beye. Dari lukisan yang ada di pendopo rumah Pak Beye, tanggal lahir, nomor partai, dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gaya penulisan yang santai dan diselingi guyonan dengan jargon andalannya “mengangkat yang tidak penting agar yang penting tetap penting”. Meskipun artikel-artikel yang ditulis singkat, antara dua sampai tiga halaman saja, tetapi foto-foto yang disertakan semakin membuat buku ini tidak membosankan. Tak jarang penulis menyinggung atau mengkritik pemerintah secara halus bin malu-malu dan membuat pembacanya menerka apakah betul atau tidak pendapatnya itu. Saya pikir ini adalah salah satu contoh indahnya kebebasan pers di pemerintahan saat ini dibanding ketika Orde Baru zaman Pak Harto. Saya yakin jika Pak Harto masih berkuasa sampai detik ini, maka buku ini tidak akan pernah diciptakan. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih dekat dengan politik Pak Beye, buku ini bisa menjadi sajian yang hangat tanpa harus mengerutkan dahi.&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-nerdsmile" alt="Nerd smile" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRmWrlLMI/AAAAAAAAAi4/01rk-ivjcc0/wlEmoticon-nerdsmile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="3"&gt;&lt;strong&gt;Soe Hok-gie Sekali Lagi…, karangan Rudy Badil, Luki Sutrisno Bekti, Nessy Luntungan, dkk.&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRot22_BI/AAAAAAAAAi8/_KGLwZOrHCs/s1600-h/72997562.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: 0px 15px 0px 5px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="7299756" border="0" alt="7299756" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRrQE9cOI/AAAAAAAAAjA/af1nmPsY3KU/7299756_thumb.jpg?imgmax=800" width="195" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Buku ini saya dapat juga secara tidak sengaja. Gara-gara baca buku “Pak Beye dan Politiknya”, saya jadi ketagihan membaca buku. Ketika itu saya niatnya ingin membeli buku yang sudah direncanakan sebelumnya. Itung-itung sambil menambah referensi, saya putuskan untuk mencari buku bacaan lain. Tidak ada niatan lain kecuali melihat kumpulan buku di papan bertuliskan “Best Seller”. Sempat bingung memilah buku-buku yang ada di bagian itu. Selain bukunya tebal dan harganya murah, saya baca saja komentar pembaca buku di balik buku itu. Tanpa pikir panjang, langsung saya beli buku itu. Kebetulan mood waktu itu adalah tentang politik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasa penasaran saya tentang Soe Hok-gie yang banyak dikagumi orang juga menambah perhatian saya kepada buku itu. “Apa sih yang membuat sosoknya disegani?” Itu yang ada di pikiran saya ketika itu. Buku ini tampaknya terdiri dari beberapa bab yang ditulis oleh orang-orang yang berbeda. Saya mulai paham ketika membaca kata pengantar atau semacam kata pembuka buku tersebut yang disampaikan oleh perwakilan penulis. Buku tersebut diawali dengan tulisan-tulisan tragedi tewasnya Soe Hok-gie dan Idhan Lubis ketika mendaki Gunung Semeru di tahun 1969. Ditulis secara runtut per kejadian oleh teman-temannya Soe Hok-gie yang masih hidup ketika buku ini ditulis, diantaranya Rudy Badil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagian yang kedua lebih menceritakan ke sosok seorang Soe Hok-gie di mata teman-teman kuliahnya pada waktu itu. Termasuk cerita tentang pemikiran-pemikirannya yang cerdas, kehidupan dan keseharian dengan beberapa teman, hingga kisah cintanya. Semua disampaikan oleh saksi-saksi hidup ketika itu. Saya sempat terharu membaca tulisan Kartini, yang sekarang masih menjadi dosen di UI. Beliau banyak bercerita tentang kisah cintanya dengan Soe Hok-gie, bagaimana ia memandang Soe Hok-gie sebagai seorang yang menyenangkan hingga mempengaruhi kehidupan sehari-harinya. Tidak hanya si Ker yang mengagumi, teman-teman yang lain ternyata sangat kagum pada sosok Hok-gie.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagian yang ketiga membahas cerita orang-orang yang tidak sempat berkenalan dan bertemu Soe Hok-gie. Tetapi mereka mengagumi sosoknya. Hingga dibuatkan sebuah film berjudul GIE oleh Mira Lesmana, dimana sosok Gie diperankan oleh Nicholas Saputra. Kedua orang tersebut juga ikut menyumbangkan pengalamannya tentang Soe Hok-gie. Bahkan seorang S2 dari Australia, John Maxwell mengambil tokoh Soe Hok-gie sebagai topik disertasinya. Bagian yang keempat menyajikan beberapa tulisan Soe Hok-gie yang sempat diterbitkan dalam berbagai surat kabar atas pandangan-pandangan politiknya dan cerita-cerita pendakian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya banyak mendapat banyak pelajaran dari buku ini. Soe Hok-gie bagi saya adalah seorang pemuda yang idealis, pluralis, berjiwa seni, baik hati, cinta tanah air, dan intelek. Ia seorang yang bisa melindungi dan menyemangati teman-temannya. Cita-citanya yang luhur untuk mewujudkan Indonesia yang makmur dari segala bentuk kecurangan menjadi inspirasi bagi setiap orang yang ingin melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika Anda tertarik dengan sepak terjang seorang Soe Hok-gie, buku ini bisa menjadi inspirasi terbaik bagi kita yang masih muda.&lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-berightback" alt="Be right back" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRr-w05AI/AAAAAAAAAjE/cEkyifMoeRU/wlEmoticon-berightback%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5311413415508143628?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5311413415508143628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5311413415508143628&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5311413415508143628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5311413415508143628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/12/my-books-review-of-2010.html' title='My Books Review of 2010'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TRSRfgoKp9I/AAAAAAAAAik/bjBRfA2gk2M/s72-c/101627_hot-flat-and-crowded_pbilimag.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5872229709094974357</id><published>2010-12-04T22:17:00.001+07:00</published><updated>2010-12-05T20:02:05.366+07:00</updated><title type='text'>Membuat Form HTML Sederhana</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sebuah form diibaratkan sebagai sebuah formulir layaknya kita mengisi formulir di sebuah kertas. Di dalamnya pasti memuat dua bagian, bagian pertanyaan dan bagian jawaban. Bagian jawaban juga terbagi atas beberapa bentuk misalnya dengan menulis teks atau kita tinggal memilih (centang) jawaban yang sudah tersedia. Form dalam sebuah HTML juga demikian, terdiri dari bentuk jawaban yang berbeda-beda, atau biasa disebut dengan elemen. Elemen-elemen form dalam HTML misalnya berupa &lt;font face="Courier New"&gt;button, checkbox, option, select, text&lt;/font&gt;, dan &lt;font face="Courier New"&gt;textarea&lt;/font&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berikut ini merupakan contoh penulisan syntax HTML tanpa menggunakan CSS. CSS merupakan sekumpulan set elemen-elemen yang digunakan untuk memperindah desain suatu layout HTML. Penggunaan CSS akan dijelaskan pada tutorial selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;div style="border-bottom: silver 1px solid; text-align: left; border-left: silver 1px solid; padding-bottom: 4px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 20px 0px 10px; padding-left: 4px; width: 97.5%; padding-right: 4px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; height: 262px; max-height: 200px; font-size: 8pt; overflow: auto; border-top: silver 1px solid; cursor: text; border-right: silver 1px solid; padding-top: 4px" id="codeSnippetWrapper"&gt;   &lt;pre style="border-bottom-style: none; text-align: left; padding-bottom: 0px; line-height: 12pt; background-color: #f4f4f4; margin: 0em; border-left-style: none; padding-left: 0px; width: 92.66%; padding-right: 0px; font-family: &amp;#39;Courier New&amp;#39;, courier, monospace; direction: ltr; border-top-style: none; height: 1053px; color: black; border-right-style: none; font-size: 8pt; overflow: visible; padding-top: 0px" id="codeSnippet"&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;DOCTYPE&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;html&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;PUBLIC&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;quot;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;quot;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;html&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;xmlns&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;http://www.w3.org/1999/xhtml&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;meta&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;http-equiv&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Content-Type&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;content&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text/html; charset=utf-8&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Beautiful CSS-HTML Form&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;title&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;head&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;body&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;font&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;size&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;+2&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Form Registrasi Sederhana (Dengan Berbagai Contoh Input)&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;font&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;form&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;action&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;proses.php&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;table&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;nama&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Nama&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;nama&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;tgllahir&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Tanggal Lahir &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;tgllahir&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;alamat&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Alamat&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;alamat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;email&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Email&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;text&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;email&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;password&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Password &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;password&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;pin&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;maxlength&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;20&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;size&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;20&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;kelamin&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Jenis Kelamin&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;radio&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;kelamin&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;value&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Laki-Laki&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Laki-Laki&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Laki-Laki&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;radio&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;kelamin&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;value&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Perempuan&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;Perempuan&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Perempuan&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Minat &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;checkbox&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;politik&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Politik&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;checkbox&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;hiburan&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Hiburan&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;checkbox&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;sejarah&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Sejarah&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;checkbox&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;olahraga&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Olahraga&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;br&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;checkbox&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;minat&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;teknologi&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Teknologi&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;pendidikan&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Pendidikan Terakhir &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;select&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;pendidikan&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                       &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;SD&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;SMP&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;SMA&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;S1&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;S2&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;S3&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;option&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                  &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;select&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;        &lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;indeks&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;for&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;file&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;Upload Foto &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;label&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;input&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;type&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;file&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;name&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;picture&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;id&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;picture&amp;quot;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: #ff0000"&gt;accept&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;=&amp;quot;image/jpeg, image/gif&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;/&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;td&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;tr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;    &lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;table&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;form&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;body&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #800000"&gt;html&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0000ff"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Hasil yang diperoleh tampak sebagai berikut :&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPpfXrf4PBI/AAAAAAAAAiQ/nwnBGhApxo8/s1600-h/image%5B7%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="image" border="0" alt="image" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPpfcaZ6CKI/AAAAAAAAAiY/VtHdH95iomY/image_thumb%5B10%5D.png?imgmax=800" width="620" height="322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5872229709094974357?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5872229709094974357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5872229709094974357&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5872229709094974357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5872229709094974357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/12/membuat-form-html.html' title='Membuat Form HTML Sederhana'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPpfcaZ6CKI/AAAAAAAAAiY/VtHdH95iomY/s72-c/image_thumb%5B10%5D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-3484296351066031512</id><published>2010-12-03T21:55:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T21:55:24.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial'/><title type='text'>Tutorial Memulai MySQL via XAMPP (Windows)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;XAMPP merupakan sebuah paket program yang di dalamnya memuat web server Apache dan MySQL sekaligus. Melalui program ini kita tidak perlu lagi melakukan instalasi web server Apache dan MySQL secara terpisah. Pada tutorial kali ini, saya akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana memulai atau membuka MySQL melalui XAMPP. Pada dasarnya MySQL yang ditawarkan XAMPP mempunyai dua mode yaitu mode GUI dan mode console. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk memulai bekerja dengan database MySQL pada XAMPP, terlebih dahulu kita mendownload versi XAMPP terbaru di situs &lt;a href="http://www.xampp.org"&gt;www.xampp.org&lt;/a&gt; yang bisa diperoleh secara free (gratis) karena bersifat open source. Silakan download versi installer (.exe) untuk sistem operasi Windows. Kemudian install seperti biasa dengan mengikuti langkah-langkah yang ada. Mode GUI MySQL (disebut juga sebagai phpMyAdmin) dapat kita akses melalui langkah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;1. Aktifkan service Apache dan MySQL terlebih dahulu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPj_-6k_-nI/AAAAAAAAAhQ/yZbX3j6iRVY/s1600-h/1xampp%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="1xampp" border="0" alt="1xampp" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkACXwlRcI/AAAAAAAAAhU/SpHJoj1mOGc/1xampp_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="304" height="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;2. Buka web browser, kemudian ketik localhost, lalu klik phpMyAdmin di sebelah kiri bawah&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkAMDD0x5I/AAAAAAAAAhY/lMnWj0TEfv8/s1600-h/2xampp%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="2xampp" border="0" alt="2xampp" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEdW3HRzI/AAAAAAAAAhg/74HJzw6n7lY/2xampp_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="604" height="342" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;3. Kemudian muncul halaman login jika sbelumnya Anda telah mengeset password, username default adalah &lt;strong&gt;root&lt;/strong&gt;, password sesuai keinginan Anda. Password dapat dimodifikasi di alamat &lt;/font&gt;&lt;a title="http://localhost/security/" href="http://localhost/security/"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;http://localhost/security/&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEgub5gMI/AAAAAAAAAhk/0e9c-Ax-IIQ/s1600-h/3xampp%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="3xampp" border="0" alt="3xampp" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEkDVpguI/AAAAAAAAAho/u1KfBZNtHBQ/3xampp_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="604" height="342" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;4&lt;/font&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;. Halaman awal phpMyAdmin tampil sebagai berikut, di dalamnya terdapat beberapa parameter untuk membuat database MySQL secara GUI dengan memanfaatkan form-form yang ada.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEpJJVzPI/AAAAAAAAAhs/38CgCESCdZ8/s1600-h/4xampp%5B4%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="4xampp" border="0" alt="4xampp" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEsCmHqLI/AAAAAAAAAhw/1pFO6opPZ1E/4xampp_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="604" height="342" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain melalui mode GUI, MySQL pada XAMPP juga dapat dijalankan pada mode console, langkah-langkahnya yaitu sbb :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;1. Aktifkan service Apache dan MySQL terlebih dahulu&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEtvlFAaI/AAAAAAAAAh0/jmmCLGmPxOs/s1600-h/1xampp%5B10%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="1xampp" border="0" alt="1xampp" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkEv_Vg6cI/AAAAAAAAAh4/jVe6eUyqu7s/1xampp_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="304" height="256" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#c0504d"&gt;2. Masuk ke Command Prompt Windows, kemudian arahkan path ke folder xampp tempat kita melakukan instalasi, misalnya folder xampp sebelumnya ada di drive C, maka perintah yang dituliskan dapat ditulis seperti pada ilustrasi berikut :&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkExqNJtQI/AAAAAAAAAh8/tUiKS6FvLpE/s1600-h/5xampp%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="5xampp" border="0" alt="5xampp" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkE1Cx1SJI/AAAAAAAAAiA/fdCAQdQriwA/5xampp_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="504" height="258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tampak bahwa kita sudah bisa masuk ke mode console mysql. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-winkingsmile" alt="Winking smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkE2OOk9nI/AAAAAAAAAiE/RT1nzOucVuI/wlEmoticon-winkingsmile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-3484296351066031512?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/3484296351066031512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=3484296351066031512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3484296351066031512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3484296351066031512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/12/tutorial-memulai-mysql-via-xampp.html' title='Tutorial Memulai MySQL via XAMPP (Windows)'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPkACXwlRcI/AAAAAAAAAhU/SpHJoj1mOGc/s72-c/1xampp_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7228111119455862172</id><published>2010-12-03T21:08:00.001+07:00</published><updated>2010-12-03T21:11:21.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Ketika Aku Jadi Relawan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tampaknya Indonesia di penghujung tahun 2010 banyak mengalami duka cita. Bencana dan musibah dari Sang Maha Pencipta telah memakan banyak korban, baik yang berupa nyawa dan harta benda. Mungkin ini adalah teguranNya atas segala kecerobohan umat manusia di bumi. Akan tetapi, kita selayaknya harus tetap bersyukur atas nikmat yang selalu dilimpahkan kepada kita sekalian, yang masih sehat dan dengan pikiran tajam masih dapat menyongsong masa depan. Kekuatan dan tekad untuk selalu berbuat baik kepada setiap orang senantiasa harus selalu kita tanamkan dalam pikiran kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hari yang lalu, salah satu musibah yang paling dekat dengan keberadaan saya yaitu bencana erupsi Gunung Merapi. Kebetulan saya kuliah di Yogyakarta, sehingga secara tidak langsung terkena dampak dari musibah tersebut. Dari banyaknya pengungsi yang tersebar dimana-mana, kebutuhan akan bantuan dan relawan yang masih kurang, serta keadaan daerah Yogyakarta dan sekitarnya yang tak kunjung kondusif selama beberapa pekan karena tebaran abu vulkanis. Hal ini juga mempengaruhi sistem perekonomian dan kehidupan masyarakat Yogyakarta pada khususnya. Banyak toko-toko yang tutup, sekolah dan kampus diliburkan, serta banyak warga yang ikut mengungsi ke luar kota Yogyakarta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terlintas dalam benak saya untuk ikut menjadi relawan. Meskipun di hari-hari awal pasca bencana saya terpaksa pulang ke kampung halaman, tetapi pada akhirnya saya diajak oleh teman saya untuk ikut menjadi relawan. Pikir saya itu adalah ide yang sangat mulia, tetapi berhubung sebentar lagi kuliah tatap muka akan segera berlangsung normal, maka saya berjanji untuk ikut selama beberapa hari saja. Mungkin saya merasa sudah saatnya mencari pengalaman baru di dunia luar, setelah beberapa hari melakukan kegiatan yang begitu monoton. Keesokan harinya lantas kami (saya dan seorang teman) bergegas menuju ke barak pengungsian yang jaraknya sekitar 15 km dari puncak Merapi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak masalah bagi saya untuk menempuh perjalanan sekitar 20 menit dengan sepeda motor, berhubung ketika itu semangat masih membara dengan segala niat positif. Sesampainya di sana sekilas nampak sepi dari orang-orang, karena memang hari itu masih terlalu pagi untuk beraktivitas. Ternyata setelah mendapat kabar, bahwa sebagian pengungsi yang ada di sana sedang menuju ke pemukiman mereka untuk bersih-bersih rumah atau bekerja. Ini bisa dimaklumi karena mereka juga harus bisa bertahan hidup dengan menyiapkan segala sesuatunya sebelum keadaan membaik, sehingga tidak bergantung pada bantuan di pengungsian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebetulan kami ditempatkan di pos informasi yang mengurus dan mengelola kebutuhan informasi, dari pendataan pengungsi, pendataan logistik, pendataan dan koordinasi relawan, serta mengurus berbagai administrasi lainnya. Hari semakin siang, tak banyak memang relawan yang berada di sana di banding jumlah pengungsi yang ada. Jika diperkirakan, jumlah relawan yang aktif ketika itu mungkin sekitar 50 orang lebih yang tersebar di berbagai pos seperti pos informasi, logistik, dapur umum, acara, keamanan, dan kesehatan. Sedangkan jumlah pengungsi keseluruhan yang harus dilayani sekitar 1000 orang. Pos yang paling sibuk mungkin ada di pos informasi dan logistik, karena di sana segala kebutuhan pengungsi diatur sebagaimana mestinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di hari pertama masuk di jajaran relawan, banyak yang masih belum akrab, tetapi di hari kedua kami tampaknya sudah semakin solid. Ini semua berkat koordinasi dan evaluasi kerja yang kami lakukan setiap malam, untuk mengoreksi dan melaporkan segala jenis keluhan yang berhubungan dengan pengelolaan barak tersebut secara keseluruhan. Semuanya dibutuhkan usaha, tenaga, dan pikiran yang tidak mudah. Saya bisa merasakan sendiri bagaimana seorang relawan yang tanpa pamrih rela dan bersedia setiap waktu, tak kenal lelah, terjun bersama para pengungsi, berbagi hati bersama mereka, sungguh pengalaman yang luar biasa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kepekaan kita terhadap orang lain bisa diukur di sana. Kita harus selalu ikhlas dalam mengorbankan setiap jerih payah kita. Kita juga harus bisa introspeksi diri ketika suatu saat kita merasakan menjadi bagian dari mereka. Bisa dibayangkan bagaimana nasib saudara kita yang rumahnya hancur karena sapuan awan panas beberapa waktu lalu. Apa yang harus mereka perbuat? Tentu sebagai manusia mereka tidak selamanya bergantung kepada relawan, mereka butuh yang namanya masa depan bagi diri mereka, keluarga mereka, dan anak-anak mereka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah “Tuhan, cukupkanlah cobaan ini, kembalikan kami ke kehidupan kami selayaknya hari-hari yang lalu”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengalaman selama kurang lebih dua hari yang saya ikuti dari pagi hari hingga larut malam sungguh banyak membawa pelajaran untuk saya sendiri. Saya banyak belajar bagaimana menjadi relawan yang baik, bagaimana melakukan pekerjaan tanpa pamrih, serta bagaimana rasanya hidup di antara banyak pengungsi dengan segala sesuatu yang seadanya. Bagi saya relawan sejati adalah relawan yang tidak satu pun terpintas dalam pikirannya untuk mendapat apresiasi dari orang lain, tetapi mereka yang selalu semangat dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Selamat bertugas untuk kawan-kawan relawan di sana, maaf saya hanya bisa membantu selama dua hari itu saja. Tetap semangat dan jaga kondisi…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Quote of the day: &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;The most remarkable thing about my mother is that for thirty years she served the family nothing but leftovers. The original meal has never been found. - Calvin Trillin&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7228111119455862172?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7228111119455862172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7228111119455862172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7228111119455862172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7228111119455862172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/12/ketika-aku-jadi-relawan.html' title='Ketika Aku Jadi Relawan'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-598593376167866923</id><published>2010-12-01T16:56:00.001+07:00</published><updated>2010-12-01T16:59:38.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Hacker'/><title type='text'>Hacking dan Kejahatan di Dunia Maya (CyberCrime)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Pendahuluan&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPYbtTDoGYI/AAAAAAAAAhI/eYXZSsw4bkg/s1600-h/cybercrime-52765%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 0px 0px 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: right; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="cybercrime-52765" border="0" alt="cybercrime-52765" align="right" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPYbzLfO9oI/AAAAAAAAAhM/gNRXtq3zXeU/cybercrime-52765_thumb%5B11%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="231" /&gt;&lt;/a&gt;Penggunaan teknologi komputer internet dewasa ini dapat dinilai dari dua sudut pandang yang berbeda. Satu keuntungan dari suatu sistem komputer yaitu kemudahan menganalisis, kemudahan mengirimkan, dan berbagai pakai &lt;i&gt;(sharing)&lt;/i&gt; informasi digital dengan banyak user. Namun, pada saat yang bersamaan, kemampuan ini juga menciptakan peluang-peluang baru untuk melakukan berbagai tindakan yang berlawanan dengan hukum yang berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbagai piranti, baik yang berupa perangkat keras&lt;i&gt; (hardware)&lt;/i&gt;, maupun perangkat lunak &lt;i&gt;(software)&lt;/i&gt; yang semakin canggih dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan di dunia maya. Banyak korban kejahatan digital yang banyak mengeluh karena begitu mudahnya kasus kejahatan digital dilakukan, tetapi seringkali kesulitan dalam melakukan investigasi para pelaku kejahatan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemerintah dan berbagai pakar teknologi informasi sudah seringkali mengingatkan pengguna internet untuk tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak yang masih belum percaya dan belum banyak tahu bagaimana kejahatan tersebut dilakukan, sehingga kesadaran untuk menjaga informasi digital yang sifatnya pribadi dan rahasia masih kurang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Definisi CyberCrime&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kejahatan Dunia Maya &lt;i&gt;(CyberCrime)&lt;/i&gt; merupakan bentuk kejahatan yang dalam operasinya tidak dilakukan secara terbuka, tetapi secara tersembunyi dengan menggunakan berbagai piranti pendukung. Tavani (2000) memberikan definisi &lt;i&gt;cybercrime&lt;/i&gt; sebagai kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi &lt;i&gt;cyber&lt;/i&gt; dan terjadi di dunia &lt;i&gt;cyber&lt;/i&gt;.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Cybercrime&lt;/i&gt; dapat dibedakan atas tiga kategori yaitu &lt;i&gt;cyberpiracy&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;cybertrespass&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;c&lt;/i&gt;&lt;i&gt;y&lt;/i&gt;&lt;i&gt;bervandalism&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Cyberpiracy&lt;/i&gt; berhubungan dengan penggunaan teknologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi, serta mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan komputer. &lt;i&gt;Cybertrespass&lt;/i&gt; berhubungan dengan penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada sistem komputer sebuah organisasi atau individu, maupun suatu web site yang di-&lt;i&gt;protect&lt;/i&gt; dengan password. &lt;i&gt;Cybervandalism&lt;/i&gt; berhubungan dengan penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang mengganggu proses transmisi informasi elektronik, bahkan yang bersifat menghancurkan data di komputer.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Hacking dan Cracking&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kenyataannya, kejahatan komputer biasanya diasosasikan dengan hacker. Hacker juga menimbulkan arti yang negatif bagi sebagian orang. Himanen (2001) menyatakan bahwa hacker adalah seseorang yang senang melakukan programming dan percaya bahwa berbagi informasi adalah hal yang sangat berharga. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri, karena tidak mungkin seorang hacker professional bekerja tanpa mengumpulkan celah informasi yang berguna untuk melakukan serangan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kamus teknologi informasi sendiri mengartikan hacker sebagai orang yang piawai dalam mengatasi gangguan suatu jaringan komputer, sehingga dipandang sebagai hal yang positif. Kemudian muncul istilah baru yang disebut sebagai cracker. Cracker adalah musuh dari seorang hacker, dimana ia adalah pelaku yang merusak sistem keamanan komputer dan jaringannya. Cracker biasanya melakukan pencurian dan tindakan anarkis ketika mereka memperoleh hak akses secara ilegal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Parker (1998) percaya bahwa ciri &lt;i&gt;hacker &lt;/i&gt;komputer biasanya menunjukkan sifat-sifat berikut terlampau lekas dewasa, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan keras hati. Sementara banyak orang yang beranggapan bahwa hacker adalah orang yang sangat pintar dan muda. Parker juga menyatakan bahwa kita harus berhati-hati membedakan antara &lt;i&gt;hacker &lt;/i&gt;sebagai tindakan kriminal yang tidak profesional dengan &lt;i&gt;hacker &lt;/i&gt;sebagai tindakan kriminal yang professional. Parker menunjukkan bahwa ciri tetap dari &lt;i&gt;hacker &lt;/i&gt;(tidak seperti kejahatan profesional) adalah tidak dimotivasi oleh materi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hacker dalam melakukan operasinya selalu menggunakan berbagai macam piranti &lt;i&gt;(tool&lt;/i&gt;&lt;i&gt;s&lt;/i&gt;&lt;i&gt;)&lt;/i&gt; yang banyak tersedia di internet. Piranti yang digunakan biasanya tidak hanya satu jenis, tetapi beberapa jenis yang digabungkan menjadi sebuah alat perusak. Piranti tersebut kemudian dijalankan untuk menyerang sistem komputer. Seorang hacker berpengalaman lebih suka membuat script atau program sendiri untuk melakukan hacking.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa target penyerangan yang seringkali dimanfaatkan oleh seorang hacker meliputi database kartu kredit, database account bank, database informasi pelanggan, pembelian barang dengan kartu kredit palsu atau kartu kredit orang lain yang bukan merupakan hak kita &lt;i&gt;(carding)&lt;/i&gt;, serta pengacauan sistem informasi (misalnya defacing situs web). Sedangkan bentuk pencurian informasi yang digunakan dapat melalui Internet &lt;i&gt;Relay Chat (IRC)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Voice over IP (VoIP),&lt;/i&gt; &lt;i&gt;ICQ&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Forum Online&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Encryption&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Tahapan Aktivitas Hacking&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di dalam modul &lt;i&gt;Certified Ethical Hacking&lt;/i&gt; dijelaskan secara rinci mengenai tahapan-tahapan aktivitas hacking dan kejahatan digital secara umum yaitu dimulai dari &lt;i&gt;Reconnaissance&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Scanning&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Gaining Access&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Maintaining Access&lt;/i&gt;, kemudian &lt;i&gt;Covering Tracks&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Reconnaissance&lt;/i&gt; merupakan tahap mengumpulkan data dimana hacker akan mengumpulkan semua data sebanyak-banyaknya mengenai profil target yang bersangkutan. &lt;i&gt;Reconnaissance&lt;/i&gt; dibedakan menjadi dua bentuk yaitu &lt;i&gt;Active&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Passive&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Passive Reconnaissance&lt;/i&gt; merupakan Reconnaissance yang dilakukan tanpa berhubungan secara langsung dengan korban, misalnya pencarian informasi melalu media informasi atau search engine. Sedangkan &lt;i&gt;Active Reconnaissance&lt;/i&gt; merupakan &lt;i&gt;Reconnaissance&lt;/i&gt; yang dilakukan secara aktif, dimana hacker melakukan aktivitas terhadap korban untuk mendapatkan akses ilegal, misalnya dengan mengirimkan paket injeksi atau &lt;i&gt;fake login&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Scanning&lt;/i&gt; merupakan tanda dari dimulainya sebuah serangan hacker &lt;i&gt;(pre-attack)&lt;/i&gt;. Melalui scanning ini, hacker akan mencari berbagai kemungkinan yang dapat digunakan untuk mengambil alih komputer korban. Berbagai piranti biasanya digunakan oleh hacker untuk membantu proses pencarian informasi. Melalui informasi yang diperoleh, hacker dapat mencari jalan masuk untuk menguasai komputer korban.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Gaining Access&lt;/i&gt; merupakan tahap penerobosan (penetration) setelah hacker berhasil mengetahui kelemahan yang ada pada komputer atau sistem korban melalui tahapan scanning. Pada tahap ini seorang hacker telah dapat menguasai hak akses korban, sehingga ia mampu melakukan aktivitas yang dikehendaki tanpa harus memperoleh hak akses secara legal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Maintaining Access&lt;/i&gt; merupakan tahap dimana seorang hacker yang telah berhasil masuk menguasai sistem korban, maka ia akan berusaha mempertahankan kekuasannya dengan berbagai cara seperti dengan menanamkan backdoor, rootkit, trojan, dll. Seorang hacker bahkan bisa memperbaiki beberapa kelemahan yang ada pada komputer korban agar hacker lain tidak bisa memanfaatkannya untuk mengambil alih komputer yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Covering Tracks&lt;/i&gt; merupakan tahapan dimana seorang hacker berusaha menyembunyikan informasi atau history atas aktivitas yang pernah dilakukan dengan berbagai cara. Biasanya hacker akan berusaha menutup jejaknya dengan menghapus log file serta menutup semua jejak yang mungkin ditinggalkan. Tidak mengherankan apabila seorang hacker membuat file atau direktori dalam komputer korban, mereka seringkali membuatnya dalam mode tersembunyi &lt;i&gt;(hidden).&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Kesimpulan&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semakin kompleksnya suatu sistem komputer dan sistem informasi menuntut para pengguna komputer untuk terus meningkatkan sistem keamanannya. Hal ini untuk menghindari berbagai macam kejahatan dunia maya, baik yang dilakukan secara aktif maupun pasif. Di lain sisi, berbagai penyerangan di dunia maya sudah banyak dan beragam jenisnya, sehingga diperlukan pengetahuan tentang jenis-jenis serangan dan pencegahannya bagi para pengguna internet.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keamanan yang dimaksud tentu saja tidak hanya berasal dari infrastruktur sistem komputer yang dibangun, akan tetapi juga dari sisi pengguna. Kerahasiaan atas berbagai macam hak akses yang bersifat pribadi hendaknya harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Sikap ceroboh dan hati-hati dalam melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keanggotaan dan informasi profil pengguna juga perlu diperhatikan sebagai antisipasi atas pencurian informasi yang tidak disadari oleh korban.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="3"&gt;Referensi&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[1] Sevtiana S.T., Agus.(2009). &lt;i&gt;Etika Komputer dan Cyber Crime&lt;/i&gt;. STMIK CIC.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[2] S’to.(2009).&lt;i&gt;CEH (Certified Ethical Hacking) 100 % Ilegal&lt;/i&gt;. Jasakom.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[3] &lt;cite&gt;http://fajri.freebsd.or.id/publication/cybercrime.ppt&lt;/cite&gt;&lt;cite&gt;, diakses pukul 10.00&lt;/cite&gt;&lt;cite&gt; WIB, 29 November 2010.&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-598593376167866923?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/598593376167866923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=598593376167866923&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/598593376167866923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/598593376167866923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/12/hacking-dan-kejahatan-di-dunia-maya.html' title='Hacking dan Kejahatan di Dunia Maya (CyberCrime)'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TPYbzLfO9oI/AAAAAAAAAhM/gNRXtq3zXeU/s72-c/cybercrime-52765_thumb%5B11%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7822787541085118809</id><published>2010-11-15T10:48:00.001+07:00</published><updated>2010-11-15T10:48:50.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Argomulyo, Semoga Tabah dan Tetap Jaya Kelak</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya benar-benar tidak bisa membayangkan dan menyangka bahwa sebagian dusun di Desa Argomulyo baru-baru ini menjadi sasaran amukan awan panas “wedhus gembel” yang dimuntahkan Gunung Merapi. Desa yang beberapa bulan yang lalu pernah saya dan teman-teman singgahi sebagai lokasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) kini menjadi korban. Dusun-dusun yang terkena dampak langsung bencana tersebut diantaranya yaitu Dusun Bronggang, Dusun Plumbon, dan Dusun Gadingan. Saya masih ingat betul, dusun-dusun tersebut memang berada di pinggir bantaran Kali Gendol, sungai yang berhulu di Gunung Merapi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsUi6z8iI/AAAAAAAAAgo/60IQsv3ecv4/s1600-h/DSC02546%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="" border="0" alt="" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsWjZH78I/AAAAAAAAAgs/xSY18uk3RSI/DSC02546_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="404" height="304" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kali Gendol merupakan salah satu sungai yang biasa digunakan untuk melewatkan lahar dingin yang berasal dari Gunung Merapi. Jika musim kemarau, sungai tersebut mengering dan dijadikan sebagai sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya. Sungai tersebut seringkali dijadikan sebagai ladang untuk mencari pasir dan batu. Sebagian besar masyarakat di Argomulyo banyak yang bermata pencaharian sebagai penambang pasir. Banyak sekali truk-truk pengangkut batu dan pasir yang lalu lalang di jalanan desa tersebut setiap harinya, karena memang potensi yang begitu menggiurkan. Sungai ini juga memisahkan beberapa dusun di sebelah timur dan barat Kali Gendol.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsb2BrecI/AAAAAAAAAgw/sEN408OPlpQ/s1600-h/15.%20Tambang%20Pasir%20Kali%20Gendol%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="15. Tambang Pasir Kali Gendol" border="0" alt="15. Tambang Pasir Kali Gendol" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsdE-XSmI/AAAAAAAAAg0/1N3I0vgCwR4/15.%20Tambang%20Pasir%20Kali%20Gendol_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="404" height="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya banyak kenal dengan warga masyarakat desa tersebut, terutama di Dusun Gadingan. Kebetulan saya ditempatkan di dusun tersebut selama kurang lebih dua bulan untuk belajar mengabdi kepada masyarakat. Suatu kebanggan tersendiri ketika bisa berkumpul dan pernah menjadi bagian dari masyarakat di sana. Desa yang memiliki banyak potensi dengan keindahan sawah-sawah hijaunya, ternak perikanan yang subur,&amp;#160; ternak sapi yang gemuk, dan segala bentuk kerajinan dan usaha rumah tangga. Kebetulan waktu kami tinggal di sana, kami diajak untuk menyusuri potensi-potensi yang ada di desa tersebut. Kami mengambil banyak foto, mendatangi rumah-rumah warga, dan ternyata banyak warga yang hidup mandiri sehingga bisa menambah penghasilan desa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bila boleh saya menjabarkan arti kata Argomulyo, maka Argomulyo terdiri dari dua suku kata yaitu “Argo” dan “Mulyo”. Kedua suku kata tersebut dalam bahasa Jawa memiliki arti masing-masing. “Argo” berarti gunung, dan “Mulyo” berarti mulia/kebaikan/kemakmuran. Apabila dimaknai secara lebih luas, maka dapat diartikan sebagai desa makmur yang terletak di daerah gunung. Ada orang yang mengatakan bahwa nama adalah sebuah harapan. Dan itu adalah harapan sepanjang zaman untuk desa tersebut semenjak nama itu diberikan. Banyak cerita dan sejarah unik yang bisa didapatkan ketika kita bertanya tentang asal usul desa tersebut. Kami kebetulan telah membuat dokumentasi desa tersebut ke dalam sebuah website desa, yaitu di &lt;a href="http://www.argomulyo.com"&gt;www.argomulyo.com&lt;/a&gt;. Jika masih ada yang penasaran, silakan mengunjungi web tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak pengalaman yang bisa saya dapatkan ketika hidup di sana. Belajar mengenal masyarakat yang giat bekerja, belajar pola pikir masyarakat yang gemah ripah, dan semangat gotong royong yang tiada pernah terlupakan. Mereka adalah refleksi kehidupan yang sebenarnya. Ketika malam datang, mereka masih berharap jalanan lebih terang, sehingga bisa menghidupkan suasana kehidupan di lereng Merapi. Ketika siang menghampiri, mereka berjuang sekuat tenaga agar bisa menghidupi keluarga mereka, mencari lapangan pekerjaan, untuk kehidupan masa depan yang lebih baik. Cita-cita luhur untuk membangun desa ke arah yang lurus tertanam dalam setiap benak warganya. Harapannya sederhana, yaitu kemakmuran.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada pengalaman unik ketika kami sedang belajar di sana. Setiap tahunnya, Desa Argomulyo menyelenggarakan upacara adat dan kirab budaya yang dikenal sebagai “Tambak Kali”. Kami kebetulan ikut andil dalam kegiatan tersebut. Perayaan itu dilakukan setiap tanggal 1 Agustus, tujuannya untuk menghormati leluhur mereka, dimana di tanah tersebut berdiri makam beliau, yaitu Patih Jayaningrat. Tahun ini merupakan salah satu perayaan yang termewah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena rangkaian kegiatan dilakukan selama seminggu, dengan puncaknya di hari terakhir (1 Agustus).&amp;#160; Berbagai budaya dan kesenian dari masing-masing dusun ditampilkan di rangkaian acara tersebut, termasuk saat kirab budaya. Jenis budaya dan kesenian yang ditampilkan seperti pengajian akbar, kethoprak, wayang kulit, jathilan (kuda lumping), campur sari, dll.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsfGr2ghI/AAAAAAAAAg4/9V_EiylpZP8/s1600-h/DSC_1824%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="DSC_1824" border="0" alt="DSC_1824" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsgYWxqpI/AAAAAAAAAg8/r8JEvg5Scw4/DSC_1824_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="404" height="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsh2a5EtI/AAAAAAAAAhA/onDm2LyeS0k/s1600-h/46.%20Jathilan%20Guling%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="46. Jathilan Guling" border="0" alt="46. Jathilan Guling" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCtoO9w47I/AAAAAAAAAhE/MDXprcwsiAE/46.%20Jathilan%20Guling_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="404" height="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sedih rasanya ketika pertama kali mendengar desa tersebut sebagian luluh lantak. Mereka mengungsi dan banyak yang tak tahu bagaimana nasib tempat tinggal mereka. Padahal jarak puncak Merapi dan desa tersebut masih belasan kilometer. Hamparan abu vulkanis yang tebal memendam rumah-rumah mereka. Sebagian korban terkena dampak langsung bencana itu, dari jatuhnya korban yang meninggal, luka bakar di sebagian tubuh, dan trauma psikologis bagi mereka yang selamat.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kami mungkin merasa belum banyak hal yang bisa kami berikan untuk desa itu. Waktu dua bulan di sana untuk mengenal dan berbaur bersama masyarakat mungkin masih kurang. Kami akan terus berdoa dan berharap untuk kemajuan Argomulyo, tetap sebagai desa budaya yang menarik banyak pengunjung, seperti hari-hari sebelumnya. Kami juga berharap di masa yang akan datang, masih ada orang yang peduli dengan nasib dusun-dusun yang menjadi korban, membangun dusun-dusun itu kembali dan memberi semangat kepada masyarakat yang bertahan untuk pantang menyerah. Argomulyo, tetap hidup dalam tradisi, semoga tabah, dan tetap jaya kelak…&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7822787541085118809?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7822787541085118809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7822787541085118809&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7822787541085118809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7822787541085118809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/11/argomulyo-semoga-tabah-dan-tetap-jaya.html' title='Argomulyo, Semoga Tabah dan Tetap Jaya Kelak'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCsWjZH78I/AAAAAAAAAgs/xSY18uk3RSI/s72-c/DSC02546_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7568044630379154485</id><published>2010-11-15T10:37:00.001+07:00</published><updated>2010-11-15T10:39:58.554+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Liverpool oh Liverpool</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;You’re Never Walk Alone (YNWA), itulah slogan yang diusung kesebelasan The Reds alias Liverpool FC. Sebuah tim sepakbola yang berdomisili di kota Liverpool, United Kingdom. Saya lupa, entah sejak kapan saya menyukai kesebelasan tersebut. Tapi saya yakin, saya mulai menyukai kesebelasan tersebut karena terinspirasi oleh banyak hal. Mungkin salah satunya karena saya ingin melanjutkan studi ke negara-negara skandinavia di Eropa, yaitu di United Kingdom/UK/Inggris, lebih tepanya di sekitaran kota Liverpool.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCrbjFlrZI/AAAAAAAAAgg/fZ0HewvRaE0/s1600-h/lpool_1%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-top: 0px; margin-right: auto; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="lpool_1" border="0" alt="lpool_1" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCrhrzbyrI/AAAAAAAAAgk/u5UEHNDC9V8/lpool_1_thumb.jpg?imgmax=800" width="404" height="276" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengapa harus Liverpool? Bagi saya, Liverpool adalah kota yang sangat hebat. Banyak musisi-musisi hebat kelas dunia yang lahir di sana dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Salah satunya yaitu The Beatles. Semua orang di dunia pasti kenal dengan grup tersebut. Sampai saat ini karya-karya besarnya masih disukai oleh banyak orang. Bahkan The Beatles sendiri dijadikan ikon kota Liverpool. Genre musik yang dibawa The Beatles, yakni Britpop, kini diikuti oleh banyak musisi-musisi di negara tersebut, misalnya Oasis, Blur, dll. Mereka juga tak kalah hebat dari nenek moyangnya. Tak salah jika beberapa orang menyebut Liverpool sebagai kota musik. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-winkingsmile" alt="Winking smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqYKWstiI/AAAAAAAAAf4/_S5HSV-_2pY/wlEmoticon-winkingsmile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa tempat dan bangunan di Liverpool juga menjadi daya tarik sendiri. Mungkin ada banyak tempat, tetapi yang saya kenal yaitu Anfield Stadium, Museum The Beatles, dan Abbey Road. Anfield Stadium adalah stadion kebanggaan kesebelasan Liverpool FC. Kita bisa mencari lokasi persisnya melalui bantuan Google Earth. Stadion tersebut dikelilingi tembok tinggi yang dicat dengan warna merah, warna kebanggaan The Reds. Di depannya terdapat sebuah patung dan deretan bendera-bendera kesebelasan tersebut. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqhrL657I/AAAAAAAAAgE/qREPbz9eFHE/wlEmoticon-smile%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqinBJTEI/AAAAAAAAAgI/4SBklJCUdZ8/s1600-h/liverpool_stadium%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto; padding-top: 0px" title="liverpool_stadium" border="0" alt="liverpool_stadium" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqlBZPAII/AAAAAAAAAgM/fFx1XJdYMKQ/liverpool_stadium_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="404" height="304" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bangunan yang kedua yaitu Museum The Beatles. Bisa ditebak, bangunan tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi fans berat pelopor musik Britpop, The Beatles. Di dalamnya terdapat berbagai macam benda sejarah, biografi, dan pernak-pernik yang dulunya pernah dipakai oleh personil The Beatles. Para penggemar musik kelas dunia pasti tak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke tempat ini. Selain itu, di beberapa daerah di kota Liverpool juga masih berdiri kediaman-kediaman masing-masing personilnya. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-laughingoutloud" alt="Laughing out loud" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqmygh5gI/AAAAAAAAAgQ/ZbX5zILGlFU/wlEmoticon-laughingoutloud%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqqLmNacI/AAAAAAAAAgU/w2_8x9S5mRw/s1600-h/lpllp_phototour22%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: block; float: none; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; border-left-width: 0px; margin-right: auto; padding-top: 0px" title="lpllp_phototour22" border="0" alt="lpllp_phototour22" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCqslPQj5I/AAAAAAAAAgY/Fxt0JDstvGo/lpllp_phototour22_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="304" height="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang terakhir yaitu sudut jalan yang dikenal dengan nama Abbey Road. Jalan tersebut menyimpan kenangan tersendiri bagi The Beatles dan penggemarnya. The Beatles pernah berfoto di atas jalan tersebut dan menjadikannya sebagai cover album dengan nama yang sama, yaitu Abbey Road. Jalan tersebut kalau tidak salah berada di sebuah pertigaan, karena jalan tersebut di atasnya terdapat garis-garis zebra cross. Entah mengapa banyak orang yang tertarik juga untuk melihat atau untuk berfoto-foto di atas jalan tersebut. Sebut saja musisi-musisi yang juga pernah berfoto di jalan tersebut yang posenya mirip pose The Beatles ketika berfoto di atas jalan tersebut dan juga menjadikan sebagai sampul albumnya, Red Hot Chili Peppers dan J-Rocks. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-berightback" alt="Be right back" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCq5bRQEEI/AAAAAAAAAgc/GpJj0gwhLIs/wlEmoticon-berightback%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hmmm… sepertinya menarik jika suatu saat bisa berdiri di tanah Liverpool, menjelajahi berbagai sudut kota itu dengan segala keindahannya. Kita semua boleh mengagumi apa yang menjadi mimpi kita agar kita sendiri bisa terus berjuang dan tetap semangat, termasuk diri saya sendiri. Paling tidak, kelak kita akan merasakan betapa indahnya mimpi-mimpi kita ketika benar-benar bisa menggapainya dengan segala usaha yang pernah kita lakukan. Berusaha dan berdoa, itulah kuncinya. Jangan lupa, kita juga harus yakin bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita sudah ditentukan oleh Yang Kuasa. Bravo!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7568044630379154485?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7568044630379154485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7568044630379154485&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7568044630379154485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7568044630379154485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/11/liverpool-oh-liverpool.html' title='Liverpool oh Liverpool'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TOCrhrzbyrI/AAAAAAAAAgk/u5UEHNDC9V8/s72-c/lpool_1_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5344963496134041595</id><published>2010-11-10T23:05:00.001+07:00</published><updated>2010-11-10T23:05:31.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Seberapa Pahlawan-kah Diri Kita?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNrCx7zOpbI/AAAAAAAAAfw/8K4i-rGi600/s1600-h/hotel_oranye-07b%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="hotel_oranye-07b" border="0" alt="hotel_oranye-07b" align="left" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNrCyslKJVI/AAAAAAAAAf0/e1gAtaF5oUA/hotel_oranye-07b_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="186" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini tepatnya tanggal 10 November 2010, merupakan Hari Pahlawan bagi bangsa Indonesia. Hari tersebut tidak lain ditujukan untuk menghormati jasa-jasa pahlawan Indonesia yang telah berjuang di medan perang ketika mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal tersebut kurang lebih 65 tahun yang lalu merupakan saat-saat yang penting bagi Indonesia. Jika kita melihat kembali catatan-catatan sejarah bangsa ini, tanggal tersebut diambil ketika pada waktu itu seorang pejuang Indonesia di Surabaya, Bung Tomo, merobek bendera Hindia Belanda di warna birunya (bagian paling bawah) dengan gagah berani. Tujuannya yaitu agar bendera yang berkibar di depan Hotel Orange, Surabaya tersebut menjadi bendera kebangsaan Indonesia (merah putih). Situasi saat itu adalah Indonesia baru saja mendeklarasikan kemerdekaannya di tanggal 17 Agustus di tahun yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hingga pada akhirnya tanggal tersebut dijadikan sebagai momen untuk mengenang para pahlawan Indonesia. Pemerintah dan sekolah-sekolah di Indonesia selalu menyelenggarakan upacara bendera untuk memperingati hari tersebut. Jasa-jasa para pahlawan yang dengan sekuat tenaga merebut kemerdekaan serta mempertahankannya dinilai sebagai nilai luhur yang wajib ditiru oleh semua lapisan masyarakat. Jika itu harapannya, maka sekarang pertanyaannya adalah sudahkah kita meneladani sikap para pahlawan tersebut?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meneladani para pahlawan tidak perlu dengan menghapalkan semua pahlawan yang kita kenal, karena menurut saya pahlawan banyak jumlahnya, tidak hanya beberapa yang sering kita dengar dan kita hapalkan ketika masih sekolah. Mereka dikenal karena pada saat itu menjabat sebagai posisi penting dalam medan pertempuran. Justru yang harus menjadi perhatian adalah arti penting seorang pahlawan. Memang jika kita artikan secara istilah, pahlawan itu adalah orang yang berjasa dalam suatu hal. Misalnya jika melihat tanggal 10 November, pahlawan diartikan spesifik sebagai orang-orang yang telah berjuang demi negaranya ketika merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa arti pahlawan di masa sekarang sudah tak sesuai lagi maknanya dengan ketika masih penjajahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lalu siapakah pahlawan di masa sekarang? Jawabannya adalah mereka-mereka yang telah berjuang demi apapun untuk negaranya. Ingatkah kita ketika masih sekolah dulu tentang ciri-ciri seorang pahlawan. Ya, mereka itu adalah orang-orang yang pantang menyerah, rela berkorban, dan selalu berusaha untuk menggapai mimpi-mimpinya. Kita bisa menyebut pahlawan kepada mereka yang telah berjuang untuk kita, untuk mereka, dan untuk bangsanya. Misalnya, kita bisa menyebut guru kita sebagai pahlawan seperti cerita di novel/film Laskar Pelangi. Guru yang diceritakan dalam novel/film tersebut telah berbuat banyak untuk anak didiknya dalam keadaan apapun. Ia mampu mengajar ketika hujan turun dan atap bocor di ruang kelasnya, ia mampu meyakinkan anak didiknya untuk terus belajar dan belajar, dan ia terus prihatin dengan semua keterbatasan yang dimiliki.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya teringat akan guru-guru kewarganegaraan saya ketika masih sekolah dulu. Seringkali beliau berpesan kepada kami untuk menjadi pahlawan di zaman modern. Beliau mengajarkan kepada kami cara-cara terbaik untuk menjadi seorang pahlawan yaitu dengan menuntut ilmu dengan belajar yang giat, saling membantu sesama manusia, menghargai perbedaan yang ada, serta menyelesaikan segala masalah dengan lapang dada. Mungkin keempat hal tersebut adalah kalimat-kalimat yang juga seringkali kita dengar. Tapi menurut saya itu bukanlah sesuatu yang mudah untuk diamalkan. Membutuhkan pemahaman dan kesadaran tinggi untuk benar-benar menyakini itu semua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal yang tidak jauh dari keadaan bangsa Indonesia saat ini yaitu kebutuhan akan relawan ketika terjadi bencana. Mereka juga layak disebut sebagai relawan. Mereka berusaha untuk mengatur, menghibur, dan berteman di tengah-tengah para pengungsi yang kehilangan tempat bermukim. Membantu tim SAR di medan bencana untuk menyelamatkan para korban yang terjebak dalam genangan air ketika banjir dan tsunami, juga terjebak di antara gumulan awan panas dan abu vulkanik ketika terjadi letusan gunung berapi. Sungguh pengorbanan mereka luar biasa, karena telah meluangkan waktu, usaha, dan pikirannya untuk menyelamatkan kehidupan sesama manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah selayaknya kita memberi pujian kepada mereka. Bagi yang belum bisa memperoleh keinginan untuk terjun langsung membantu mereka yang membutuhkan, kita masih bisa membantu dengan banyak cara. Cara yang termudah yaitu dengan berderma, dengan memberikan sumbangan berupa barang-barang darurat yang dibutuhkan (makanan sehari-hari, pakaian pantas pakai, dll.) atau uang. Hindari prasangka negatif atas bencana alam yang sedang berkubang di bumi Indonesia. Jadikan semua ini adalah ujian terbaik yang diberikan oleh Sang Penguasa Alam, dengan begitu kita senantiasa telah menjadi pahlawan di era modern yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Janganlah berkecil hati ketika kita menganggap orang lain lebih tepat dikatakan sebagai pahlawan. Kita semua adalah pahlawan ketika orang-orang berbuat keributan di luar sana dan kita berusaha mengingatkannya dengan tangan dingin. Kita semua adalah pahlawan ketika kita tidak berbuat hal-hal yang merugikan bangsa dan negara, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kita semua adalah pahlawan ketika kita bisa meraih mimpi-mimpi yang kita harapkan dengan segala jerih payah dan doa. Kita semua adalah pahlawan ketika kita bisa menghormati dan menghargai segala perbedaan. Sekarang saatnya kembali kepada diri kita sendiri, Seberapa Pahlawan-kah Diri Kita?…&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5344963496134041595?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5344963496134041595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5344963496134041595&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5344963496134041595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5344963496134041595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/11/seberapa-pahlawan-kah-diri-kita.html' title='Seberapa Pahlawan-kah Diri Kita?'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNrCyslKJVI/AAAAAAAAAf0/e1gAtaF5oUA/s72-c/hotel_oranye-07b_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-8961133994700338334</id><published>2010-11-03T08:59:00.001+07:00</published><updated>2010-11-03T09:02:06.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Jejak Aku Mengenal Komputer Bag. 2 : Kuliah dan Buta Coding</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCcJCvvbI/AAAAAAAAAfo/yc3klRVyeh8/s1600-h/You_lot_start_coding%5B2%5D.gif"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-bottom: 0px; border-left: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top: 0px; border-right: 0px; padding-top: 0px" title="You_lot_start_coding" border="0" alt="You_lot_start_coding" align="left" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCdI7J28I/AAAAAAAAAfs/DVIlxptHMFU/You_lot_start_coding_thumb.gif?imgmax=800" width="240" height="170" /&gt;&lt;/a&gt;Di bangku SMA, aku banyak berkenalan dengan perangkat lunak grafis, seperti CorelDraw dan Photoshop, juga membuat web sederhana dengan MS Frontpage. Hingga aku menyempatkan untuk mengikuti pelatihan CorelDraw di sebuah lembaga, yang berlangsung sore hari setelah selesai sekolah. Aku semakin sering mengutak atik komputer sendiri di rumah (dari install game hingga modifikasi Windows sendiri). Ini karena aku juga semakin sering mengunjungi warnet untuk tahu banyak hal. Ketika itu internet mulai dikenal orang, bisnis warnet mulai muncul dimana-mana. Terlebih lagi fasilitas laboratorium komputer SMA lebih canggih, sehingga banyak hal yang bisa mulai dipelajari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Flashdisk ukuran 128 MB adalah flashdisk pertama yang aku miliki, kurang lebih sekitar tahun 2007. Aku kira itu adalah flashdisk ukuran paling besar ketika itu. Disket masih dipakai, tetapi sudah jarang sekali. Menginjak tahun 2008, perkembangan flashdisk mulai gencar, ukuran memory meningkat hingga 512 MB, muncul juga media player musik portabel (MP3 portabel). Teman-temanku sudah mulai banyak yang punya gadget semacam itu (aku masih setia dengan 128 MBnya &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-winkingsmile" alt="Winking smile" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDB_WsJnFI/AAAAAAAAAfI/i2lhO38WGdM/wlEmoticon-winkingsmile2.png?imgmax=800" /&gt;). Di masa itu, processor dengan kekuatan Pentium IV &amp;amp;, AMD Celeron sudah termasuk hebat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Komputerku di rumah sudah naik level jadi Pentium III dengan RAM yang cupu, 128 MB, bisanya hanya untuk mengetik, memutar musik, dan memainkan game-game ringan &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-thinkingsmile" alt="Thinking smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCAN815EI/AAAAAAAAAfM/Amv_kqkmfuE/wlEmoticon-thinkingsmile2.png?imgmax=800" /&gt;.&amp;#160; Bosan rasanya menggunakan komputer untuk hal-hal itu saja. Terpaksa aku mencari tambang emas di tempat lain, hasilnya aku jadi sering surfing internet di luar, mencari hal-hal baru dan tak pernah habis &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smile" alt="Smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCAvleAlI/AAAAAAAAAfQ/wK5lY8IrvyU/wlEmoticon-smile2.png?imgmax=800" /&gt;. Kadang sambil mencari tugas-tugas sekolah atau hanya sekedar belajar chatting dengan aplikasi mIRC, latihan bersosialisasi di dunia maya &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smilewithtongueout" alt="Smile with tongue out" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCBBVPSpI/AAAAAAAAAfU/nHRvO3x9EdM/wlEmoticon-smilewithtongueout2.png?imgmax=800" /&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tibalah saatnya aku duduk manis di kelas 3 SMA, saat itu sudah mulai bingung menentukan masa depan. Lebih tepatnya digerayangi pertanyaan-pertanyaan seperti “Anda habis lulus di sini mau melanjutkan dimana? di jurusan apa?”. Kalo orang tua saya menyarankan agar nanti mencoba mendaftar di jurusan kedokteran. Sedangkan kata hati saya membisikkan bahwa saya harus bisa masuk di jurusan yang berhubungan dengan IT.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendaftaran perguruan tinggi pun dimulai, aku mengikuti ujian masuk dimana terdiri dari tiga pilihan jurusan yang harus dipilih sesuai urutan. Tanpa pikir panjang aku mengusulkan tiga pilihan sesuai keinginanku dan meminta pendapat orang tua juga, terpilihlah tiga jurusan yang semuanya tidak jauh dari dunia IT (hehe… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCB9VQAUI/AAAAAAAAAfY/oyl9MR8-qgM/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt;, klo gak minta restu orang tua, siapa yang mau bayarin ane kuliah gan… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smilewithtongueout" alt="Smile with tongue out" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCBBVPSpI/AAAAAAAAAfU/nHRvO3x9EdM/wlEmoticon-smilewithtongueout2.png?imgmax=800" /&gt;). Usut punya usut, ternyata hasil ujian baru keluar setelah dua bulan dari waktu ujian tulis (lama banget gan… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-cryingface" alt="Crying face" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCCv1GIyI/AAAAAAAAAfc/EyLFc5gxa98/wlEmoticon-cryingface2.png?imgmax=800" /&gt;). Sambil menunggu pengumuman, aku mencoba mendaftar di perguruan tinggi lain, kali ini aku memilih pilihan pertama kedokteran dan pilihan kedua adalah jurusan ilmu komputer. Kalau PT yang terakhir ini waktu pengumumannya lebih dulu dari yang pertama. Dan hasilnya… TIDAK satupun yang tembus &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-cryingface" alt="Crying face" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCCv1GIyI/AAAAAAAAAfc/EyLFc5gxa98/wlEmoticon-cryingface2.png?imgmax=800" /&gt;. Perasaan pun semakin ketar ketir, mengingat di perguruan tinggi itu (yang kedua) sebelumnya pernah mengajukan PMDK, tetapi lagi-lagi… TIDAK satupun yang tembus &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-cryingface" alt="Crying face" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCCv1GIyI/AAAAAAAAAfc/EyLFc5gxa98/wlEmoticon-cryingface2.png?imgmax=800" /&gt;. Aku semakin sering berdoa agar bisa masuk di PT yang lebih bergengsi itu, dan alhamdulillah saya DITERIMA di pilihan yang pertama. Senang sekali rasanya mengingat kala itu. Kaget rasanya menerima sms yang isinya begitu hebat, dan juga namaku tercantum di surat kabar pengumuman hasil seleksi di sebuah surat kabar keesokan paginya (benar-benar terharu gan… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-cryingface" alt="Crying face" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCCv1GIyI/AAAAAAAAAfc/EyLFc5gxa98/wlEmoticon-cryingface2.png?imgmax=800" /&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya aku bisa kuliah di luar kota, kota yang bisa mendekatkanku akan kemajuan teknologi, dan juga jauh dari kampung halaman. Di sanalah aku bertemu dengan orang-orang hebat dari berbagai penjuru Indonesia, dan yang pasti, punya ketertarikan yang sama, karena ada dalam satu jurusan. Mereka adalah putra putri terbaik dari daerah masing-masing (sainganku tambah berat, bung! &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-hotsmile" alt="Hot smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCDW0vvUI/AAAAAAAAAfg/hJdAgL8azt8/wlEmoticon-hotsmile2.png?imgmax=800" /&gt;). Akan tetapi, aku juga banyak mendapat hal-hal baru ketika bisa mengenal mereka satu per satu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sungguh tak terkira, awal-awal masuk kuliah sudah disuguhi dengan yang namanya “coding”. Aku benar-benar belum pernah menyentuh makanan itu, tetapi beberapa teman-temanku banyak yang sudah berpengalaman dengan itu. Untungnya di semester pertama kami mendapat praktikum pemrograman dasar menggunakan C++, lumayan bisa sebagai perkenalan coding. Kegiatan praktikum dilakukan di lab yang memasang Linux sebagai platform andalannya (menggalakkan open source… hehe).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hmmm… di sinilah aku banyak belajar dan care terhadap dunia teknologi informasi. Aku mulai mencoba banyak hal dengan laptop pertamaku (si hitam Axioo Centaur) dari membuat blog, ikut berbagai situs jejaring sosial, membuat web dengan CMS sederhana, lebih dekat dengan berbagai bahasa pemrograman, opensource, networking (jaringan), dan dunia cakrawala internet. Sampai aku harus memasang internet bersama teman-teman di kos. &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-berightback" alt="Be right back" src="http://lh3.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCEXK58QI/AAAAAAAAAfk/KXyrHpep1lA/wlEmoticon-berightback2.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika dibandingkan beberapa tahun lalu perkembangan dunia IT, sekarang media penyimpanan flashdisk sudah berukuran 1 GB – 16 GB, internet semakin murah, modem internet laris manis, laptop banyak dicari orang, semua mahasiswa punya koneksi internet, handphone sebagian besar dilengkapi dengan media internet (social networking application). Processor bergerak dari Dual Core, Core 2 Duo, i3, i5, dan&amp;#160; yang terakhir adalah i7. Kecepatan sudah tak diragukan lagi, kapasitas default laptop sudah berada di kisaran ratusan GB, media penyimpanan perlahan beralih ke harddisk eksternal yang kapasitasnya lebih besar dan transfer data yang tinggi. Hmmm… semua gak ada habisnya jika aku ceritakan satu per satu di sini. Yang terpenting bagi kita semua adalah sudahkah kita menghargai karya-karya tersebut? sudahkah kita menggunakannya sesuai dengan aturan? dan sudahkah kita mensyukuri nikmat ini? Hanya tembok hati kita yang bisa menjawabnya dengan tulus… Tetap berkarya dan salam teknologi… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-left-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCB9VQAUI/AAAAAAAAAfY/oyl9MR8-qgM/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-8961133994700338334?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/8961133994700338334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=8961133994700338334&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8961133994700338334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8961133994700338334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/11/jejak-aku-mengenal-komputer-bag-2.html' title='Jejak Aku Mengenal Komputer Bag. 2 : Kuliah dan Buta Coding'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TNDCdI7J28I/AAAAAAAAAfs/DVIlxptHMFU/s72-c/You_lot_start_coding_thumb.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-2380177081926722258</id><published>2010-10-30T13:11:00.004+07:00</published><updated>2010-10-30T13:15:47.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Hipertensi Pemuda untuk Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/sumpah-pemuda6.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-305600" height="237" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/10/sumpah-pemuda6-300x237.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Saat  ini, tanggal 28 Oktober 2010, Indonesia sedang banyak berduka. Berbagai  bencana sedang meluluhlantakkan sebagian eksotisme negeri ini. Dari  banjir bandang di Wasior, gempa dan tsunami bumi Mentawai, amukan gunung  meletus Merapi di Sleman dan sekitarnya, serta banjir-banjir kecil  menggenangi kota-kota di Indonesia (termasuk di Jakarta tentunya).  Belasungkawa yang sedalam-dalamnya saya ucapkan kepada para korban  bencana yang terhormat. Semoga cobaan ini bisa membuat bangsa ini  menjadi lebih tabah dan terus introspeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat  yang bersamaan, 28 Oktober adalah tanggalnya pemuda pemudi Indonesia,  dimana ketika itu di tahun 1928, dideklarasikan Sumpah Pemuda. Saya  tidak akan membahas bagaimana bunyi kalimat Sumpah Pemuda, karena saya  yakin jarang yang ingat/bisa menghapalnya dengan benar. Akan tetapi,  esensi Sumpah Pemuda itu bukan berarti kita harus hapal bunyi Sumpah  Pemuda itu sendiri, tetapi yang terpenting adalah memahami secara garis  besar isi Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin  saya adalah satu pemuda yang sampai saat ini belum banyak berbuat untuk  Indonesia, tetapi saya sangat yakin hal-hal kecil yang saya lakukan  setiap hari ikut andil dalam kemajuan Indonesia. Saya tidak berarti  sombong, karena saya juga menyadari bahwa apa yang sampai saat ini saya  lakukan belum ada apa-apanya dibanding teman-teman kita di luar sana.  Saya tahu, banyak pemuda pemudi di luar sana yang telah mengharumkan  nama Indonesia, berbuat, berbakti, dan mengabdi secara nyata untuk  Indonesia. Salut untuk mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  yang bilang pemuda pemudi saat ini adalah calon pemimpin masa depan yang  hebat. Pemuda pemudi saat ini banyak belajar dari kesalahan-kesalahan  orang tuanya di masa lalu. Dari belajar untuk tidak korupsi, belajar  menghargai pendapat, belajar untuk lebih peduli terhadap sesama manusia,  dan belajar untuk tidak menjadi teroris di negeri sendiri. Lihatlah,  ketika pemerintah sedang bergejolak, pemuda turun ke jalan, dan  hipertensi mereka kerahkan untuk menyadarkan orang tua mereka. Tidak  salah memang, tetapi jika sudah terlampau anarkis dan merugikan orang  lain, apakah masih ada yang menganggap itu bukan kesalahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada  salahnya orang mengeluarkan pendapat, berteriak sekencang-kencangnya di  depan gedung pemerintah, mengeluarkan segala kata-kata pencerahan.  Padahal belum tentu semua seruan itu ditanggapi secara serius oleh  pemerintah, karena katanya pemerintah masih mempunyai banyak tanggungan  yang menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu. Sebut saja  prioritas untuk merenovasi gedung MPR, penambahan gaji pejabat  pemerintah ketika rakyat juga menginginkannya, dan liburan ke luar  negeri dengan alasan studi banding. Seperti inikah yang membuat pemuda  pemudi Indonesia anarkis dan hilang akal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya  balik bertanya untuk diri saya sendiri dan pemuda pemudi Indonesia saat  ini. Sudahkah diri kita mulai belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut?  Atau bentuk ketidaksenangan kepada pemerintah saat ini jangan-jangan  hanya kita rasakan ketika kita merasa dirugikan, selain itu kita hanya  diam. Apakah kita telah berjanji kepada diri sendiri untuk tidak  mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut di masa mendatang? Seberapa jauh  kepedulian kita kepada orang lain, ketika orang lain merasa susah, kita  justru tertawa memamerkan segala kemewahan yang kita punya, tak  terkecuali kemewahan lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya  di era digital seperti sekarang ini, tindakan berdemo fisik melawan  pemerintah sudah saatnya dikurangi. Berpendapat tidak harus secara  langsung terjun ke lapangan. Banyak media yang bisa kita manfaatkan  bersama untuk berbagi pendapat dan keluhan di dunia maya. Terlebih  kebebasan pers, berpendapat, dan mengkritik kinerja pemerintah, sudah  mulai terbuka dan bebas untuk siapa saja, tentu dengan memperhatikan  etika jurnalisme. Suara-suara tidak harus dikeluarkan melalui mulut,  tetapi juga bisa berupa ungkapan melalui tulisan. Justru dengan cara  yang demikian ini pendapat-pendapat kita banyak dibaca orang lain, jika  kita pandai bersosialisasi dengan baik. Saling bertukar pemikiran dan  menentukan jalan terbaik bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intospeksi  atas perbedaan yang menghiasi kemajemukan bangsa ini harus tetap  ditingkatkan. Di sana sini, masih ada saja hal-hal konyol yang  mengatasnamakan golongan tertentu sebagai golongan yang paling benar dan  paling hebat. Ujung-ujungnya adalah perang saudara. Harusnya perbedaan  itu dipandang sebagai tameng yang paling ampuh untuk menghindari hal-hal  yang berhubungan dengan perbedaan latar belakang dan SARA. Biarlah  kemajemukan ini berkembang sendiri-sendiri, selama tidak saling  merugikan kelompok/individu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari  kita mulai mewujudkan mimpi-mimpi Indonesia dari hal-hal kecil yang bisa  kita lakukan. Yang masih sekolah, tetaplah menuntut ilmu dengan baik.  Yang sudah kuliah, juga jangan bosan untuk tetap belajar dan berkarya.  Rangkullah teman-teman yang lain tanpa memandang asal usul, suku, ras,  agama, dan perbedaan yang lain. Hargailah kita semua. Jangan mudah  berputus asa, karena kita masih muda, kawan. Kegagalan itu tak  selamanya, kelak pasti kau akan tersenyum dan bangga akan apa yang telah  kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus  bagi yang muda, bersiaplah menghadapi tantangan masa depan, memperbaiki  cacat lahir batin negeri ini kelak, dan berusaha untuk membuat Indonesia  semakin maju, berkembang, dan berdaulat. Menghargai setiap perbedaan  dan menyelesaikan segala permasalahan dengan bijak, sesuai dengan  butir-butir Pancasila dan semangat Sumpah Pemuda. Wahai PEMUDA PEMUDI  Indonesia, mari bersama-sama kita menjadi BEDA dan BERBAHAYA!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;SUMPAH PEMUDA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Pertama :&lt;br /&gt;- KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Kedua :&lt;br /&gt;- KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ketiga :&lt;br /&gt;- KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Jakarta, 28 Oktober 1928&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-2380177081926722258?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/2380177081926722258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=2380177081926722258&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2380177081926722258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2380177081926722258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/hipertensi-pemuda-untuk-indonesia.html' title='Hipertensi Pemuda untuk Indonesia'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-4452343525157697730</id><published>2010-10-17T12:05:00.001+07:00</published><updated>2010-10-18T06:55:26.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ceritaku'/><title type='text'>Jejak Aku Mengenal Komputer Bag. 1 : Win 3.1 hingga Internet</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqE66qi3VI/AAAAAAAAAek/qj01ya9mqik/s1600-h/windows31%5B2%5D.gif"&gt;&lt;img style="background-image: none; border-right-width: 0px; margin: ; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: left; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; padding-top: 0px" title="windows31" border="0" alt="windows31" align="left" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqE7h4HebI/AAAAAAAAAeo/WMigmzDggEU/windows31_thumb.gif?imgmax=800" width="205" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang aku benar-benar histeris kalo apa yang saya impikan sejak kecil dulu bisa benar-benar tercapai &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-winkingsmile" alt="Winking smile" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM22jV-iI/AAAAAAAAAes/oCwyefKs2gc/wlEmoticon-winkingsmile2.png?imgmax=800" /&gt;.&amp;#160; Memang hidup tak bisa lepas dari sebuah kebetulan, tinggal Yang Di Atas yang menentukan, bukan? Aku masih jelas teringat ketika pertama kali mengenal komputer. Ayahku adalah orang yang pertama kali mengenalkannya. Meskipun pada waktu itu aku hanya bisa bermain game (maklum masih kecil, kelas 3 SD, sekitar tahun 1997), tetapi aku tertarik dan menganggap barang itu adalah hiburan yang paling “keren” pada waktu itu, karena tak semua orang punya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Komputer itu adalah komputer yang dibeli ayahku ketika menempuh studi S2, lalu dibawa pulang ke rumah setelah menyelesaikan kuliahnya. Pada waktu itu, kondisi komputer masih lengkap dengan monitor CRT-nya, processor IBM (dengan lubang disket ukuran kecil &amp;amp; besar), keyboard, tetapi tanpa mouse (belum populer waktu itu &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqEHUx6E9I/AAAAAAAAAec/Khav-RiX4uY/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt;). OS yang digunakan masih versi Windows 3.1, perintah-perintah dasar masih menggunakan console (Command Prompt DOS). Meskipun jika dibandingkan sekarang dengan waktu itu, sudah sangat kalah jauh. Jika sekarang perintah-perintah komputer banyak dilakukan dengan satu klik mouse, maka waktu itu masih dilakukan dengan perintah console. Akan tetapi, bukan berarti perintah-perintah console sudah tak digunakan lagi saat ini, justru dengan pengalaman waktu itu aku jadi tahu bagaimana bekerja dengan console.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika ingat nostalgia game waktu itu, game yang sering kumainkan adalah Supaplex dan Axe, entah game yang lain (lupa). Mungkin banyak yang tidak tahu dari para pembaca, atau bahkan belum pernah mendengar game itu sama sekali. Supaplex adalah game sederhana dengan berbagai level, mirip game Pac Man. Axe adalah semacam game Arcade, yang berisi pertarungan orang rimba dengan musuh-musuh di hutan. Keduanya sudah menggunakan grafik yang cukup baik di jamannya (meskipun gambarnya masih patah-patah 2D &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-ninja" alt="Ninja" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM3lF7iHI/AAAAAAAAAew/GMieJtOgarM/wlEmoticon-ninja2.png?imgmax=800" /&gt;).&amp;#160; Aku kadang-kadang juga ditunjukkan beberapa program komputer hasil buatan ayahku dengan bahasa pemrograman Pascal (meski tidak tahu apa itu, tapi lumayan menumbuhkan inspirasi). Aku semakin care dengan komputer dan berharap suatu saat bisa berkecimpung di dunia komputer (meskipun masih cita-cita monyet seorang anak).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengalaman lain pada waktu itu yaitu ketika pertama kali menulis sesuatu dengan program office yang terkenal waktu itu, yaitu WS (WordStar –&amp;gt; Bintang Kata &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-smilewithtongueout" alt="Smile with tongue out" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM4kHYraI/AAAAAAAAAe0/knUfHPvURrE/wlEmoticon-smilewithtongueout2.png?imgmax=800" /&gt;), yang layar backgroundnnya warna biru &amp;amp; tulisannya putih, mirip jendela console. Semua perintah dilakukan dengan kombinasi keyboard, dan proses editing tulisan/text dilakukan dengan kode-kode tertentu. Semuanya agak ribet, tetapi lebih canggih dari sekedar mesin ketik manual biasa. Aku seringkali membantu ayahku menulis beberapa tulisan-tulisannya, dan lama kelamaan aku familiar dengan yang namanya komputer. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu pun terus mengalir, seiring dengan teknologi yang terus melaju berkembang. Komputer semakin canggih, OS semakin menginjak ke teknologi GUI (Graphical User Interface) yang makin sedap dipandang mata. Muncullah processor Pentium, dari Pentium I, Pentium II, Pentium IIII, hingga Pentium IV. Kami juga ingin merasakan gegap gempita dunia komputer, tibalah saatnya meng-upgrade processor ke Pentium II. Lubang disket kecil masih disertakan di processor Pentium II dan juga ada tambahan mouse PS/2 ber-trackball. Saat itu harus dibiasakan menggunakan mouse untuk melakukan perintah Windows (Windows XP). Di bangku SMP, kami sudah mendapat pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau komputer. Mulailah aku dikenalkan dengan MS Word dan Excel (edisi 2000), setiap pelajar diwajibkan untuk memiliki sebuah disket kecil (kapasitas 1,4 MB, belum ada flashdisk, untuk menyimpan satu file MP3 saja tak cukup, hehe… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-devil" alt="Devil" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM5bu4wWI/AAAAAAAAAe4/CA1wzJ75Oyk/wlEmoticon-devil2.png?imgmax=800" /&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masalah yang seringkali diperoleh waktu itu adalah mudahnya penularan virus dari disket, dan anti virus waktu itu masih terbatas, sedangkan budidaya ternak virus semakin gencar dilakukan. Bahkan virus-virus ganas banyak bermunculan di tahun 2000 hingga merugikan dunia bisnis seluruh dunia (ex. ILOVEU virus). Di Indonesia sendiri, virus-virus kecil tanpa disadari mulai menyebar dari satu komputer ke komputer yang lain. Sampai saat itu aku hanya mengenal komputer hanya sebatas virus, MS Word, MS Excel, game, dan aplikasi Windows default, belum ada pikiran bagaimana semua itu dibuat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mungkin karena pada waktu itu adalah awal millenium ketiga, perkembangan hardware dan software begitu cepat berkembang. Kemudian aku menemukan sebuah pemikiran, seorang yang geek komputer adalah seorang yang istimewa, ia bisa berkomunikasi dengan mesin, ia bisa membuat sesuatu yang bisa dimanfaatkan orang lein, melihat dunia IT berkembang begitu hebat. Di berita-berita, koran, majalah, dan pandangan orang, bahwa pekerjaan yang mempunyai prospek jangka panjang adalah IT. Tidak salah memang, hingga detik ini pun masih banyak orang &amp;amp; media yang mengatakan demikian… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqEHUx6E9I/AAAAAAAAAec/Khav-RiX4uY/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt; (ngeri gan, bukannya sombong, tapi dari hasil jalan-jalan kesana kemari).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Alhasil semakin hari aku memutuskan suatu saat bisa kuliah di jurusan Ilkom atau IT, dan itu benar-benar menjadi “amphetamin” dahsyat yang bisa membuatku sampai seperti ini. Aku semakin giat belajar, melakukan sesuatu yang terbaik, berpikir positif, dan idealis (haha).&amp;#160; Aku bisa masuk di SMA favorit di kotaku, berkenalan dengan teman-teman yang mempunyai ketertarikan yang sama, saling berbagi dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;just try it at home&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqEHUx6E9I/AAAAAAAAAec/Khav-RiX4uY/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt;, apapun resikonya (tanggung sendiri). Tak jarang aku merusak bahkan membuat komputer di rumahku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;error (nge-hang)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dan akhirnya kena marah sama yang punya (wakakak). Dan satu lagi, CPU sering masuk rumah sakit (tempat servis) gara-gara kecerobohanku, dan akhirnya (terpaksa) menukarnya dengan CPU yang lain (tukar tambah &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-openmouthedsmile" alt="Open-mouthed smile" src="http://lh6.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqEHUx6E9I/AAAAAAAAAec/Khav-RiX4uY/wlEmoticon-openmouthedsmile2.png?imgmax=800" /&gt;). Banyak pembelajaran yang aku ambil dari ke-nekat-an aku, aku bisa memperbaiki komputerku sendiri suatu saat, menganalisis kesalahan yang terjadi (hahaha), meskipun kadang juga masih salah (lagi-lagi “nekat”).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekitar tahun 2004 (sudah menginjak kelas 3 SMP &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-hotsmile" alt="Hot smile" src="http://lh5.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM6C3dFPI/AAAAAAAAAe8/qEC4yFWjH18/wlEmoticon-hotsmile2.png?imgmax=800" /&gt;), internet mulai dikenal tetapi belum populer, ditunjukkan dengan munculnya sebuah warnet di kota aku tinggal. Belum banyak yang memanfaatkan fasilitas itu, aku juga jarang mengunjunginya. Hanya beberapa kali untuk merasakan atmosfir kecanggihan internet waktu itu. Mungkin hanya sebatas browsing situs-situs yang terkenal dan latihan membuat email. Kebetulan warnet tersebut menggunakan Linux yang aku sama sekali belum mengerti seluk beluknya waktu itu. &lt;strong&gt;To be continued… &lt;img style="border-bottom-style: none; border-left-style: none; border-top-style: none; border-right-style: none" class="wlEmoticon wlEmoticon-rollingonthefloorlaughing" alt="Rolling on the floor laughing" src="http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLuM6_DhteI/AAAAAAAAAfA/1Sa8AKg7JSg/wlEmoticon-rollingonthefloorlaughing%5B2%5D.png?imgmax=800" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-4452343525157697730?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/4452343525157697730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=4452343525157697730&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4452343525157697730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4452343525157697730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/jejak-aku-mengenal-komputer-bag-1-win.html' title='Jejak Aku Mengenal Komputer Bag. 1 : Win 3.1 hingga Internet'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_iH5gUQACBT0/TLqE7h4HebI/AAAAAAAAAeo/WMigmzDggEU/s72-c/windows31_thumb.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-6168999356862292656</id><published>2010-10-16T10:44:00.001+07:00</published><updated>2010-10-16T10:44:40.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi : Inspirasi Terbaikku</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;Dan bergetarlah hati ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Seperti petikan gitar yang sedang kumainkan&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Atas nada-nada yang begitu lirih nan tenang&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Sampai melodinya menusuk dalam jiwa&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Akankah ada suara-suara yang membalasnya&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Menyanyikan irama kesunyian yang indah&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Lantang, hingga memutuskan dawai itu&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Hingga terlarut dalam mimpi yang suci&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Dapatkah kita mendengar lantunan itu lagi&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Ketika malaikat berseru kasih sayang&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Ketika peri menjerit kesedihan&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Antara pangeran kebenaran dan ratu kebaikan&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Terkadang jerat-jarat nadiku membuatku sakit&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Dan jarum-jarum berkarat menembus jantungku&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Merasakan sesuatu yang membuatku ragu&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Entahlah… aku hanya harus bersabar lagi&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Tuhan, berikan aku hela napas yang sejuk&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Saat aku tiada hentinya melepaskan suaraku&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Agar seseorang membisikkannya kembali&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Atau hanya hilang dihempas angin&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Mungkin jika esok adalah cerita terbaikku&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Saat pagi masih ditemani sang surya&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Saat malam masih terlukis cahaya bintang&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Kupastikan terus menggenggam mimpiku&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-6168999356862292656?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/6168999356862292656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=6168999356862292656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6168999356862292656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6168999356862292656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/puisi-inspirasi-terbaikku.html' title='Puisi : Inspirasi Terbaikku'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-3611729359101972728</id><published>2010-10-04T21:03:00.000+07:00</published><updated>2010-10-04T21:03:04.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Keamanan Komputer dan Ancamannya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Secara umum, keamanan komputer &lt;i&gt;(computer security)&lt;/i&gt; memiliki banyak makna, karena dapat dilihat dari berbagai sisi. Menurut Garfinkel dan Spafford, suatu komputer dapat dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan oleh pengguna. Secara garis besar, keamanan komputer mencakup empat hal mendasar, yaitu keamanan secara fisik (&lt;i&gt;physical security)&lt;/i&gt;, keamanan akses &lt;i&gt;(access security)&lt;/i&gt;, keamanan data &lt;i&gt;(data security)&lt;/i&gt;, dan keamanan jaringan (&lt;i&gt;network security)&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keamanan secara fisik dapat dilakukan dengan menempatkan sistem komputer pada tempat yang mudah diawasi, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelalaian / keteledoran pengguna yang seringkali meninggalkan terminal komputer dalam keadaan hidup Log On. Hal ini dapat mengakibatkan pihak lain dapat mengakses beberapa fasilitas sistem komputer. Keamanan akses biasanya menjadi tanggung jawab dari administrator sistem, dalam hal ini seorang administrator harus mampu mengontrol dan mendokumentasi seluruh akses terhadap sistem komputer. Keamanan data dilakukan dengan menerapkan sistem tingkatan akses dimana seorang hanya dapat mengakses data tertentu saja yang menjadi haknya. Keamanan jaringan berkaitan dengan pemanfaatan jaringan umum seperti internet dan ekstranet. Pengamanan jaringan dapat dilakukan dengan kriptografi dimana data yang sifatnya sensitif dilakukan enkripsi (penyandian) terlebih dahulu sebelum ditransmisikan melalui jaringan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keamanan komputer mempunyai beberapa persyaratan, yang meliputi &lt;i&gt;secrecy, integrity, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;availability&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Secrecy&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berhubungan dengan hak akses untuk membaca data/informasi dari suatu sistem informasi, dalam hal ini suatu sistem komputer dikatakan aman, jika suatu data/informasi hanya dapat dibaca oleh pihak yang telah diberikan hak/wewenang.&lt;i&gt;&lt;b&gt; Integrity&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berhubungan dengan hak akses untuk mengubah data dari suatu sistem komputer, dalam hal ini suatu sistem komputer dikatakan aman, jika suatu data hanya dapat diubah oleh pihak yang berwenang. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Avaibility&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berhubungan dengan ketersediaan data pada saat yang dibutuhkan, dalam hal ini suatu data dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pihak yang berhak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di era informasi seperti sekarang ini, data/informasi sudah menjadi suatu aset yang sangat berharga bahkan bisa dikatakan sangat vital, sehingga kebocoran, kehilangan, ataupun kerusakan terhadap data/informasi dari suatu instansi dapat mengancam kelangsungan hidup instansi yang bersangkutan. Mengingat berharganya suatu data/informasi, maka tidaklah heran jika bermunculan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab yang berusaha mencuri maupun mengubah dan merusak data/ informasi dari sistem komputer milik suatu instansi tertentu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang administrator yang baik, tentunya perlu mengetahui bentuk-bentuk ancaman apa saja yang mungkin terjadi pada sistem komputer yang sedang ditangani. Pada dasarnya bentuk ancaman terhadap suatu sistem komputer dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu: &lt;i&gt;Interruption, Interception, Modification,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Fabrication.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Interruption&lt;/b&gt; merupakan suatu bentuk ancaman terhadap availability, di mana suatu data dirusak sehingga tidak dapat digunakan lagi. Tindakan perusakan yang dilakukan dapat berupa perusakan fisik maupun non-fisik. Perusakan fisik umumnya berupa perusakan harddisk dan media penyimpanan lainnya serta pemotongan kabel jaringan, sedangkan perusakan non-fisik dapat berupa penghapusan suatu file-file tertentu dari suatu sistem komputer.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Interception&lt;/b&gt; merupakan suatu bentuk ancaman terhadap secrecy, di mana pihak yang tidak berhak berhasil mendapat hak akses untuk membaca suatu data/ informasi dari suatu sistem komputer. Tindakan yang biasa dilakukan biasanya melalui penyadapan data yang ditransmisikan lewat jalur publik/umum. Tindakan seperti ini biasa dikenal dengan istilah wiretapping dalam wired networking (jaringan yang menggunakan kabel sebagai media transmisi data).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Modification&lt;/b&gt; merupakan suatu bentuk ancaman terhadap integrity, di mana pihak yang tidak berhak berhasil mendapat hak akses untuk mengubah suatu data/ informasi dari suatu sistem komputer. Biasanya data/informasi yang diubah adalah record dari suatu tabel pada file basis data.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Fabrication&lt;/b&gt; juga merupakan suatu bentuk ancaman terhadap integrity. Tindakan yang biasa dilakukan adalah dengan meniru dan memasukkan suatu objek ke dalam sistem komputer. Objek yang dimasukkan bisa berupa suatu file maupun suatu record yang disisipkan pada suatu program aplikasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mengetahui beberapa bentuk dasar dari ancaman terhadap sistem komputer, diharapkan seorang administrator yang baik mampu melakukan analisis yang tepat ketika terjadi penyerangan atas sistem keamanan pada komputer yang sedang ditangani. Selain itu, seorang administrator juga tetap harus waspada terhadap keamanan komputer, karena setiap tindakan penyerangan terhadap suatu sistem komputer memiliki cara yang berbeda-beda walaupun bentuk dasarnya selalu sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[1]   Dasar-dasar Keamanan Komputer, http://irma14.blogspot.com/2008/09/dasar-dasar-keamanan-komputer.html, diakses tanggal 4 Oktober 2010 pukul 09.00.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[2]   Saltzer, Jerome H. and Schroeder, Michael D. 2000. The Protection of Information in Computer Systems. University of Virginia, Department of Computer Science.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[3]   S. Garfinkel, A. Schwartz, and G. Spafford. 2003. Practical Unix &amp;amp; Internet Security, 3rd Edition. O’Reilly.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[4]   Sibert, W. Olin. Malicious Data and Computer Security. InterTrust Technologies Corporation. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-3611729359101972728?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/3611729359101972728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=3611729359101972728&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3611729359101972728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3611729359101972728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/keamanan-komputer-dan-ancamannya.html' title='Keamanan Komputer dan Ancamannya'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5364707600471100333</id><published>2010-10-03T20:13:00.003+07:00</published><updated>2010-10-18T10:24:21.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Peran Mahasiswa Teknologi Informasi untuk  Mengatasi Kesenjangan Digital (Digital Divide)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesenjangan digital di era teknologi informasi saat ini menjadi perhatian penting di berbagai negara untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di bidang teknologi informasi, salah satunya yaitu di Indonesia. Definisi kesenjangan penguasaan teknologi (digital divide) sendiri menurut OECD tahun 2001, yaitu suatu gap/kesenjangan antar individu, kelompok, bisnis, dan area geografis pada level sosial-ekonomi yang berbeda, dimana sangat membutuhkan akses teknologi informasi dan komunikasi serta penggunaan internet untuk berbagai aktivitas kehidupan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah kesenjangan digital (digital divide) di Indonesia sebenarnya banyak dipengaruhi oleh tidak meratanya pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi dan regulasi di berbagai daerah. Sebagai contoh, adanya perbedaan pola hidup antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di daerah-daerah yang sudah maju. Masyarakat perkotaan di daerah yang sudah maju mempunyai kemampuan dan wawasan yang lebih tinggi akan teknologi informasi dibandingkan masyarakat perkotaan yang hidup di daerah kurang maju. Demikian pula, masyarakat pedesaan di daerah yang sudah maju, mereka akan mempunyai pengetahuan yang sedikit lebih tinggi untuk mengenal teknologi informasi dibanding masyarakat pedesaan di daerah yang kurang maju (bahkan tidak terjangkau jaringan komunikasi sama sekali).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Padahal, jika ditilik dari antusiasme masyarakat itu sendiri, bisa dikatakan bahwa masyarakat yang pernah mengalami usia anak-anak hingga remaja di milenium ketiga ini, dipastikan sudah mengenal piranti cerdas yang disebut komputer. Dengan demikian, antusiasme untuk mengenal lebih jauh tentang komputer dan internet bagi kebanyakan masyarakat sangat tinggi sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepemilikan komputer bagi setiap individu di masyarakat bukanlah menjadi sesuatu yang sulit didapatkan untuk saat ini, mengingat harga komputer yang semakin hari semakin terjangkau dengan berbagai pilihan. Kendala serius yang dihadapi pemerintah untuk mewujudkan masyarakat informasi justru terletak pada cara pandang masyarakat mengenai kebergunaan komputer itu sendiri yang tidak hanya dipatok sebagai barang mewah yang kaya hiburan. Akan tetapi, sudah saatnya kita sebagai ahli teknologi informasi meyakinkan dan melatih masyarakat untuk mengenalkan bahwa komputer adalah piranti cerdas yang mampu meningkatkan produktivitas, lapangan kerja, dan ketersediaan informasi yang cepat dan mudah digunakan di berbagai aspek bidang kehidupan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peran mahasiswa teknologi informasi untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan masyarakat informasi di tahun 2025 tidaklah mustahil jika dicanangkan sejak sekarang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dan dapat direalisasikan secara berkelanjutan yaitu melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengangkat jargon Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat, yang diadakan setiap semester di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak ada salahnya apabila pihak universitas dan pemerintah bekerja sama untuk membentuk tema khusus yang berkaitan dengan pengenalan teknologi informasi di masyarakat, sedangkan mahasiswa bertindak sebagai pelakunya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejumlah keterbatasan yang menjadi faktor pendukung di lapangan juga harus dipersiapkan terlebih dahulu. Misalnya dengan melakukan survey daerah pelosok yang sudah terjangkau listrik, jaringan telepon, dan internet. Selain itu, juga perlu dilakukan penelitian mengenai kondisi sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat setempat untuk mengetahui tingkat antusiasme dan kesadaran masyarakat untuk menyongsong masyarakat informasi di masa depan. Hal ini bukanlah menjadi hal yang sulit apabila sudah benar-benar direncanakan dan ditanggapi menjadi masalah yang fundamental oleh pemerintah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, penulis telah mengikuti program KKN PPM yang kebetulan mengangkat tema pokok teknologi informasi. Salah satu kegiatan utama yang diadakan yaitu pengenalan dan pelatihan komputer kepada masyarakat dan pamong desa di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Daerah tersebut dapat dikatakan termasuk daerah yang sudah merupakan perpaduan antara pedesaan dan perkotaan, dimana masyarakatnya sudah cukup mengenal dunia teknologi informasi, tetapi masih menjaga kebudayaan asli setempat. Dari hasil pengamatan di lapangan, antusiasme mereka ketika mengikuti kegiatan tersebut sangatlah tinggi, dengan peserta yang sebagian besar adalah remaja kawula muda. Lain halnya dengan pelatihan yang dilakukan untuk pamong desa yang rata-rata berusia di atas empat puluh tahun, antusiasme mereka untuk belajar dunia komputer sangat kecil. Melihat kenyataan tersebut, level usia masyarakat yang hidup di era komputerisasi juga harus diperhatikan untuk memudahkan akselarasi kemajuan teknologi informasi di tahap selanjutnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah konkrit yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa untuk mengatasi kesenjangan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai tahap dan metode pembelajaran. Pertama, diawali dengan sosialisasi dan pengenalan yang mendasar tentang pentingnya masyarakat informasi agar dapat bersaing dengan dunia global. Kedua, perlunya pelatihan dan pembelajaran secara bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya dan prasarana yang dimiliki setiap individu masyarakat. Ketiga, menanamkan pola pikir masyarakat akan pentingnya media informasi untuk meningkatkan produktivitas kerja di berbagai aspek kehidupan. Untuk itu, sudah saatnya peran mahasiswa teknologi informasi dibantu oleh pemerintah dan masyarakat digalakkan di berbagai pendidikan tinggi Indonesia untuk menghadapi masalah kesenjangan digital yang terlalu renggang, sehingga kelak mimpi Indonesia mewujudkan masyarakat informasi benar-benar bisa dirasakan setiap lapisan masyarakat di mana pun mereka tinggal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Referensi : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[1]  Istiyanto Ph.D., Jazy Eko. Mempersempit Kesenjangan Digital. Majalah e-Indonesia, Volume I, No. 9, Februari 2006. &lt;br /&gt;[2]   Organisation for Economic Co-Operation and Development, OECD 2001. Understanding the &lt;br /&gt;Digital Divide. OECD Publication, Paris. &lt;br /&gt;[3]  Sekarniningsih, Titin. Desain Mobile Community Access Point (M-CAP), Mobile Internet, Depkominfo : Digital Divide atau Kesenjangan Digital di Indonesia. Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. &lt;br /&gt;[4]  Yulvitri, Alivia. 2008. Pengukuran Kesenjangan Digital dalam Penguasaan TIK di Lingkungan Pegawai Pemerintah. STEI ITB. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5364707600471100333?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5364707600471100333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5364707600471100333&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5364707600471100333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5364707600471100333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/10/peran-mahasiswa-teknologi-informasi.html' title='Peran Mahasiswa Teknologi Informasi untuk  Mengatasi Kesenjangan Digital (Digital Divide)'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7244288178186700784</id><published>2010-06-22T23:16:00.005+07:00</published><updated>2010-10-03T18:37:57.747+07:00</updated><title type='text'>Ide Soal dan Jawaban UAS Pemrograman Jaringan dan Web</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maaf teman-teman, baru bisa membuat jawaban atas soal yang saya ajukan kemaren... Hehehe... Ini bukan berarti promosi blog lho (haha), yang mau share atau nambah-nambah komen di blog ini sangat diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silakan disimak, dipahami, dan dimengerti sendiri. Jika masih kurang jelas, silakan baca atau unduh file/sumber yang saya sertakan di bawah, di sana ada beberapa ilustrasi yang mungkin bisa dimanfaatkan. Semoga soal yang keluar ga jauh-jauh dari ini deh... GOOD LUCK!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;SOAL :&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;1. Sebutkan karakteristik dari protokol TCP dan UDP!&lt;br /&gt;2. Jelaskan konsep threads dan streams!&lt;br /&gt;3. Apa yang membedakan antara URI, URL, dan URN ! Jelaskan!&lt;br /&gt;4. Bagaimana mekanisme kerja antara socket dan port dalam pembentukan koneksi suatu jaringan?&lt;br /&gt;5. Sebutkan contoh penggunaan protokol handler dalam pemrograman jaringan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Nomor 1&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Karakteristik TCP :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Connection-oriented dan reliable (data dijamin secara utuh sampai tujuan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Dipakai untuk mentransmisikan data dalam jumlah besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Pengiriman lebih lambat daripada UDP, karena koneksi tidak langsung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Untuk menjamin diperlukan komunikasi awal dengan penerima sebelum transfer data dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Contoh aplikasi : web browser, email, file transfer &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Karakteristik UDP :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Connectionless (bekerja tidak menjamin data sampai ditujuan secara utuh)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Biasa digunakan untuk mentransmisikan data dalam jumlah kecil pada satu waktu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Pengiriman lebih cepat daripada TCP, karena koneksi secara langsung &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Reliabilitasnya/penjaminan data sampai pada penerima tergantung dari aplikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Contoh aplikasi : domain name system (DNS), video streaming, voice over IP (VoIP) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Nomor 2 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Konsep Threads :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sebuah pemrograman berorientasi object seperti halnya Program Java, kita mengenal sebuah pengontrol aliran program yang akan dieksekusi oleh komputer (Threads). Dengan adanya threads dalam pemrograman java kita dapat membuat program yang saling berurutan (sekuensial).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Thread merupakan kemampuan yang disediakan oleh Java untuk membuat aplikasi yang tangguh, karena thread dalam program memiliki fungsi dan tugas tersendiri. Dengan adanya thread, dapat membuat program yang lebih efisien dalam hal kecepatan maupun penggunaan sumber daya, karena kita dapat membagi proses dalam aplikasi kita pada waktu yang sama. Thread umumnya digunakan untuk pemrograman multitasking, networking, yang melibatkan pengaksesan ke sumber daya secara konkuren.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Secara konkrit, konsep threads dapat dilihat ketika kita mengetik sebuah dokumen di komputer dengan menggunakan text editor, dalam waktu yang bersamaan kita juga dapat mendengarkan musik, dan surfing lewat internet pada PC. Sistem operasi yang telah terinstal dalam komputer kita memperbolehkan untuk menjalankan multitaskting. Seperti itu juga sebuah program, ia juga dapat mengeksekusi beberapa proses secara bersama-sama (ibaratkan beberapa aplikasi berbeda yang bekerja pada sebuah PC). Contoh aplikasi adalah HotJava browser yang memperbolehkan untuk browsing terhadap suatu page, bersamaan dengan mendownload object yang lain, misalnya gambar, memainkan animasi, dan juga file audio pada saat yang bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Konsep Streams :&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Stream adalah representasi abstrak dari input dan output device, dimana aliran bytes akan ditransfer seperti file dalam harddisk, file pada sistem remote atau printer. Kita dapat membaca data dari input stream, yang dapat berupa file, keyboard atau komputer remote. Sedangkan untuk operasi penulisan berarti menulis data pada output stream. Package Java I/O mendukung dua tipe stream, yaitu binari dan karakter stream. Binari merupakan data berupa bit atau data binari, sedangkan karakter adalah tipe khusus untuk pembacaan dan penulisan teks/karakter.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan ketika kita melakukan penulisan dan pembacaan data sering kita sebut dengan proses input dan output, dimana penulisan data berarti mengalirkan data ke output dan menerima atau mendapatkan data dari input. Kita mengenal, dua macam stream yaitu Stream Input dan Stream output.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Nomor 3&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;URI (Uniform Resource Identifier)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Uniform Resource Identifier (URI) adalah kumpulan karakter dalam sintaks tertentu yang mengidentifikasi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sebuah resource. Resource bisa merupakan file di server tapi juga bisa merupakan email address, berita, buku, host internet, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Sintaks : scheme:scheme-specific-part&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;scheme bisa berupa : data, file, http, ftp, gopher, mailto, news, telnet.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;scheme-specific-part bisa berupa : //authority/path?query&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Contoh : http://www.ugm.ac.id/index.php?a=1&amp;amp;b=2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;URN (Uniform Resource Name)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Tujuan URN adalah menghandle resource yang dimirror pada banyak tempat yang berbeda atau telah dipindah dari satu tempat ke tempat lain. URN mengidentifikasi resource itu sendiri, bukan tempat resourcenya. Jika terdapat sebuah URN, sebuah program FTP harus mengambil filenya dari mirror terdekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Sebuah URN memiliki format sebagai berikut urn:namespace:resource_name.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Sebuah namespace adalah nama dari koleksi dari resource. Sebuah resource_name adalah nama dari resource dari sebuah koleksi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- Contohnya, URN dari urn:ISBN:1565924851 mengindentifikasikan sebuah dalam ISBN dengan identifikasi 1565924851. Dan mengacu pada sebuah buku misalnya bernama : Java Network Programming. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masing-masing sintaks tergantung pada resource_name.ISBN namespace terdiri dari 10 atau 13 karakter, semuanya adalah digit— dengan sebuah aturan bahawa karakter terakhir berupa huruf : X (baik huruf besar / kecil).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;URL (Uniform Resource Locator)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- URL (Uniform Resource Locator) : penunjuk ke suatu resource di Internet pada lokasi tertentu, misal: http://www.oreilly.com/catalog/javanp3/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- URL ada dua macam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a. Absolute URL : contoh (img src=”http://www.ugm.ac.id/ugm.jpg”) -&amp;gt; tanda &lt;b&gt;()&lt;/b&gt; diganti dengan &lt;b&gt;&amp;lt;&amp;gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b. Relative URL : contoh (img src=”images/ugm.gif”) -&amp;gt; tanda &lt;b&gt;()&lt;/b&gt; diganti dengan &lt;b&gt;&amp;lt;&amp;gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Nomor 4&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Mekanisme Port&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Port adalah alamat yang membedakan koneksi TCP yang berbeda-beda pada mesin yang sama (lihat Pengalamatan TCP/IP). Port TCP adalah nomor yang mengindentifikasi koneksi dalam mesin spesifik. Semua aplikasi upper-layer yang menggunakan TCP atau UDP memiliki sebuah nomor port yang mengidentifikasikan aplikasi. Secara teori, nomor port dapat ditentukan pada sebuah mesin. nomor port dapat diubah, meskipun hal ini dapat mengakibatkan kerumitan. kebanyakan sistem mengatur sebuah file yang berisi informasi nomor port dan pasangan layanannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umumnya nomor port diatas 255 disediakan untuk kebutuhan pribadi (private) pada mesin lokal, dan nomor port dibawah 255 digunakan untuk proses yang sering digunakan. Daftar nomor port yang paling sering digunakan yang dipublikasikan oleh Internet Assigned Numbers Authority.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Mekanisme Socket &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap sirkuit komunikasi yang masuk dan keluar lapisan TCP dikenali secara unik dengan dua kombinasi angka, yang kemudian disebut sebagai socket. Socket terdiri atas alamat IP sebuah mesin dan nomor port yang digunakan software TCP. Baik mesin pengirim dan penerima memiliki socket. Karena IP address sifatnya unik dalam internetwork, dan nomor port bersifat unik untuk setiap mesin, maka berarti nomor socket juga bersifat unik dalam internetwork. Ini memungkinkan sebuah proses berkomunikasi dengan proses lain dalam jaringan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam prosesi pengiriman, TCP pengirim meminta koneksi kepada TCP penerima dengan menggunakan nomor socket yang unik. Proses ini dapat dilihat pada gambar berikut. Misalnya jika  TCP pengirim menginginkan sebuah koneksi session telnet dari nomor port 350, maka nomor socket akan terdiri atas alamat IP mesin source dengan nomor port (350), dalam message yang dikirim terdapat informasi nomor port tujuan 23 (nomor port aplikasi Telnet). Mesin penerima TCP memiliki nomor source port 23 (Telnet) dan port destination 350 (nomor port mesin pengirim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Nomor 5&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;URL menggunakan sebuah protocol handler untuk mengadakan koneksi dengan server dan melakukan apapun yang protokol butuhkan untuk mendapatkan data. Sebagai contoh handler protokol HTTP mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan HTTP server dan mendapatkan dokumen, FTP handler mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan HTTP server dan mendapatkan file dsb. Setelah protocol handler memperoleh data, selanjutnya data tersebut akan diberikan pada content handler untuk diterjemahkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cara kerja protocol handler secara sederhana yaitu, pertama URL mencari URLStreamHandler yang sesuai dengan kompoen protokol URL. URLStreamHandler kemudian menyelesaikan penguraian URL dan meneruskannya ke URLConnection ketika siap berkomunikasi dengan server. URLConnection akan membuat koneksi dengan server dan mulai menjalankan protokol komunikasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Sumber (thanks for all) :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- http://te.ugm.ac.id/~bimo/Kuliah/TIF314/slides/week01/PJW01_C/01-Networks%20&amp;amp;%20Protocols.ppt&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- http://affandys.blogspot.com/2007/12/threads-stream-io-pada-java-programing.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/PEMROGRAMAN%20JARINGAN-Modul2.pdf&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- http://teknik-informatika.com/port-dan-socket/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;- http://te.ugm.ac.id/~bimo/Kuliah/TIF314/slides/week04/PJW04_C/05-Protocol%20Handlers.pptx&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7244288178186700784?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7244288178186700784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7244288178186700784&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7244288178186700784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7244288178186700784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/06/ide-soal-dan-jawaban-uas-pemrograman.html' title='Ide Soal dan Jawaban UAS Pemrograman Jaringan dan Web'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-8609779662140005650</id><published>2010-04-22T23:22:00.001+07:00</published><updated>2010-10-03T19:00:39.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Stop Global Warming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>If The Earth No Longer Breathe</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ladies and gentlemen, Mr. Al Gore.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;It's almost as if a window was opened through which the future was very clearly visible.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"See that?" he said, "See that?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"That's the future in which you are going to live your life."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Future generations may well have occasion to ask themselves,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"What were our parents thinking?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Why didn't they wake up when they had a chance?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;We have to hear that question from them, now.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika Anda pernah melihat film An Inconvenient Truth, maka kalimat-kalimat di atas adalah beberapa yang saya kutip dari pengantar menit-menit akhir film tersebut. Sebuah pernyataan yang mengisyaratkan pendengarnya untuk berpikir jika suatu saat ada generasi masa depan yang lantang berbicara demikian. Sudahkah kita menjawab pertanyaan itu? Setidaknya mari kita lebih sedikit peduli dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kengerian global yang jika dibiarkan mungkin bumi ini tak lagi bernapas. Sebab itulah tulisan ini saya beri judul "If The Earth No Longer Breathe" (Jika Bumi Tak Lagi Bernapas).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9B3sNhx4QI/AAAAAAAAAdM/3XhsIZg5ClY/s1600/green_earth_istock_000005695282xsma.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="319" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9B3sNhx4QI/AAAAAAAAAdM/3XhsIZg5ClY/s320/green_earth_istock_000005695282xsma.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa waktu yang lalu saya membeli sebuah tabloid IT yang di salah satu rubriknya terdapat bagian yang membahas review situs-situs yang bermanfaat. Salah satu yang tertulis di situ adalah www.worldometers.info. Dalam review yang tertulis di situ, situs tersebut menyediakan sekumpulan informasi real time yang berhubungan dengan keadaan sosial dunia. Data yang diperoleh dari situs tersebut berasal dari kerja sama dengan beberapa lembaga sensus dan survei dunia, sehingga keakuratan data yang ditunjukkan tak diragukan lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lantas saya langsung mencoba menuju ke situs tersebut untuk menguak lebih dalam. Ternyata informasi yang ditampilkan beberapa diantaranya menyangkut hal-hal seperti jumlah populasi dunia, keadaan ekonomi dan pemerintahan, jumlah media informasi yang beredar, keadaan lingkungan, konsumsi pangan, konsumsi energi, dan kondisi kesehatan. Semuanya ditampilkan secara real time seperti layaknya speedometer!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian saya coba melihat sebuah data, yaitu jumlah penduduk. Di situs tersebut, jumlah penduduk dunia yang masih hidup (ketika tulisan ini ditulis) sudah lebih dari 6,8 milyar kepala. Semuanya itu tersebar di beberapa negara dengan komposisi 10 negara dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu China, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brazil, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Rusia, dan Jepang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6RME-HcJBI/AAAAAAAAAb0/DoQ6qPORpaE/s1600-h/worldpop.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="307" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6RME-HcJBI/AAAAAAAAAb0/DoQ6qPORpaE/s400/worldpop.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di lain sisi, emisi karbondioksida (CO2) di Indonesia sendiri sampai detik ini setidaknya ada 1000 ton CO2 setiap 1,4 menit yang dibuang ke udara bebas. Anda dapat melihat peta emisi karbon di seluruh dunia di situs www.breathingearth.net. Jika Anda lihat, Indonesia termasuk salah satu negara yang jumlah emisi karbonnya lebih dari 1000 ton dibanding dengan negara-negara lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memang tak bisa dipungkiri, jika dikatakan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak. Meskipun emisi karbon seluruh dunia sebagain besar disebabkan oleh pembakaran hutan, tetapi kendaraan bermotor menempati urutan ketiga setelah cerobong asap pabrik dalam jumlah kapasitas emisi yang dihasilkan setiap tahunnya. Selain itu, kendaraan bermotor juga menyerap banyak bahan bakar minyak, yang harganya semakin melambung, karena cadangan yang ada sampai saat ini diperkirakan tak bertahan lama sampai ada kilang minyak baru ditemukan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu, seberapa pengaruh kehidupan bumi untuk manusia? Jika kita melihat filosofi manusia, maka manusia itu adalah makhluk hidup yang butuh oksigen untuk bernapas setiap saat. Udara yang kita hirup adalah udara yang bersih, karena itu adalah kebutuhan vital kita. Jika kita menghirup udara kotor maka tubuh kita akan terganggu, terutama proses metabolisme dalam tubuh. Kita butuh udara yang bersih dan semua itu didapat dari lingkungan yang bersih pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Coba bayangkan jika bumi tak lagi punya pepohonan yang menghasilkan banyak oksigen untuk kita hirup, jika bumi tak lagi punya tempat berteduh (atmosfer) untuk kita berteduh dari sengatan sinar matahari. Kita akan semakin tak nyaman untuk hidup, hari-hari begitu panas, banyak penyakit menjangkiti manusia, dan semua itu adalah kehidupan-kehidupan yang saling berhubungan. Jika salah satu mati, maka kesempatan untuk hidup menjadi kecil, karena kompetisi berjuang memperoleh kehidupan semakin tangguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika bumi tak lagi bernapas. Itulah judul tulisan ini. Pada intinya kita harus menjadi lebih sadar diri dengan melihat quote awal tulisan ini : Jika masih ada kesempatan saat ini, mengapa kita tak memanfaatkannya sejak sekarang? Itulah pertanyaan yang harus kita jawab dan kita cermati. Suatu saat kita pasti bangga mendengar anak cucu kita berkata "betapa indahnya dunia ini, berterima kasihlah kepada nenek moyang kita".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melakukan apa yang kita bisa lakukan sesuai bidang kita masing-masing, meskipun kecil, itu jauh lebih berarti daripada menunggu seseorang meneriaki kita setiap hari untuk selalu sadar diri, sedangkan kita tak pernah sedikit pun mengecamkan kata-kata itu. Menjaga bumi dan menghargai bumi atas apa yang telah diberikan kepada kita, kehidupan, pemandangan yang indah, hingga udara yang segar sudah sepatutnya kita lakukan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik untuk sekarang dan masa depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selamat Hari Bumi Sedunia. 22 April 2010. Give Earth A Hand. :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-8609779662140005650?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/8609779662140005650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=8609779662140005650&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8609779662140005650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8609779662140005650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/04/if-earth-no-longer-breathe.html' title='If The Earth No Longer Breathe'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9B3sNhx4QI/AAAAAAAAAdM/3XhsIZg5ClY/s72-c/green_earth_istock_000005695282xsma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-4711436729921687471</id><published>2010-04-22T22:46:00.003+07:00</published><updated>2010-04-22T22:59:12.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Rock Is The Anthem Of Great Spirit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9BwK7dPP9I/AAAAAAAAAc8/TWa6nWZ3ChU/s1600/ROCK+N+ROLL+PATCH+HEADER.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="129" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9BwK7dPP9I/AAAAAAAAAc8/TWa6nWZ3ChU/s320/ROCK+N+ROLL+PATCH+HEADER.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam benak saya, selalu ada dua pandangan yang berbeda tentang musik rock. Mungkin banyak juga yang merasa demikian ketika pertama kali mendengar kata-kata "rock". Di satu sisi rock dipandang sebagai suatu aliran musik yang dicirikan dengan irama beat yang cepat nan menggebu-gebu, di sisi yang lain rock hanyalah sebuah ungkapan untuk mengungkapkan perasaan baik melalui lagu atau sikap bahwa ia sedang bersemangat menjalani hidup, apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bilang bahwa musik rock itu adalah musik yang liar, tak enak didengar, dan hanya didengar oleh kaum-kaum brandal. Ada benarnya juga mungkin, karena itu sebuah kenyataan untuk beberapa orang, tetapi jika Anda jeli melihat keadaan yang sesungguhnya, musik rock bukanlah musik yang liar. Musik rock banyak dibuat untuk merayakan&amp;nbsp; sebuah kemenangan, dengan banyak tema. Tidak hanya bercerita tentang cinta kepada lawan jenis, tetapi kepada semua manusia, alam, dan kehidupan. Berbeda dengan lagu-lagu pop yang lebih banyak bertemakan cinta kepada lawan jenis, perselingkuhan, patah hati, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat Indonesia di era 70'an, musik rock dianggap sebagai musik "ngak ngik ngok" oleh bung Karno pada saat menjadi presiden. Oleh karenanya, musisi-musisi rock waktu itu banyak yang dicekal, tidak boleh manggung, bahkan sampai di penjara, salah satu korbannya adalah Koes Plus. Musik rock dianggap sebagai musik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, dan banyak menimbulkan masalah dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tersebut untunglah tidak berlangsung lama, kebebasan berekspresi mulai didengar banyak orang, terlebih tak lama kemudian kepemimpinan Bung Karno digantikan oleh Soeharto. Perlahan-lahan musisi-musisi rock mulai diberikan tempat. Grup-grup seperti God Bless dan yang semacamnya di era 80'an mulai menunjukkan taringnya, menyemarakkan kehidupan musik rock tanah air. Beberapa diantara mereka sukses menjadi idola bangsa, konser-konser mulai banyak digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian menjelang tahun 90-an mulai diadakan penghargaan kepada musisi-musisi tanah air. Mereka telah sadar, bahwa musisi-musisi Indonesia patut dihargai karya-karyanya. Genre pop, rock, dan jazz, waktu itu masih mendominasi sebagian besar genre musik yang ada di Indonesia dengan format band, female singer, &amp;amp; male singer.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9BwRc4K2BI/AAAAAAAAAdE/JS7sgWIPzSE/s1600/YouRockHand.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9BwRc4K2BI/AAAAAAAAAdE/JS7sgWIPzSE/s320/YouRockHand.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rock telah bangkit hingga millenium ketiga ini. Indonesia yang terdiri dari banyak penduduk ini, ternyata juga banyak menghasilkan musisi-musisi berbakat yang menghiasi dunia permusikan Indonesia. Berbagai kejuaraan dan festival untuk menjaring bibit baru semakin sering diadakan. Akan tetapi belakangan, banyak yang kesal melihat bahwa menjadi popularitas di tengah bangsa ini menjadi semakin mudah. Orang mudah terkenal jika lagu mereka bisa dijual (jualan), kualitas nomor dua, yang penting laku. Semakin banyak orang yang mengaku mempunyai musik rock, padahal sebenarnya bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bukti bahwa rock melambangkan sebuah "anthem" yang dinyanyikan ketika merayakan kemenangan. Rock telah membuktikan diri mampu bangkit di tengah-tengah era yang anti musik rock. Rock semakin digemari, rock masih bertahan hingga ke pelosok-pelosok yang jarang didengar, atau sering disebut underground. Mereka tak butuh popularitas, mereka hanya ingin berkreasi menunjukkan samangatnya. Membuktikan diri di belakang garis minoritas mengalahkan genre-genre musik yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kadang konser-konser musik rock di Indonesia sering menjadi masalah hingga membawa banyak korban, termasuk tawuran hingga berdesak-desakan saat menonton konser, bagi saya itu adalah tindakan yang sangat konyol. Itu hanya akan membuat nama musik rock sarat dengan kekerasan dan anti perdamaian. Maka tak ada salahnya seringkali sang artis berteriak-teriak untuk menggalang aksi damai ketika mereka manggung. Itu adalah tindakan yang patut dicontoh, dan juga jangan hanya berbicara, tetapi cobalah para artis untuk selalu memberikan energi positif kepada penggemar-penggemar mereka. Rocker adalah panutan bagi pemuja-pemujanya, jika mereka berbuat positif maka mereka tentu akan ditiru dan dicontoh oleh pengikutnya. Sebuah kekuatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang penggemar musik rock juga tak harus bersikap urakan. Itu adalah sebuah pembodohan, yang terpenting bagi setiap individu adalah bagaimana ia melakukan tindakan seperti yang dilukiskan dalam musik rock itu sendiri. Tak pantang menyerah dan selalu berpikir positif menghadapi setiap rintangan di depan. Rock tidak mengenal latar belakang, ia diciptakan untuk dinikmati semua kalangan. Itulah sesungguhnya yang dimaksud dengan "Great Spirit".&lt;br /&gt;Keep Rock n Roll &amp;amp; Be Yourself, Fellas!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-4711436729921687471?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/4711436729921687471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=4711436729921687471&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4711436729921687471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4711436729921687471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/04/rock-is-anthem-of-great-spirit.html' title='Rock Is The Anthem Of Great Spirit'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S9BwK7dPP9I/AAAAAAAAAc8/TWa6nWZ3ChU/s72-c/ROCK+N+ROLL+PATCH+HEADER.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-3268971479193165982</id><published>2010-04-07T10:02:00.001+07:00</published><updated>2010-04-07T10:03:28.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Software Virtualisasi dan Mitos Seputar Virtualisasi Hardware</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7v1e1z0M9I/AAAAAAAAAc0/_Ld0jjRl_pg/s1600/VBox_run.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7v1e1z0M9I/AAAAAAAAAc0/_Ld0jjRl_pg/s320/VBox_run.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Teknologi virtualisasi diperkirakan menjadi teknologi yang semakin tren pada masa mendatang. Selain penghematan biaya (listrik atau pembelian server baru), teknologi virtualisasi juga memudahkan deploy-and-destroy untuk keperluan pengujian dan pengembangan aplikasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Melihat tren ini, vendor-vendor hardware juga mendukung teknologi virtualisasi ini. Intel dan AMD adalah vendor yang menjadi pionir dalam mendukung teknologi virtualisasi melalui produk processor yang dihasilkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebelum processor dapat menunjang virtualisasi, tulang punggung dari virtualisasi adalah software. Semua dikontrol melalui software virtualisasi. Namun, pada tahun 2006, AMD memproduksi AMD Virtualization (AMD-V) sebuah processor yang mula-mula berkodekan “Pacifica” yang diklaim sebagai processor pertama yang mendukung teknologi virtualisasi. Kemampuan AMD-V ini tersedia pada keluarga processor Athlon 64 dan Athlon 64 X2, Turion 64 X2, generasi ke-2 dan ke-3 Opteron, processor Phenom dan Phenom II. Sedangkan untuk Intel, processor dengan teknologi virtualisasi ini mulanya dikenal dengan kode “Vanderpool”. Lalu Intel meluncurkan dukungan teknologi virtualisasi ini dengan brand VT-x pada tahun 2006 yang dikhusukan untuk platform x86. Perlu dicatat bahwa tidak semua processor Intel terbaru dapat mendukung teknologi virtualisasi. Beberapa processor yang mendukung VT-x adalah beberapa tipe Core 2 Duo, Core 2 Quad, Core 2 Extreme, seri Xeon (3000, 5000, 7000), processor Intel i7, processor Dual Core E6300, dan beberapa versi E5300 dan E5400. Fitur dukungan virtualisasi ini perlu diaktifkan terlebih dahulu melalui BIOS, sebelum aplikasi dapat memanfaatkannya karena beberapa produsen motherboard/BIOS/chipset secara default men-disable fitur ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dari dukungan processor tersebut, kemudian muncullah istilah “hardware-assisted virtualization” atau orang biasa menyebut “hardware virtualization” yang sebenarnya kurang begitu cocok karena menimbulkan kesan bahwa hardware-lah yang berfungsi sebagai virtualisasi. Padahal maksud dari “hardware-assisted virtualization” sebenarnya adalah processor yang lebih dioptimasi untuk menangani lingkungan virtual. Dan itu hanya dapat dilakukan ketika software virtualisasi dijalankan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Beberapa mitos dan kebingungan yang sering terjadi mengenai hardware-assisted virtualization ini adalah : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kemampuan full virtualization yang tertanam dalam hardware sehingga  dengan processor yang mendukung adanya virtualisasi, memungkinkan untuk menginstall beberapa sistem operasi, dan menjalankannya secara paralel dengan tombol tertentu yang ada di casing atau menggunakan kombinasi tombol pada keyboard untuk berpindah sistem operasi yang satu ke yang lainnya. Asumsi ini keliru. Benar bahwa teknologi virtualisasi akan mengarah ke sana, namun teknologi hardware masihlah belum menunjang hal tersebut. Saat ini, semua bentuk teknologi virtualisasi dilakukan oleh Hypervisor, yaitu sebuah software virtualisasi yang akan membantu dalam membuat dan mengelola virtual machine yang ada. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Hardware virtualization akan meningkatkan kinerja secara signifikan. Dengan adanya hardware virtualization, makan virtual machine yang ada akan dapat berjalan secara paralel pada kecepatan asli processor. Misalkan sebuah processor dengan 3GHz, maka jika ada tiga buah virtual machine, masing-masing virtual machine tersebut akan berjalan dalam kecepatan 3 GHz yang ada pada processor. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Hardware virtualization tidak bekerja dengan cara demikian. Sekali pun adanya dukungan processor dengan teknologi virtualisasi, masing-masing virtual machine yang ada masihlah tetap berbagi komputasi yang dimiliki CPU. Jadi jika ada processor dengan kecepatan 3 GHz, itulah yang akan dibagi-bagi untuk virtual machine yang ada. Tergantung dari Anda untuk melakukan pembagian sumber daya CPU kepada virtual machine yang ada melalui software yang digunakan (beberapa software menawarkan berbagai macam kemudahan untuk mengelola hal ini). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Semua solusi virtualisasi yang ditawarkan akan dapat ditunjang dengan adanya hardware-assisted virtualization. Kenyataannya, ada beberapa solusi virtualisasi yang sama sekali tidak memanfaatkan hardware untuk virtualisasinya sehingga walaupun CPU dapat mendukung teknologi virtualisasi, tetap saja tidak berguna. Alasan yang sering diajukan mengapa mereka tidak memanfaatkan hardware-assisted virtualization adalah bukan karena mereke ketinggalan dari yang lain, namun justru karena mereka tetap ingin fleksibel dan tidak membatasi “deployment” terhadap sistem terbaru. Dua contoh software virtualisasi yang tidak memanfaatkan hardware-assisted virtualization adalah Bochs dan Sun Virtualbox. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Mereka melakukan emulasi penuh dan menerapkan instruksi-instruksi x86 pada software mereka sendiri. Solusi ini memberikan fleksibilitas yang lebih baik, karena software-software tersebut tidak membutuhkan AMD-V atau Intel-VT untuk dijalankan. Bahkan Bochs tidak membutuhkan hardware x86 untuk dijalankan, namun tetap dapat mengemulasikan instruksi-instruksi x86 dengan sempurna. Kecepatan eksekusinya tentunya tidak ada masalah untuk menjalankan Windows pada sistem SPARC , misalnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Ada beberapa software yang cukup populer digunakan untuk melakukan virtualisasi ini, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;VMWare. VMWare dikenal sebagai pelopor dalam software virtualisasi. Kata VM dari VMWare sendiri punya kepanjangan Virtual Machine. Saat ini, software desktop VMWare dapat berjalan pada Microsoft Windows, Linux, dan MacOS X. Sementara software enterprise VMWare yaitu, VMWare ESX Server dapat dijalankan langsung pada server tanpa perlu adanya sistem operasi. Secara umum, software VMWare ini dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu software desktop, software server, dan produk-produk lain. Untuk software desktop ada tiga macam, yaitu VMWare Workstation yang dirilis pertama kali pada tahun 1998, yang memungkinkan melakukan instalasi beberapa sistem operasi pada x86 di PC yang sama. Yang kedua dari software desktop VMWare adalah VMWare Fusion yang dikembangkan untuk komputer Macintosh dengan processor Intel. Dengan VMWare Fusion ini, memungkinkan untuk menjalankan Microsoft Windows, Linux, Netware, dan Solaris sebagai virtual machine bersamaan dengan Mac OS. Software desktop yang ketiga dari VMWare adalah VMWare Player yang merupakan software virtualisasi freeware dengan berbagai batasan.Untuk software server, VMWare memasarkan 3 produk virtualisasi yang diperuntukkan bagi server, yaitu VMWare ESX, VMWare ESXi dan VMWare Server yang dapat didownload secara gratis di &lt;a href="http://www.vmware.com/products/server"&gt;www.vmware.com/products/server&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Microsoft Hyper-V atau yang sebelumnya bernama Windows Server Virtualization merupakan virtualisasi yang bersifat hypervisor-based untuk sistem x64. Versi beta dari Hyper-V dipasarkan dengan edisi Windows Server 2008, dan versi finalnya dirilis tanggal 26 Juni 2008. Microsoft menyatakan bahwa produk ini merupakan suatu usaha dari Microsoft untuk menyediakan sebuah sistem operasi terbaik yang mendukung teknologi virtualisasi. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Virtual Box merupakan software virtualisasi yang mulanya dibuat oleh perusahaan software Jerman, yaitu Innotex. Saat ini, Virtual Box dikembangkan secara penuh oleh Sun xVM. Sistem operasi host yang didukung oleh Virtual Box adalah Linux, MAC OS X, OS/2 Warp, Windows XP atau Vista, serta Solaris. Sedangkan untuk sistem operasi guest yang didukung termasuk DragonFlyBSD, FreeBSD, Linux, OpenBSD, OS/2 Warp, Windows, dan Solaris. Versi terakhir dari Virtual Box ini dapat mendukung Windows 7 beta. Menurut survei di tahun 2007 yang diadakan oleh DesktopLinux.com, VirtualBox menduduki software virtualisasi terpopuler ke-3. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber : PC Mild Edisi 16/2009 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-3268971479193165982?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/3268971479193165982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=3268971479193165982&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3268971479193165982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3268971479193165982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/04/software-virtualisasi-dan-mitos-seputar.html' title='Software Virtualisasi dan Mitos Seputar Virtualisasi Hardware'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7v1e1z0M9I/AAAAAAAAAc0/_Ld0jjRl_pg/s72-c/VBox_run.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-5257857147267048964</id><published>2010-04-03T10:20:00.001+07:00</published><updated>2010-04-03T10:24:12.164+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Lebih Jauh Tentang Content Management System</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azWoyK8QI/AAAAAAAAAck/wZXJNM6u9yY/s1600/content_management_system1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="238" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azWoyK8QI/AAAAAAAAAck/wZXJNM6u9yY/s320/content_management_system1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Bagi banyak perusahaan, saat ini merupakan identitas di Internet. Informasi dapat disampaikan dan diterima dengan lebih cepat berkat adanya website. Yang menjadi masalah kemudian adalah pengelolaan informasi pada website menjadi lebih kompleks, ketika pemutakhiran dilakukan secara periodic. Content Management System (CMS) dapat menjadi solusi yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta yang tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa membuat website yang bagus dan aman dari nol adalah pekerjaan yang sulit, dan memakan banyak waktu. Bahkan bagi seorang pengembang web yang terampil sekalipun, membiat website hanya dengan bermodalkan edotor, pengolah gambar, dan memulai semuanya dari nol, bukanlah yang ringan. Serasa seperti harus “reinventing the wheel” (menemukan roda) untuk mencipta kendaraan – yang berarti membutuhkan waktu dan sumber daya lain dengan cukup besar. Sementara bagi sebagian besar orang (client), mereka tidaklah punya banyak waktu untuk menunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Solusi Template Web &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu solusi yang ada untuk merancang web dengan cepat adalah dengan menggunakan template web. Template web merupakan wadah atau pola dari web yang hendak dibuat. Pengembang web (atau siapapun yang ingin membuat web) perlu men-download atau membeli (jika template web tersebut berbayar). Informasi atau isi dari template web merupakan informasi yang umum, dan dapat diubah sesuai dengan keinginan pengembang web. Dengan berbekal pengetahuan HTML dan CSS, user dapat melakukan perubahan template dengan bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa situs menawarkan template web secara cuma-Cuma adalah  &lt;a href="http://www.freetemplates.com/"&gt;www.freetemplates.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.freewebsitetemplates.com/"&gt;www.freewebsitetemplates.com&lt;/a&gt;,  dan &lt;a href="http://www.templatemonster.com/"&gt;www.template monster.com&lt;/a&gt;. Di situ, Anda dapat mendownload template web dan memodifikasinya untuk situs pribadi Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Template web cukup baik untuk desain awal, dengan isi website yang tidak terlalu banyak. Namun, ketika isi dari website menjadi semakin kompleks, Anda tidak dapat mengandalkan template web. Anda memerlukan sebuah tool yang berfungsi sebagai template, namun juga memberikan kemudahan lain untuk mengelola isi dari website. Tool tersebut diistilahkan dengan Content Management System. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Solusi CMS &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Content Management System (atau dalam Bahasa Indonesia Sistem Manajemen Konten) sebenarnya sebenarnya tidak hanya mengacu pada web CMS, yaitu alat bantu berupa software yang dikhususkan untuk melakukan pengelolaan konten website. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azdejgVqI/AAAAAAAAAcs/BavXhWdQDFI/s1600/info_wheel.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azdejgVqI/AAAAAAAAAcs/BavXhWdQDFI/s320/info_wheel.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah CMS standar dapat melakukan konten web berupa : &lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pengaturan desain dengan menggunakan template. Seperti halnya template web, CMS umumnya juga mempunyai berbagai macam template. Beberapa template berbayar, beberapa gratis. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa template CMS yang satu dengan CMS yang lain tidaklah sama strukturnya, sehingga sebuah template CMS hanya dapat digunakan pada CMS yang sama.Gambar berikut berikut merupakan demo dari template CMS Joomla.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudahan dalam mengedit dokumen. Karena konten merupakan hal terpenting pada sebuah website, maka CMS pada umumnya membuat kemudahan dalam membuat atau mengedit suatu konten (yang nantinya tampil pada halaman website). Editor WYSIWIG (What You See Is What You Get) menjadi standar umum pada CMS, sehingga bagi user  yang tidak mengerti HTML dapat tetap membuat konten dengan berbagai variasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemudahan dalam penambahan fitur. Fitur-fitur tambahan pada sebuah website seperti kalender, shoutbox, modul pencarian suatu kata kunci, statistik pengunjung, polling, forum, dan sebagainya merupakan komponen yang dapat dengan mudah ditambahkan, dan diatur letaknya pada website dengan menggunakan CMS. Sama seperti template, fitur atau komponen ini spesifik pada CMS tertentu, sehingga suatu komponen pada CMS tidak dapat digunakan pada CMS jenis lain. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Delegasi. Yang dimaksud dengan delegasi adalah hak akses atau level pengguna untuk berkontribusi terhadap pengelolaan konten. Beberapa contoh level pengguna adalah level super administrator (yang berarti berhak untuk melakukan semua perubahan tanpa ada batasan), level administrator (dapat menambahkan konten), level manager (yang hanya dapat melakukan pengeditan, namun tidak dapat menambah), dan sebagainya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Web Standard Upgrade. Agar selalu mengikuti standar web, sebuah CMS juga memungkinkan untuk melakukan upgrade ke versi yang lebih tinggi, tanpa harus kehilangan konten maupun desain yang sudah ada. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada CMS dikenal istilah back-end dan front-end. Front-end mengacu pada halaman yang dilihat oleh pengakses website. Sedangkan back-end merupakan halaman yang diperuntukkan oleh pengembang website untuk mengelola konten. Melalui back-end inilah perubahan seperti mengubah template, menambah atau mengubah konten/fitur, mengelola user, mengubah judul website, dan sebagainya dilakukan. Karena begitu pentingnya halaman back-end, maka untuk melakukan pengaksesan halaman back-end harus mempunyai user dan password yang tepat. Back-end pada masing-masing CMS mempunyai struktur pengelolaan yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azUYH3b6I/AAAAAAAAAcc/YTm3m2mDRyc/s1600/content_management_system.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="277" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azUYH3b6I/AAAAAAAAAcc/YTm3m2mDRyc/s320/content_management_system.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Kategori CMS &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa CMS dirilis secara proprietary atau berbayar, namun CMS yang dirilis secara open source juga tidak kalah banyak. Berdasarkan tujuannya, CMS dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu : &lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;CMS Portal merupakan CMS yang digunakan untuk membangun halaman portal atau halaman web yang berisi informasi. Kekuatan dari CMS Portal ditekankan kepada kemampuan dan kekayaan fitur untuk mengelola konten. Secara umum, CMS Portal lebih banyak daripada kategori-kategori yang lain. Beberapa contoh CMS Portal yang cukup populer adalah Joomla, Drupal, Mambo, dan Xoops. Salah satu CMS buatan Indonesia yang telah go international adalah Endonesia. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;CMS Forum/Bulletin Board, merupakan CMS yang digunakan untuk membangun forum diskusi. Content pada CMS Forum/Bulletin Board sepenuhnya diisi oleh user yang terdaftar atau diistilahkan dengan “user-generated content”. Ini berbeda dengan CMS Portal yang sebagian besar content dibuat oleh pengelola website. Beberapa contoh CMS Forum/Bulletin Board yang cukup populer adalah phpBB, MyBB, dan bbPress. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;CMS Blog. Blog umumnya dikelola oleh individu dengan konten berbagai topik sesuai dengan ketertarikan dari individu tersebut. Pada blog dimungkinkan bagi pengunjung untuk memberikan komentar sehubungan dengan konten. CMS Blog merupakan CMS untuk mengelola blog, termasuk didalamnya pengelolaan konten/posting, pemberian komentar, gambar, dan link ke blog lain. Beberapa CMS Blog yang termasuk populer adalah Wordpress, Nucleus CMS, TextPattern, dan LifeType. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;-          CMS Image Galleries. Penggunaan CMS Image Galleries dikhususkan untuk mengelola konten berupa gambar. Kemudahan yang ditawarkan adalah pengaturan gambar serta fitur-fitur, seperti slideshow, thumbnail generator, preview, dan tak ketinggalan fitur theme untuk mengubah desain galeri foto. Coppermine 1.4.25, ZenPhoto 1.2.6 dan Gallery 2.3 merupakan CMS Image Galleries yang banyak digunakan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;CMS Learning Management. Learning Management System merupakan software yang digunakan untuk menyampaikan bahan pembelajaran melalui Internet. Dengan Learning Management System, diharapkan sutu kelas menjadi lebih dinamis dengan melakukan pembelajaran interaktif melalui Internet. CMS Learning Management merupakan CMS yang digunakan sebagai wadah pembuatan sistem e-learning dengan cepat. Fitur yang menjadi andalan CMS Learning Management ini adalah kemudahan dalam pengelolaan topik pembelajaran untuk online course, seperti student-self-service, training workflow, penilaian secara online, dan pembelajaran kolaboratif. Moodle merupakan CMS Learning Open Source yang paling banyak digunakan saat ini. Contoh lain dari CMS Learning Management adalah Atutor. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;CMS eCommerce. Adanya CMS eCommerce memungkinkan kita untuk membangun toko online dengan mudah dan cepat. Kegiatan-kegiatan yang umum dilakukan dalam e-commerce, seperti mengelola tampilan untuk display barang, pemberian discount khusus, pengelolaan stok, dan laporan pendapatan dapat diakses dengan mudah melalui back-end. Beberapa CMS eCommerce yang populer adalah osCommerce, ZenCart, OpenCart, dan Magneto. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber : PC Mild Edisi 25/2009 &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-5257857147267048964?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/5257857147267048964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=5257857147267048964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5257857147267048964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/5257857147267048964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/04/lebih-jauh-tentang-content-management.html' title='Lebih Jauh Tentang Content Management System'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7azWoyK8QI/AAAAAAAAAck/wZXJNM6u9yY/s72-c/content_management_system1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-8619246694255993579</id><published>2010-03-30T23:30:00.002+07:00</published><updated>2010-03-30T23:39:00.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Menjadi Blogger yang Berkualitas</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7InWNKm4wI/AAAAAAAAAcU/o60-oIcKhfw/s1600/ist2_4289344-mad-blogger.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7InWNKm4wI/AAAAAAAAAcU/o60-oIcKhfw/s200/ist2_4289344-mad-blogger.jpg" width="154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kurang lebih dua tahun yang lalu saya memulai menggunakan media blog untuk berbagi tulisan kepada sesama pengguna internet. Meskipun di awal-awal saya sangat malas untuk mengupdate blog ini, tetapi seiring berjalannya waktu, dengan melihat berbagai macam blog yang sudah begitu sukses, saya jadi tahu bagaimana membuat sebuah blog yang berkualitas. Menurut saya, blog yang berkualitas tidak hanya unik, tetapi juga bisa memberikan pengetahuan, inspirasi, dan pencerahan kepada banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran sebuah blog yang berkualitas dapat dinilai dalam beberapa hal. Beberapa diantaranya yaitu tulisan, layout, komentar, dan kepopuleran. Tulisan yang baik dalam dunia blogging adalah tulisan yang mudah dicerna oleh semua jenis kalangan. Mungkin bisa menggunakan penulisan judul yang unik dan persuasif, penggunaan gaya bahasa yang kreatif, hingga bentuk tipografi yang nyaman untuk dibaca. Ini tidak terlalu sulit jika Anda seringkali membaca tulisan-tulisan yang sering dimuat dalam berbagai surat kabar, majalah, atau buku-buku yang lain. Terkadang tulisan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang lain untuk selalu berkunjung ke blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu memaksakan diri untuk menjadi plagiator ketika kita tidak punya ide atau sesuatu yang ingin ditulis. Mencari waktu yang tepat untuk memunculkan ide tidaklah mudah. Ada baiknya kita menyimpan sebuah judul kemudian kita kembangkan berdasar pengalaman-pengalaman kita, kemudian menuangkan pikiran kita tersebut ke dalam sebuah bentuk tulisan yang indah. Kita boleh saja menuliskan apa yang sudah dituliskan oleh orang lain asal mencantumkan sumbernya. Dan ingat selalu bahwa apa yang kita tulis dalam blog kita adalah sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Seorang blogger yang berkualitas tidak hanya berharap blognya menjadi populer, tetapi citra seorang blogger yang baik juga harus tetap dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya melihat blog-blog yang hanya diisi dengan tulisan-tulisan yang tidak begitu menarik. Entah itu hanya ditulis dalam satu atau dua paragraf, tulisan yang tidak unik, hingga tulisan yang copy paste dari artikel/blog lain tanpa menuliskan sumbernya. Sehingga ketika mencari sebuah kata kunci dalam berbagai situs pencarian, kadang didapat beberapa blog dengan isi tulisan yang sama tanpa ada pengembangan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang blogger juga tak harus menulis tentang catatan hariannya (diary) ke dalam sebuah blog, karena jika terlalu sering maka blog Anda tentu akan mendapat sedikit pengunjung, karena tidak banyak pengunjung yang mengenal Anda. Oleh karena itu, cobalah sesekali untuk mengembangkan sebuah ide/pengalaman terhadap diri Anda sendiri, lingkungan sekitar Anda, atau memberikan pendapat mengenai sesuatu hal yang sedang hangat dibicarakan. Dengan begitu, maka pada saatnya nanti Anda menjadi seorang yang peka terhadap sekitar sekaligus berbagi kepada orang lain atas sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan yang bermanfaat yang diperoleh dari tulisan lain dalam berbagai sumber yang menurut Anda bagus untuk dibagi kepada orang lain dan Anda merasa tidak banyak orang yang tahu, maka tak ada salahnya Anda mengutip atau bahkan menuliskannya kembali ke dalam blog Anda sebagai alternatif untuk mengisi kekosongan blog Anda dalam waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa sertakan gambar-gambar interaktif dalam tulisan Anda untuk memperjelas paparan tulisan Anda, atau hanya sekedar gambar untuk menghias tulisan Anda agar lebih tampak indah dan sesuai dengan isi tulisan. Gambar-gambar tersebut bisa Anda dapatkan dengan mudah di internet atau jika Anda kreatif, maka Anda akan membuat atau mencari gambar yang belum pernah ditampilkan sekalipun dalam internet. Misalnya jika tulisan Anda bercerita tentang perjalanan wisata Anda, tak ada salahnya jika Anda tampilkan beberapa foto kamera perjalanan Anda di blog tersebut. Atau jika tulisan Anda berisi tutorial mengenai penggunaan software komputer, ada baiknya Anda menyertakan screenshoot langkah-langkah yang Anda tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda adalah seorang blogger pemula, maka cobalah untuk selalu menulis setiap waktu, tidak harus setiap hari tetapi harus konsisten. Suatu saat nanti, entah setahun atau beberapa tahun kemudian Anda akan merasa bahwa tulisan Anda sudah begitu banyak dan bermanfaat bagi orang lain. Jangan terlalu mengejar popularitas, karena itu akan datang dengan sendirinya jika Anda benar-benar seorang blogger berkualitas. Di luar sana banyak orang-orang yang punya popularitas tinggi tetapi isi blognya sangat membosankan dan tak berkualitas sama sekali. Kebanyakan dari mereka hanya mengandalkan iklan-iklan, kata kunci umum, atau dengan cara lain yang bisa membuat blognya dengan sengaja atau tidak sengaja dikunjungi oleh orang lain. Tak sedikit para pengunjung yang hanya melihat halaman depan blognya lalu langsung menutup (close) halaman tersebut karena tulisan yang dipaparkan tidak sesuai dengan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layout blog yang elegan akan lebih disukai banyak pengunjung. Layout dapat meliputi bentuk halaman yang ditampilkan atau juga pemilihan warna yang tepat. Layout sebuah blog yang baik yaitu dibuat sesederhana mungkin, tidak terlalu banyak animasi atau iklan sehingga tidak sedap dipandang. Jika pun Anda memasang iklan di blog Anda, taruhlah di bagian bawah yang tidak terlalu terlihat jika seseorang membuka pertama kali blog Anda. Juga gunakan warna/bentuk iklan sesuai dengan yang dipilih oleh blog Anda. Pemilihan warna dapat disesuaikan dengan tema blog Anda atau warna kesukaan Anda. Tentu tidak hanya satu warna yang digunakan untuk memoles blog Anda agar tampil lebih catchy. Jika Anda bingung memilih kombinasi warna yang tepat untuk blog Anda, silakan Anda cari di berbagai situs pencarian dengan kata kunci “web colour combination”. Di sana akan ada banyak sumber yang merekomendasikan pemilihan kombinasi warna yang tepat untuk sebuah web. Pilihlah salah satu kombinasi. Jangan terlalu idealis, karena semua orang mempunyai idealisme yang berbeda-beda. Lebih baik Anda satukan semua idealisme pemilihan warna tersebut agar orang yang melihat blog Anda tidak cepat merasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah blog yang berkualitas dapat diukur juga dengan banyaknya jumlah komentar berkualitas yang hinggap di blog Anda. Karena komentar yang berkualitas muncul dari sebuah tulisan yang berkualitas. Komentar yang berkualitas adalah komentar yang secara langsung memuji isi tulisan Anda di atasnya, baik dengan sebuah kritikan atau pujian. Tulisan yang kontroversial kadang akan membuka blog Anda menjadi sebuah forum diskusi yang mengalir setiap waktu dengan adanya komentar-komentar tersebut. Jangan lupa tanggapi komentar-komentar tersebut secara halus. Ibaratnya Anda adalah seorang tuan rumah yang menjamu dan memberikan layanan kepada tamu-tamu Anda secara bijak. Jangan terlalu dominan terhadap salah satu pihak. Berikan tanggapan/ jawaban pertanyaan atas komentar tersebut diakhiri dengan pernyataan terima kasih atas kunjungannya ke blog Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas sebuah blog biasanya ditentukan oleh seberapa banyak pengguna internet yang berkunjung ke suatu blog. Hal ini juga dapat diilihat dari urutan page rank dalam sebuah situs pencarian. Blog yang popular akan bertengger di halaman pertama ketika Anda mencari sebuah kata kunci yang terdapat dalam suatu tulisan. Kepopuleran menjadi hal yang penting, kadang kita tidak begitu popular di dunia nyata, tetapi justru popular di dunia nyata. Keduanya adalah dunia yang berbeda dan tentu saja jika dilakukan dengan benar-benar tidak mustahil Anda akan banyak dikenal di dunia nyata dan maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagi kepada sesama blogger juga akan meningkatkan seberapa besar blog Anda dikenal banyak orang. Jangan sungkan untuk mengikuti blog orang lain dengan saling mem-follow link blog Anda. Semua blogger pasti mempunyai tujuan yang sama yaitu agar blognya dibaca oleh banyak pengguna internet, begitu juga Anda. Jadi, jika Anda ingin blog Anda dibaca dan dihargai orang lain, Anda harus menghargai blog orang lain, entah itu dengan membaca lalu memberikan tanggapan atas tulisannya atau dengan melakukan pertukaran link blog yang Anda miliki. Ini akan mempermudah Anda dalam mencari banyak pembaca, karena interaksi jaringan antar blogger menjadi semakin luas. Ingat, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah blogger yang terbanyak di antara negara lain di dunia ini. Dengan kata lain, Anda tidak perlu bersusah payah mencari teman sesame blogger, jika perlu ajaklah teman atau kerabat Anda untuk berbagi melalui blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meraih sebuah popularitas ada kalanya kita juga harus sering-sering mengikutsertakan blog kita ke dalam berbagai ajang lomba blog. Lomba-lomba semacam ini seringkali digelar oleh beberapa instansi atau perusahaan sebagai media promosi atas produk/brand mereka dalam waktu tertentu. Jadi, cobalah berusaha untuk menjadi yang terbaik dari semua peserta yang mendaftar lomba tersebut. Setidaknya, kegiatan semacam ini juga dapat Anda jadikan sebagai media promosi bagi blog Anda agar semakin dilihat banyak orang, karena biasanya terdapat halaman khusus yang menampilkan list peserta yang mengikuti lomba tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa saran dari seorang blogger untuk blogger. Penulis juga sadar bahwa blog yang telah dirintisnya selama ini masih harus banyak belajar dari kompetitor lain yang jauh lebih berkualitas. Blogger yang sudah mempunyai pengalaman dan formula khusus sehingga sampai detik ini banyak pembaca yang merasa salut atas karya-karyanya. Mari kita jadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kritis dalam berbagai hal, juga dalam berbagai bidang yang kita kuasai. Pada intinya blogger yang berkualitas dalam pandangan saya adalah mereka-mereka yang punya semangat untuk berbagi kepada sesama, mereka-mereka yang peduli terhadap sekitar, dan mereka-mereka yang cinta terhadap bangsa ini agar lebih maju. Semoga bermanfaat. Salam blogger!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-8619246694255993579?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/8619246694255993579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=8619246694255993579&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8619246694255993579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8619246694255993579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/menjadi-blogger-yang-berkualitas.html' title='Menjadi Blogger yang Berkualitas'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S7InWNKm4wI/AAAAAAAAAcU/o60-oIcKhfw/s72-c/ist2_4289344-mad-blogger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-2524560283734630612</id><published>2010-03-26T11:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-26T11:24:24.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Speech Synthetizer</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6w1M5w2CAI/AAAAAAAAAcE/qFmSKwdNQyk/s1600/79337_large.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6w1M5w2CAI/AAAAAAAAAcE/qFmSKwdNQyk/s320/79337_large.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari dulu sampai sekarang, para ahli berusaha mengimplementasikan kecerdasan manusia pada komputer. Berbagai aplikasi artificial intelligence (AI) disematkan ke dalam komputer, agar mesin ini mampu berkomunikasi dengan manusia atau paling tidak memahami manusia. Salah satu AI yang terus dikembangkan sampai saat ini adalah speech synthesizer yang memungkinkan komputer berbicara dalam bahasa manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di televisi, Anda mungkin pernah menyaksikan Stephen Hawking berbicara di depan para mahasiswanya. Fisikawan yang terkenal dengan teori black holes-nya ini sudah tidak mampu lagi mengeluarkan suara dari lisannya, namun berkat teknologi speech synthetizer, dia masih bisa bercakap-cakap.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mesin speeh synthetizer Hwking memang cukup kompleks. Alat ini tidak hanya memproduksi suara, tetapi juga menangkap input dari gerakan mata sang doktor. Demikian pula, misalnya, dengan aplikasi voice command yang banyak tertanam di smartphone mutakhir yang memadukan speech recognizer dengan speech synthetizer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aplikasi speech synthetizer yang paling sederhana sebenarnya ada pada setiap PC ber-OS Windows. Bila Anda menekan tuts WinKey+u di keyboard, Windows akan mengaktifkan Utility Manager, yang didalamnya terdapat aplikasi Microsoft Narrator. Aplikasi ini akan membaca setiap jendela yang Anda aktifkan, termasuk tombol-tombol di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atau, mungkin Anda pernah mengintal aplikasi Microsoft Reader di PC. Aplikasi yang diperuntukkan bagi file .LIT ini pun dilengkapi dengan kemampuan menerjemahkan teks menjadi suara (text-to-speech) yang merupakan contoh teknologi speech synthetizer.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Alur Kerja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seperti halnya speech recognition, desain aplikasi speech synthetizer tidak hanya dikerjakan oleh ahli-ahli informatika, melainkan juga melibatkan ahli-ahli linguistik. Untuk memahami cara kerja speech synthetizer, kita mulai dari nama lainnya: text-to-speech, yang artinya mengubah teks menjadi suara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekarang kita sudah mendapatkan dua elemen dalam speech synthetizer, yakni teks sebagai elemen input, dan suara sebagai elemen output. Nah, apa yang terjadi di antara input dan output inilah yang disebut sebagai proses atau manipulasi. Dalam speech synthetizer, proses dibagi menjadi dua bagian besar : front-end dan back-end.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagian front-end memiliki dua tugas utama. Pertama adalah mengonversi teks mentah yang berisi simbol-simbol seperti angka dan singkatan ke dalam huruf-huruf yang terbaca. Sebagai contoh, tugas pertama bagian front-end mengonversi teks 1 menjadi one, btw menjadi by the way, dan lain-lain. Proses ini sering disebut sebagai text normlization, pre-processing, atau tokenization.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagian front-end ini kemudian memberikan transkripsi fonetis pada setiap kata, memisahkannya, dan menandai teks ke dalam unit-unit prosodik (irama, tekanan, dan intonasi), seperti frase (sekelompok kata yang berfungsi sebagai satu unit sintaksis), klausa (anak kalimat), dan kalimat. Proses penyematan transkripsi fonetis pada kata-kata ini dikenal dengan istilah text-to-phone-me atau grapheme-to-phoneme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Transkripsi fonetis dan informasi prosodi tersebut digabung dan membentuk representasi linguistik simbolis yang merupakan output dari front-end. Bagian back-end, yang sering disebut sebagai synthetizer itu sendiri, kemudian mengonversi representasi linguistik simbolis ini menjadi suara. Demikianlah gambaran alur kerja sebuah aplikasi speech synthetizer atau text-to speech.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Teknologi Synthesizer&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kualitas terpenting dari sebuah aplikasi speech synthetizer adalah seberapa "alami", dan "inteligibel" output yang dihasilkannya. Alami artinya seberapa dekat suara yang dihasilkan aplikasi speech synthesizer dengan suara manusia. Sedangkan inteligibel adalah seberapa mudah output tersebut dipahami oleh manusia. Semua aplikasi speech synthetizer berusaha untuk menghasilkan output yang alami dan inteligibel sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampai saat ini, ada banyak teknologi untuk meng-generate gelombang suara sintetis ini. Dua teknologi yang paling banyak digunakan adalah concatenative synthesis dan formant synthesis. Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan sendiri-sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi pertama, concatenative synthesis, berbasis pada rangkaian (atau merangkai bersama) segmen-segmen dari suara yang direkam. Umumny, teknologi ini menghasilkan suara sintesis yang terdengar paling alami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, perbedaan antara suara alami yang direkam dengan segmentasi gelombang bunyi kadang menghasilkan suara yang mengganggu. Mirip seperti suara pemberitahuan nomor antrean di bank atau suara call center operator ponsel yang menyebutkan sisa pulsa dan masa berlaku kartu ponsel Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Teknologi kedua, format synthesizer, tidak menggunakan sampel suara manusia, melainkan membuat suara sintesis menggunakan model akustik. Parameter-parameter seperti frekuensi dasar, alunan suara, dan tingkat kebisingan bervariasi dari waktu ke waktu untuk menciptakan gelombang suara buatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebanyakan aplikasi berbasis teknologi ini menghasilkan suara buatan (tidak alami) seperti suara robot. Melihat keterbatasan kedua teknologi ini dalam menghasilkan suara buatan, sepertinya kita harus sabar menunggu pengembangannya lebih lanjut dalam beberapa tahun atau dekade ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber : PC Mild Edisi 04/2010&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-2524560283734630612?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/2524560283734630612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=2524560283734630612&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2524560283734630612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/2524560283734630612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/speech-synthetizer.html' title='Speech Synthetizer'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6w1M5w2CAI/AAAAAAAAAcE/qFmSKwdNQyk/s72-c/79337_large.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-3181231814272413309</id><published>2010-03-26T10:51:00.001+07:00</published><updated>2010-03-26T10:54:33.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Mengenal Game Engine</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika Anda adalah gamer sejati yang menghabiskan ribuan jam di depan computer untuk bermain game, kemungkinan besar Anda akan sering mendengar istilah Game Engine. Entah itu di forum paragamer yang melempar thread game engine atau di game balap motor/mobil yang pada saat awal permainan sering terdengar, “&lt;i&gt;Start your engine…&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game engine mempunyai cara kerja yang sama seperti engine (mesin) pada motor atau mobil. Tanpa ada game engine, sebuah game tidak dapat dijalankan. Di dalam game engine terdapat fungsi-fungsi yang mendukung jalannya program, seperti berkomunikasi dengan graphics adapter, melakukan render 2D atau 3D, memodelkan suatu bentuk tertentu, dan memformulasikan animasi hingga gamer dapat mengontrol gerakan tokoh di layar monitor dengan nyaman. Kenapa harus ada game engine? Karena programmer game akan kehabisan waktu jika “&lt;i&gt;keep re-inventing the wheel&lt;/i&gt;” – atau harus membuat semuanya dari awal. Beberapa rutin akan selalu sama dalam setiap game, seperti bagaimana membuat sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan dan percepatan tertentu, bagaimana mendeteksi adanya tabrakan antarobjek, bagaimana menngani input dari user, bagaimana melakukan rendering atau pencahayaan, dan bagaimana merancang kecerdasan buatan untuk sebuah game. Rutin yang sama ini dirangkum menjadi sebuah engine yang dapat digunakan untuk berbagai macam game. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6wuzKv-zHI/AAAAAAAAAb8/CBFNjQUi6NA/s1600/editeur.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6wuzKv-zHI/AAAAAAAAAb8/CBFNjQUi6NA/s400/editeur.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kelahiran Game Engine &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selama bertahun-tahun, para perusahaan pengembang game membuat sendiri game engine untuk game-game produksinya. Sebut saja LucasArts dengan engine-nya yang diberi nama Script Creation Utility for Maniac Mansion (SCUMM) telah menjadi tulang punggung untuk game-game klasik era akhir 1980-an (menjelang 1990), seperti Maniac Mansion (game pertama untuk Commodore 64 yang menggunakan SCUMM), Indiana Jones and The Last Crusader: The Graphic Adventure (1988), dan The Secret of Monkey Island (1990). Ada juga Sierra’s Creative Interpreter (SCI) dari Sierra, sebuah engine untuk game-game berjenis petualangan, seperti King’s Quest series (1988), Police Quest series, dan Quest for Glory series (1988). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bahkan engine yang menghasilkan game-game ppuler seperti idTech (engine yang menjadi tulang punggung game Quake series), dan Unreal Engine (engine yang menjadi tulang punggung untuk game seperti BioShock, Tactical Ops: Assault on Terror, Mirror’s Edge, Batman : Arkham Asylum, dan Section 8) dari EpicGames juga dimulai dari teknologi in-house yang tidak disebarkan ke public. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Beberapa tahun terakhir, baiay untuk pembuatan teknologi game engine secara in-house menjadi semakin meningkat. Hal ini disebabkan banyaknya platform yang harus dicakup. Beberapa pengembang kemudian focus secara khusus membuat game engine atau komponen game engine untuk dijual kepada perusahaan pengembang game (para pembuat game engine ini diistilahkan dengan Middleware providers). Engine buatan Middleware providers ini tentunya tidak disia-siakan oleh pengembang game. Kenapa harus menggaji beberapa programmer dengan menghabiskan anggaran ratusan rubu dollar kalau perusahaan dapat membeli sebuah game engine dengan harga ribuan dolar saja, dan dapat digunakan langsung saat itu juga? Walaupun tidak semua fitur game engine dapat digunakan, setidaknya game engine ini sangat membantu, baik dari waktu maupun biaya pembuatan game. Muncullah bisnis baru game, yaitu game engine. Seperti halnya software, beberapa game engine adalah game engine yang bersifat proprietary (berbayar), seperti SCUMM, Unreal Engine, id Tech 4, id tech 5, Jedi Engine (dipakai pada geme Star Wars : Dark Forces), Big World Technology (dipakai pada game Stargate Worlds), dan sebagainya. Namun ada juga game engine yang bersifat open source yang dapat digunakan dan dikembangkan bersama-sama. Misalnya Build Engine (yang digunakan pada game Duke Nukem 3D, dan Panda 3D yang dibuat oleh Carnegie Mellon University, dan digunakan pada game Disney’s Toon Town). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jenis-Jenis Game Engine &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game engine muncul dalam berbagai jenis, dan untuk level permrograman yang berbeda-beda, setidaknya ada 3 level dari game engine yang umum digunakan saat ini, yaitu: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game Engine Level Rendah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Yang dimaksud game engine level rendah adalah game engine di mana pengembang akan membuat engine-nya dengan menggunakan antarmuka aplikasi (API) yang telah ada, seperti Microsoft XNA, DirectX, OpenGL, Windows atau Linux API, dan SDL. Selain itu, mereka juga membutuhkan library (baik yang komersial maupun open source) untukmendukung game engine buatan mereka. Library yang dibutuhkan seperti library untuk perhitungan formula fisika/matematika, seperti Havok (yang digunakan di game Diablo III dan Open Dynamic Engine (yang digunakan untuk menggambar dinamika dari tubuh atau material yang lain), library grafis seperti OpenSceneGraph (yang digunakan pada game Pirates of the XXI century, serta library GUI seperti AntTweakBar). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Secara umum, game engine level rendah ini menawarkan fleksibilitas dan kebebasan dalam memilih komponen yang diinginkan dalam pengembangan game. Namun, tahap pengembangannya paling lama dibandingkan kedua level yang lain karena pengembang harus memulai hamper semuanya dari nol. Hal ini menyebabkan game engine pada level rendah ini jarang digemari oleh para game developer. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game Engine Level Menengah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game engine pada level menengah mempunyai fasilitas jauh lebih lengkap dibadingkan game engine pada level rendah. Rutin seperti input, GUI, rendering, perhitungan matematika hamper semua ada pada game engine ini. Beberapa engine yang masuk dalam kategori ini adalah Object-Oriented Graphics Rendering Engine atau biasa disebut OGRE. Beberapa game yang didukung oleh game engine OGRE ini adalah MotorM4X, dan Jack keane. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selain itu, game engine open source seperti Genesis 3D, yang berbayar seperti Torque, idTech, Unreal, dan GameBryo juga merupakan game engine level menengah. Kesemua engine tersebut membutuhkan level pemrograman untuk dapat dikembangkan menjadi game yang utuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Game Engine Level Tinggi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Level ini merupakan level game engine termudah, yaitu hanya dengan point-and-click game telah dapat dibuat. Beberapa game engine level tinggi ini adalah GameMaker, Torque game Builder, dan Unity3D. Game engine ini didesain agar menjadi game engine yang user friendly dengan level pemrograman seminimal mungkin. Masalah yang muncul dari game engine ini adalah keterbatasannya, misalnya untuk membuat game dari jenis tertentu atau mode grafik yang tertentu. Namun bukan berarti bahwa game engine ini tidak berguna. Bahkan dengan berbagai macam batasan yang ada, masih memungkinkan untuk membuat game-game yang kreatif, cepat, tanpa perlu banyak tenaga. Game engine ini cocok bagi mereka yang pemula dalam game development.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber : PC Mild Edisi 19/2009 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-3181231814272413309?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/3181231814272413309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=3181231814272413309&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3181231814272413309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/3181231814272413309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/mengenal-game-engine.html' title='Mengenal Game Engine'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6wuzKv-zHI/AAAAAAAAAb8/CBFNjQUi6NA/s72-c/editeur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-8653681435945782176</id><published>2010-03-18T09:03:00.004+07:00</published><updated>2010-03-18T09:08:27.888+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Teknologi Brain Computer Interaction</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Penyakit Parkinson merupakan penyakit degenerative syaraf yang menyebabkan penderita kehilangan control terhadap syaraf motorik tubuh. Jika sudah akut, penderita tidak dapat berjalan, harus berbaring di tempat tidur, dan bergantung kepada orang-orang di sekelilingnya. Seandainya setiap alat yang ada di sekelilingnya dapat diperintah hanya dengan menggunakan otak, hidup penderita Parkinson pasti menjadi lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHDFCI06I/AAAAAAAAAa0/5teQHcRsByI/s1600-h/brain_computer.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHDFCI06I/AAAAAAAAAa0/5teQHcRsByI/s200/brain_computer.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tiga decade yang lalu, sekelompok ilmuwan computer di University of California Los Angeles (UCLA) memulai sebuah proyek penelitian yang cukup ambisius. Mereka meneliti bagaimana membuat komunikasi langsung antara otak dengan perangkat computer. Tujuan mereka adalah membuat antarmuka manusia dan computer (atau peralatan) yang praktis, yang memungkinkan manusia untuk memberikan perintah kepada perangkat computer hanya dengan memikirkannya. Jika berhasil, akan ada ribuan orang-orang yang cacat secara fisik, dimana syaraf motoriknya tidak dapat berfungsi dengan baik, namun otak dan pikirannya masih berfungsi dengan normal, dapat memanfaatkan antar muka ini agar hidup mereka jadi lebih baik. Bukan hanya itu, jika penelitian ini berhasil, kehidupan umat manusia akan menjadi lebih praktis dan efisien. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Proyek tersebut nampaknya seperti proyek tidak masuk akal yang hanya ada di film-film fiksi ilmiah. Namun selama beberapa tahun ini, proyek penelitian tersebut telah menjadi cabang ilmu computer tersendiri, yaitu Brain Computer Interaction (atau brain-machine interface). Hasilnya sudah dapat dilihat secara nyata pada laboratorium sains beberapa universitas ternama, seperti Stanford University, University of Pittsburgh, dan MIT. Laju kursor mouse dari seperangkat computer telah dapat dikontrol tanpa melakukan sentuhan sama sekali, dilakukan hanya dengan memikirkannya saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI dan Neuroprostetics &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Salah satu fondasi ilmu pengetahuan yang menjadi dasar BCI, adalah neirosains (ilmu yang mempelajari tentang system syaraf manusia) dan ilmu rekayasa biomedis. Dalam neurosains dikenal istilah neural prostheses atau seperangkat peralatan yang dapat menggantikan fungsi dari system syaraf atau organ sensor dalam tubuh manusia. Cochlear implant merupakan salah satu contoh neural prostheses yang digunakan untuk membantu orang dengan pendengaran yang lemah. Digolongkan sebagai neural prostheses karena alat ini secara langsung melakukan simulasi terhadap syaraf pendengaran di dalam koklea dengan sebuah medan elektrik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dalam BCI, perangkat neural prostheses digunakan untuk membaca sinyal elektris di dalam otak. Dalam beberapa decade terakhir, para peneliti menemukan bahwa di dalam otak manusia terdapat neuron-neuron yang saling dihubungkan dengan dendrite dan axon. Setiap kali kita memikirkan sesuatu, sinyal elektris akan dihasilkan karena adanya beda potensial dari ion yang ada di membrane suatu neutron. Para ilmuwan computer bekerja sama dengan ilmuwan biomedis, menangkap dan mempelajari pola-pola dari sinyal elektris tersebut, kemudian menerjemahkannya untuk dapat digunakan dalam melakukan pengontrolan suatu alat. Sebagai contoh, ketika seseorang melihat suatu objek berwarna merah, sinyal elektris yang dihasilkan akan mempunyai pola yang selalu sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Beberapa aktivitas elektris dari otak yang banyak digunakan untuk aplikasi BCI adalah β dan μ Rhytms (dengan jangkauan frekuensi 8-12 Hz untuk μ dan 12-30 Hz untuk β, yang berhubungan eratdengan kegiatan motoris), P300, Steady State Visual Evoked Potential (SSVEP), yang merupakan respons alami otak ketika terjadi stimulasi visual), Slow Cortical Potentials (SCP, dihasilkan di cortex, setelah 0,5-10 detik). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GI3sQS3GI/AAAAAAAAAbc/hTPi8h9auEs/s1600-h/brain-computer-interface-4.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GI3sQS3GI/AAAAAAAAAbc/hTPi8h9auEs/s320/brain-computer-interface-4.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pola atau aktivitas yang dilakukan oleh otak tersebut, dapat direkam dengan menggunakan multielektroda atau elektroda tunggal yang diletakkan di permukaa otak atau di bawah tengkorak. Pada posisi tersebut, sinyal elektris dengan resolusi cukup baik dapat secara langsung diterima oleh elektroda. Metode ini disebut dengan metode invasive-BCI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Electrocorticogram (ECoG) merupakan salah satu contoh pengukuran aktivitas otak yang dilakuka di permukaan cortical (permukaan otak). Kerugian dari ECoG adalah adanya risiko dari pembedahan saat melakukan proses implantasi, perlunya waktu pemulihan setelah pembedahan, dan kebutuhan untuk melakukan pembedahan saat diperlukan pergantian elektroda yang berakibat mahalnya biaya implantasi elektroda secara invasive ini. Sat ini, penggunaan metode invasive lebih tepat digunakan untuk memetakan posisi sinyal elektroda terhadap respon-respon tertentu dengan lebih akurat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Metode lain yang dikembangkan adalah metode non-invasive, dimana proses perekaman sinyal menggunakan electroencephalographic (EEG) yang dapat diletakkan di kulit kepala. Ide perekaman aktivitas otak ini, merupakan hasil penelitian dari Hans Berger pada 1929, Sinyal EEG diukur dengan meletakkan elektroda pada hemisphere kepala. Titik pengukurannya dapat dilakukan pada daerah utama frontal, temporal, central, parietal, dan occipital lobe. Walaupun nampaknya praktis, namun tengkorak kepala akan melemahkan sinyal sehingga resolusi sinyal yang dihalikan untuk metode non-invasive ini tidak cukup baik dibandingkan dengan metode invasive. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHYFtmGYI/AAAAAAAAAbE/YDEni7LgIlg/s1600-h/Leuthardt.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="270" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHYFtmGYI/AAAAAAAAAbE/YDEni7LgIlg/s400/Leuthardt.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Setelah sinyal elektris didapatkan, proses berikutnya adalah proses yang dikenal dengan nama pengolahan sinyal. Dalam pengolahan sinyal ada dua tahap, yaitu ekstraksi fitur (feature extraction) dan proses translasi. Proses ekstraksi fitur merupakan suatu algoritma yang secara khusus digunakan untuk mengurangi data yang berlebihan, dan mentransformasikan ke dalam suatu vector. Seteleh proses ekstraksi fitur ini, diharapkan data akan lebih dianalisis untuk mendapatkan informasi-informasi yang berguna dalam proses selanjutnya, yaitu proses translasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Setelah melalui tahap ini, sinyal telah diubah menjadi perintah sebagai masukan untuk aplikasi BCI atau untuk menjalankan perangkat tertentu. Kebutuhan utama dari system BCI adalah system hardware untuk mengelola simulasi, mendapatkan sinyal EEG (elektrodan dan amplifier samplers), dan perangkat untuk memberikan feedback. Salah satu produk komersial untuk hardware pada system BCI ini adalah Neuroscan System, yang terdiri dari Neurostim (PC untuk mengelola stimulasi visual atau akustik), SynAmps untuk menguatkan dan memfilter high frequency components dari sinyal EEG, ScanPC yang mengelola fungsi dari keseluruhan system dari akuisisi, pemrosesan, visualisasi, dan pertukaran data EEG dengan software, serta tentu saja elektroda (yang dapat dibentuk menjadi “topi”) untuk menangkap sinyal dari otak. Sementara, perangkat lunak lebih dibutuhkan untuk melakukan pengolahan sinyal dan interpretasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Aplikasi BCI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Pengejaan Kata &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GJiPD6v7I/AAAAAAAAAbs/EmYkeOxWUM4/s1600-h/brain-computer-interface-11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GJiPD6v7I/AAAAAAAAAbs/EmYkeOxWUM4/s320/brain-computer-interface-11.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;P300 (peak) merupakan fenomena yang banyak diteliti pada pemrosesan sinyal. P300 merupakan &lt;i&gt;event-related potential&lt;/i&gt; (ERP), yang nampak pada perekaman EEG sebagai gelombang puncak pada 300 milidetik setelah suatu kejadian distimulasikan ke otak. Pemanfaatan P300 yang umum adalah pemanfaatan dalam melakukan pengejaan kata. Tiga puluh enam symbol disusun dalam petak 6x6. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Karakter-karakter akan di-highlight secara acak baik per kolom, per baris, maupun per satu karakter, dan user memikirkan karakter apa yang ingin dikomunikasikan. Akurasi 80-100% pengejaan 5 buah karakter bias didapatkan melalui5 menit pelatihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Kursi Roda Otomatis &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GH7oO673I/AAAAAAAAAbM/Xi0pnYbPPPU/s1600-h/brainwaves_front1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GH7oO673I/AAAAAAAAAbM/Xi0pnYbPPPU/s320/brainwaves_front1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Fenomena P300 juga dimanfaatkan dalam kursi roda. Agar kursi roda dapat diarahkan pada tujuan yang diinginkan, pengguna harus berkonsentrasi untuk memikirkan arah yang hendak dituju melalui sebuah layar. Dari sini, sinyal elektronik yang dihasilkan oleh otak akan diolah menggunakan pengolahan sinyal (baik secara hardware maupun software). Dari situ akan terbentuk perintah untuk mengontrol arah dan kursi roda. Melakukan manipulasi kursor mouse di ayar computer juga dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Komunikasi Militer &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pada bidang militer, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) menganggarkan $4 jta untuk tahun anggaran 2009/2010 pada proyek yang diberi nama Silent Talk. Tujuan dari proyek ini adalah memungkinkan antarindividu di medan perang dapat saling berkomunikasi tanpa menggunakan suara. Komunikasi dapat dilakukan dengan meniru telepati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Game &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GIgpmzMjI/AAAAAAAAAbU/3PxA52yk0Ao/s1600-h/PingPong.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GIgpmzMjI/AAAAAAAAAbU/3PxA52yk0Ao/s320/PingPong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pemanfaatan lain adalah pemanfaatan dalam game. Di awali penelitian BCI, game sederhana pingpong digunakan untuk mendemonstrasikan bahwa control dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan melalui EEG. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Mengontrol Alat Musik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GJCcM7ftI/AAAAAAAAAbk/LwuesFiRx_k/s1600-h/IMG_5493.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GJCcM7ftI/AAAAAAAAAbk/LwuesFiRx_k/s320/IMG_5493.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pada tanggal 21-23 April lalu, European Future Technologies Conference and Exhibition (FET) memperagakan suatu pertunjukan yang disebut dengan Multimodal Brain Orchestra. Pertunjukan ini adalah pertunujukan orchestra pertama yang dilakukanoleh 4 pemain dengan menggunakan pikiran. Keempatnya menggunakan teknologi non-invasive BCI untuk mengontrol instrument musiknya secara virtual.Dua diantaranya mengontrol volume dengan Steady-State Visual Evoked Potential (SSVEP), dan dua lainnya memainkan music dengan menggunakan respons P300. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;BCI untuk Web Browser &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHOE3IrEI/AAAAAAAAAa8/pUAx9EG58z4/s1600-h/tileshop.fcgi.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHOE3IrEI/AAAAAAAAAa8/pUAx9EG58z4/s320/tileshop.fcgi.jpeg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Web browser Nessi (Neural Signalling Surfing Interface) juga merupakan salah satu aplikasi dari BCI. Web Browser ini dibuat dengan tujuan agar pasien yang kehilangan kemampuan menggunakan syaraf motorik dapat melakukan akses Internet, tanpa perlu menggunakan keyboard. Web browser ini merupakan modifikasi dari web browser Mozilla yang dirilis secara open source &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kendala dan Perkembangan BCI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Meskipun para peneliti telah mengerti prinsip dasar dari BCI, namun pada kenyataannya masih banyak kendala yang akan menjadi PR bagi para peneliti untuk melakukan pengembangan BCI ini agar menjadi perangkat yang dapat digunakan secara praktis oleh manusia. Beberapa diantaranya adalah kenyataan bahwa otak manusia sangatlah kompleks. Ada hamper 100 miliar neuron dalam otak manusia, dan setiap neuron-nya secara konstan mengirim dan menerima pesan melalui koneksi neuron yang cukup rumit. Proses kimia juga terlibat di dalamnya sehingga perekaman sinyal oleh EEG tidaklah mudah. Selain itu, sinyal elektris yang dihasilkan merupakan sinyal yang lemah dan mudah mengalami interferensi. Sistem BCI yang dikembangkan saat ini juga masih harus terhubung dengan computer untuk memproses sinyal melalui system pengkabelan sehingga portabilitasnya rendah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Di balik itu semua, teknologi BCI yang masih tergolong pada tahap awal pengembangan ini, dapat dibilang merupakan teknologi yang sangat menjanjikan untuk perbaikan kehidupan manusia. Adalah tugas para kita, praktisi, kalangan akademis maupun peneliti untuk turut serta berkontribusi dan mengangkat nama bangsa Indonesia dalam kancah penelitian BCI ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;PC Mild Edisi 22/2009 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-8653681435945782176?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/8653681435945782176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=8653681435945782176&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8653681435945782176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/8653681435945782176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/teknologi-brain-computer-interaction.html' title='Teknologi Brain Computer Interaction'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S6GHDFCI06I/AAAAAAAAAa0/5teQHcRsByI/s72-c/brain_computer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7174041586841885353</id><published>2010-03-16T12:44:00.000+07:00</published><updated>2010-03-16T12:44:56.493+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Teknologi di Balik CGI 3D : Pemodelan 3D, Layout, Animation, dan Rendering</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pemodelan 3D merupakan suatu proses untuk mengembangkan representasi matematis dari objek 3D menggunakan software tertentu. Ada beberapa cara yang cukup popular untuk melakukan pemodelan 3D ini, yaitu pemodelan &lt;i&gt;polygon&lt;/i&gt;. Pada pemodelan polygon, titik-titik digambar dalam ruang 3D (disebut sebagai &lt;i&gt;vertex&lt;/i&gt;), lalu dikoneksikan dengan garis untuk membentuk polygonal mesh. Dengan pemodelan ini, proses render dapat dilakukan dengan cepat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bentuk pemodelan lain yang cukup popular adalah &lt;i&gt;Non-uniform rational basis spline &lt;/i&gt;(NURBS), yang juga merupaan pemodelan matematika untuk merepresentasikan kurva dan permukaan. Dibandingkan pemodelan polygon, metode NURBS ini menawarkan fleksibilitas dan akurasi yang lebih baik karena permukaan didefinisikan oleh garis kurva. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BHc9AccI/AAAAAAAAAaM/Qx2yUM0sCbk/s1600-h/nurbs.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="279" src="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BHc9AccI/AAAAAAAAAaM/Qx2yUM0sCbk/s320/nurbs.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BvUeT53I/AAAAAAAAAaU/imb83Dic9fo/s1600-h/teaser.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Contoh metode NURBS&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari pemodelan 3D, obyek akan diletakkan ke dalam suatu scene melalui proses &lt;i&gt;layout and animation.&lt;/i&gt; Di sinilah didefinisikan relasi dan perpaduan antarobjek dengan menentukan lokasi dan ukuran dari objek tersebut. Beberapa metode popular untuk layout dan animation ini adalah &lt;i&gt;keyframing&lt;/i&gt;. Pada &lt;i&gt;keyframing&lt;/i&gt;, terlebih dahulu dditentukan titik awal dan titik akhir dari suatu objek. Lalu pada tiap frame-nya, objek dipindah secara halus sehingga saat frame ditampilkan satu per satu secara berurutan akan didapatkan animasi gerakan objek tersebut. Selain &lt;i&gt;keyframing&lt;/i&gt;, metode untuk layout dan animation yang lain adalah &lt;i&gt;inverse kinematics&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Secara singkat, metode &lt;i&gt;inverse kinematics&lt;/i&gt; ini adalah metode yang mendefinisikan bagaimana gerakan dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan gaya pada suatu titikdari objek, dan kemudian menerapkan kinematik untuk menentukan gerakan objek. Contoh gerakan melempar bola baseball, gerakan objek dnegan akselarasi, dan tabrakan dua objk merupakan contoh bagaimana &lt;i&gt;inverse kinematics&lt;/i&gt; diterapkan. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58ZlhLpMJI/AAAAAAAAAak/Xvmx5ZM7rH8/s1600-h/computer-ray-tracing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58apJJ8_OI/AAAAAAAAAas/iS5uqfG_8UA/s1600-h/raycasting4.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BvUeT53I/AAAAAAAAAaU/imb83Dic9fo/s1600-h/teaser.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BvUeT53I/AAAAAAAAAaU/imb83Dic9fo/s320/teaser.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BvUeT53I/AAAAAAAAAaU/imb83Dic9fo/s1600-h/teaser.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Contoh metode inverse kinematics&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Terakhir adalah proses untuk menjadikan suatu objek menjadi realistis yaitu proses rendering. Jika pada dua proses sebelumnya, objek yang diolah masih berupa kerangka kasar, maka dalam proses inilah suatu objek akan diubah sehingga objek tersebut menjadi realistis dengan melakukan texture mapping, pencahayaan, refleksi, penambahan bayangan, transparansi atau opacity. Proses rendering ini telah menjadi suatu bidang penelitian tersendiri di computer grafik, karena tanpa metode yang efisien proses rendering akan berlangsung sangat lama. Berbagai macam teknik yang cukup popular adalah radiosity, ray tracing, dan ray casting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teknik Radiosity &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58EM44XDiI/AAAAAAAAAac/IrHg0BZLiSk/s1600-h/renderTypeRadiosity.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58EM44XDiI/AAAAAAAAAac/IrHg0BZLiSk/s320/renderTypeRadiosity.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teknik ini merupakan teknik render berdasarkan analisis rinci refleksi cahaya dari permukaan difusi. Teknik ini membagi bidang menjadi bidang yang lebih kecil untuk menemukan detail warna sehingga prosesnya berlangsung lambat, namun visualisasi yang dihasilkan sangat rapid an halus. Radiosity lebih tepat digunakan untuk gambar diam atau hasil akhir dari suatu objek. Kurang tepat jika digunakan untuk rendering objek yang sifatnya real time seperti pada game atau simulasi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teknik Ray Tracing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58ZlhLpMJI/AAAAAAAAAak/Xvmx5ZM7rH8/s1600-h/computer-ray-tracing.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58ZlhLpMJI/AAAAAAAAAak/Xvmx5ZM7rH8/s320/computer-ray-tracing.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Satu lagi teknik rendering yang cukup baik digunakan untuk gambar diam atau efek-efek pada film adalah ray tracing. Teknik ini bertujuan untuk menyimulasikan gerakan melalui cahaya. Secara sederhana, teknik ray tracing memperhitungkan nilai warna sinar dan nilai koefisien pantul dari benda dalam penentuan warna penggambaran pada layar. Dengan mnggunakan teknik ray tracing ini, dapat diperoleh efek seperti reflection, refraction, scattering, dan chromatic aberration. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teknik Ray Casting &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58apJJ8_OI/AAAAAAAAAas/iS5uqfG_8UA/s1600-h/raycasting4.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58apJJ8_OI/AAAAAAAAAas/iS5uqfG_8UA/s320/raycasting4.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Teknik lain yang dinilai cukup cepat dalah ray casting (atau juga dikenal sebagai Backward Ray Tracing). Penelusuran cahaya dilakukan bukan dari sumber cahaya seperti halnya ray tracing, namun penelusuran cahaya diterima oleh mata (atau kamera), kemudian dilakukan penelusuran dari objek mana asal sinar tersebut dan dari objek tersebut dicari sumber cahayanya. Teknik ini digunakanuntuk simulasi real time seperti game computer atau animasi kartun, ketika detail tidaklah begitu penting. Pada teknik ini digunakan sampling untuk menampilkan hasil. Hasilnya tidak sebaik seperti pada teknik ray tracing, namun proses rendering yang dilakukan dapat berlangsung dengan cepat. Game Doom adalah salah satu contoh penggunaan rendering dengan teknik ray casting. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saat ini, sejak perkembangan teknologi CGI30tahun silam, akan sulit untuk menemukan film atau iklan komersial yang tidak memanfaatkan CGI, baik 2D maupun 3D. Semua program televise dan film animasi telah bergeser dari menggambar manual dengan tangan, menjadi Computer-generated Imagery. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Ketika computer menjadi semakin cepat dan programmer berkreasi untuk menciptakan algoritma rendering yang lebih efektif dan efisien, maka perkembangan perangkat lunak masa mendatang, teknologi CGI akan semakin canggih dan berdaya guna. Di masa-masa mendatang, teknologi CGI tidak akan berhenti, namun pengaruhnya akan semakin meluas. Tidak hanya pada film, namun pada bidang industry, manufaktur, pendidikan atau bahkan militer. Di masa mendatang, kebutuhan akan penliti dan praktisi di bidang teknologi CGI ini menjadi tak terelakkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sumber : PC Mild Edisi 23/2009 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7174041586841885353?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7174041586841885353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7174041586841885353&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7174041586841885353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7174041586841885353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/teknologi-di-balik-cgi-3d-pemodelan-3d.html' title='Teknologi di Balik CGI 3D : Pemodelan 3D, Layout, Animation, dan Rendering'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S58BHc9AccI/AAAAAAAAAaM/Qx2yUM0sCbk/s72-c/nurbs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-4246566490871604747</id><published>2010-03-15T09:23:00.000+07:00</published><updated>2010-03-15T09:23:33.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Mengapa Diperlukan Sebuah CAPTCHA?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Zf0lfJbI/AAAAAAAAAZ8/NLhgb0EkrZs/s1600-h/captcha.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Z-XfqD0I/AAAAAAAAAaE/JtXaJwmzfBU/s1600-h/captcha_banner.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Z-XfqD0I/AAAAAAAAAaE/JtXaJwmzfBU/s320/captcha_banner.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Spam telah menjadi musuh bersama di Internet mulai dari e-mail, IRC, IM, forum, wiki, hingga blog. Untuk mendukung aktivitas ilegalnya, para spammer menciptakan mesin-mesin pengirim spam bernama spambot yang bekerja 24 jam sehari, mengirimkan pesan-pesan sampah di semua layanan Internet. Salah satu upaya meminimalisasi penyebaran spam di WWW diciptakanlah CAPTCHA, sebuah metode untuk membedakan manusia dan spambot. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Di akhir pendaftaran account email baru, terletak persis di atas tombol submit,kini jamak terdapat tes sederhana, yakni memasukkan rangkaian huruf, angka, atau kombinasi keduanya, yang tertera pada sebuah image. Bagi manusia, tes semacam ini mungkin sangat mudah, tetapi tidak bagi computer (baca:spambot). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Metode pengujian yang meminta pengguna mengetikkan objek yang ada pada image inilah yang disebut dengan CAPTCHA (&lt;i&gt;Completely Automated Public Turing Test to Tell Computers and Humans Apart&lt;/i&gt;), sebuah tipe HIP (&lt;i&gt;Human Interaction Proof&lt;/i&gt;) yang paling banyak digunakan WWW saat ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebagian besar CAPTCHA menggunakan image berisi rangkaian huruf dan angka yang dicetak tak beraturan (terdistorsi sehingga tidak dapat dikenali oleh spambot yang dilengkapi dengan teknologi OCR (&lt;i&gt;Optical Character Recognizer&lt;/i&gt;) sekalipun. Jika teks yang diketik sesuai dengan objek yang tertera pada image, maka Anda manusia! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;CAPTCHA dan Turing Test &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Meski berbalik arah, ide dasar CAPTCHA sejalan dengan Turing Test. Alan Turing, ilmuwan computer berkebangsaan Inggris, pada 1950 pernah mengajukan pengujian, apakah computer bias berpikir seperti manusia. Pada Turing Test, seorang penguji yang terisolasi mengajukan pertanyaan kepada dua panelis: manusia dan computer. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dari jawaban kedua panelis, si penguji harus menentukan dengan pasti mana jawaban yang diberikan manusia, dan mana yang di-generate oleh computer. Bila si penguji tidak bias membedakan “dengan pasti” mana manusia dan mana computer, maka computer dinyatakan lulus ujian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dalam CAPTCHA, yang terjadi adalah kebalikannya. Yang bertindak sebagai penguji adalah computer, sementara objek yang diuji tetap manusia dan computer. Bila penguji “bisa" membedakan dengan pasti mana manusia dan mana computer, maka manusia dinyatakan lulus ujian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pareidolia dan CAPTCHA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Meski tidak semuanya, sebagian besar CAPTCHA menggunakan tes visual. Komputer kesulitan memproses data visual, sementara tidak dengan manusia. Manusia dapat melihat gambar dan menemukan sebuah pola di dalamnya secara lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan computer. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Pikiran manusia tidak jarang menangkap sebuah pola atau bentuk kendati hal tersebut tidak ada. Misalnya, kita sering “melihat” bentuk wajah atau hewan pada gumpalan awan atau permukaan bulan (ingat acara TV yang sering mereka-reka bentuk dan wajah “setan” dari bayangan di dinding gua). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Otak manusia akan mengasosiasikan informasi acak yang tertangkap oleh mata tersebut menjadi sebuah pola atau bentuk. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal dengan istilah pareidolia. Meski demikian, tidak semua CAPTCHA mengendalikan tes visual ini. Beberapa tipe CAPTCHA menggunakan suara atau audio. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Zf0lfJbI/AAAAAAAAAZ8/NLhgb0EkrZs/s1600-h/captcha.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="282" src="http://2.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Zf0lfJbI/AAAAAAAAAZ8/NLhgb0EkrZs/s400/captcha.gif" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Beberapa bentuk CAPTCHA&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Desain CAPTCHA &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Langkah pertama dalam mendesain CAPTCHA adalah melihat perbedaan antara manusia dan computer dalam memproses informasi. Komputer mengikuti serangkaian instruksi. Komputer tidak dapat menjangkau sesuatu yang berada di luar dunianya (dunia instruksi). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Ketika membuat sebuah tes, seorang desainer CAPTCHA harus memperhatikan hal ini. Sebagai contoh, membuat sebuah program yang dapat membaca metadata (informasi pada web yang terbaca oleh computer, namun tidak oleh manusia) adalah hal yang mudah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Jadi, tidak ada gunanya membuat CAPTCHA visual bila mencantumkan solusinya pada metadata image yang digunakan. Sama kurang bijaknya dengan membuat CAPTCHA tanpa mendistorsi huruf dan angka. Beberapa spambot dilengkapi dengan OCR yang mampu membaca dan mengenali huruf dan angka pada image. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Satu-satunya cara dengan membuat CAPTCHA adalah mendefinisikan image dan solusinya dalam sebuah database. Menurut peneliti dari Microsoft Research, 80% CAPTCHA dapat dipecahkan oleh manusia, sementara computer hanya mampu memecahkan 1 dari 100 tes (1%). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Distrorsi pada huruf dan angka digunakan untuk membingungkan spambot dengan OCR. Beberapa huruf dan angka diberi bentuk yang tidak lazim (seperti melihat tulisan dari balik kaca yang meleleh). Sebagian memecah bentuk huruf dan angka seperti menuliskannya pada kisi-kisi jendela. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sebagian lagi menggunakan warna yang berbeda, atau menambahkan elemen lain seperti titik atau bercak yang tidak beraturan. Itu semua dilakukan dengan satu tujuan yang sama : mempersulit spambot membaca rangkaian huruf an angka yang tertera pada image. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Sumber : PC Mild Edisi 16/2009 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-4246566490871604747?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/4246566490871604747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=4246566490871604747&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4246566490871604747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4246566490871604747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/mengapa-diperlukan-sebuah-captcha.html' title='Mengapa Diperlukan Sebuah CAPTCHA?'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S52Z-XfqD0I/AAAAAAAAAaE/JtXaJwmzfBU/s72-c/captcha_banner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-7970782288889066672</id><published>2010-03-06T00:07:00.001+07:00</published><updated>2010-03-06T00:11:58.399+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Sun Tzu Ahli Militer China dan 'The Art of War'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S5E6QjPjwxI/AAAAAAAAAZ0/aqzvtsvAPvg/s1600-h/240px-Enchoen27n3200.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S5E6QjPjwxI/AAAAAAAAAZ0/aqzvtsvAPvg/s200/240px-Enchoen27n3200.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sun Tzu merupakan seorang keturunan China yang dikenal sebagai jendral militer dan ahli strategi kerajaan China di sekitar abad 6 SM. Ia juga dikenal karena buku yang ditulisnya yang berjudul The Art of War. Buku itu banyak bercerita tentang strategi perangnya dengan bangsa lain sehingga ia sering memenangkan pertempuran antar kerajaan zaman dahulu. Buku atau kitab yang ditulisnya itu menjadi semakin populer di abad ke-19 dan ke-20 karena prinsip-prinsip manajemen yang ada didalamnya dapat diinterpretasikan dalam bentuk yang berbeda sesuai perkembangan zaman. Dari sinilah cikal bakal ilmu manajemen klasik muncul sehingga mempengaruhi  kondisi budaya dan politik bangsa Asia dan Barat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;The Art of War menyajikan filosofi perang untuk mengelola konflik dan memenangkan pertempuran. Buku itu tidak hanya berisi tulisan-tulisan dari penulis asli, tapi juga komentar dan klarifikasi dari orang-orang militer dan para filsuf, seperti Li Quan dan Du Mu. Hal ini diterima sebagai sebuah mahakarya mengenai strategi dan sering dikutip oleh para jenderal dan ahli teori sejak buku tersebut diterbitkan, diterjemahkan, dan didistribusikan di seluruh dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari teks-teks yang ditulis sebelum penyatuan Cina pada abad ke-2 SM, salah satu dari enam maha karya yang selamat, yaitu termasuk The Art of War. Selama Dinasti Song pada awal milenium 1 AD, enam karya-karya tersebut dikombinasikan dengan teks Dinasti Tang ke dalam kumpulan yang disebut Seven Military Classics. Sebagai bagian dari pusat kompilasi, The Art of War membentuk dasar-dasar ortodoks teori militer di Cina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Buku ini tidak hanya populer di kalangan ahli teori militer, tetapi juga menjadi semakin populer di antara para pemimpin politik dan orang-orang yang bergerak dalam manajemen bisnis. Meskipun judulnya, The Art of War, tetapi judul tersebut mengandung makna strategi yang luas, yang dapat menyentuh administrasi publik dan perencanaan. Teks yang ada dalam buku tersebut tidak hanya menguraikan teori-teori pertempuran, tetapi juga mengajarkan bagaimana melakukan diplomasi dan hubungan dengan negara lain sebagai kepentingan kedaulatan suatu negara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Art of War diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 716-735 Masehi. Seribu tahun kemudian, naskah monumental ini muncul di benua Eropa, bertepatan saat benua biru itu meletakkan pijakan untuk mendominankan peradapan dunia. Terjemahan pertama dalam bahasa Perancis muncul di Paris pada tahun 1782.Kemunculannya bertepatan dengan gejolak sejarah yang melanda negeri itu setelah meletusnya revolusi Perancis. Karena itu tak berlebihan bila ada yang mengatakan bahwa Art of War ini adalah senjata rahasia Napoleon dalam menaklukkan Eropa. Pendapat itu dapat dimaklumi, karena perang2-perang yang dilancarkan Napoleon sangat mengandalkan mobilitas pasukan,dan strategi Sun Tzu juga bertumpu pada aspek mobilitas tersebut. Dalam dunia manajemen pun seni perang ini banyak dipakai para pebisnis dunia dalam menjalankan oprasi bisnisnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;- http://en.wikipedia.org/wiki/Sun_Tzu&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;- kuliahmanajemen.blogspot.com/2009/09/sun-tzu-art-of-war.html &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-7970782288889066672?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/7970782288889066672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=7970782288889066672&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7970782288889066672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/7970782288889066672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/sun-tzu-ahli-militer-china-dan-art-of.html' title='Sun Tzu Ahli Militer China dan &apos;The Art of War&apos;'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S5E6QjPjwxI/AAAAAAAAAZ0/aqzvtsvAPvg/s72-c/240px-Enchoen27n3200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-6087683206142452235</id><published>2010-03-03T10:28:00.002+07:00</published><updated>2010-03-10T20:24:31.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><title type='text'>Bagaimana Mesin Fotokopi Bekerja?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43ZFOnT3BI/AAAAAAAAAZk/WbllQfDVbGs/s1600-h/cprt_photocopy.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43ZFOnT3BI/AAAAAAAAAZk/WbllQfDVbGs/s200/cprt_photocopy.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Saya sangat yakin diantara Anda pasti sudah mengenal salah satu jenis mesin pencetak ini. Anda juga sudah pernah menggunakannya bukan? Bagaimana tidak, saat ini mesin fotokopi sudah menjadi tren utama mesin pengganda media kertas. Mesin fotokopi menjadi mesin pengganda tercepat saat ini, dalam hitungan detik kita bisa menghasilkan print out yang sama persis dengan aslinya dan biaya yang murah. Dari buku-buku, majalah, surat kabar, hingga selebaran yang kita baca setiap saat semua pasti melalui tahap penggandaan. Tetapi, pernahkah Anda membayangkan bagaimana mesin tersebut bisa melakukan hal tersebut, simak artikel berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Sejarah Xerography&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada tahun 1937, fisikawan Bulgaria, Georgi Nadjakov menemukan bahwa, ketika ditempatkan dalam medan listrik dan dikenai cahaya, beberapa bahan dielektrik mendapatkan polarisasi listrik di daerah-daerah yang terbuka, dengan kata lain polarisasi berperilaku tetap dalam gelap dan hancur /melebur dalam cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Chester Carlson, penemu fotokopi, pada awalnya seorang pengacara hak paten, serta bekerja paruh waktu  sebagai peneliti dan penemu. Pekerjaannya di kantor hak paten di New York mengharuskannya untuk membuat banyak salinan makalah penting. Carlson, mengakui bahwa kebiasaan yang dia lakukan sehari-hari itu membosanka,n tidak efisien, dan menguras tenaga. Hal ini memotivasi dirinya untuk melakukan eksperimen dengan fotokonduktif. Carlson menggunakan dapurnya untuk melakukan eksperimen "electrophotography", pada tahun 1938, ia mengajukan permohonan untuk proses paten. Dia membuat fotokopi pertama menggunakan plat seng ditutupi dengan belerang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kata-kata pertama "10-22-38 Astoria" yang ditulis di slide mikroskop, ditempatkan di atas belerang dan di bawah cahaya terang. Setelah slide telah dihapus, citra cermin dari kata-kata tetap. Carlson mencoba menjual penemuannya kepada beberapa perusahaan, tapi gagal karena proses masih terlalu terbelakang/konvensional. Pada saat itu, banyak salinan yang sering dibuat dengan menggunakan kertas karbon atau mesin duplikasi manual, dan orang belum melihat kebutuhan untuk mesin elektronik. Antara 1939 dan 1944, Carlson itu telah ditolak oleh lebih dari 20 perusahaan, termasuk IBM dan General Electric.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; Pada tahun 1944, Battelle Memorial Institute, sebuah organisasi nirlaba di Columbus, Ohio, Carlson dikontrak untuk memperbaiki penemuannya. Selama lima tahun, lembaga ini melakukan eksperimen untuk meningkatkan proses electrophotography. Pada 1947, Haloid Corporation (perusahaan kecil i di New York  yang memproduksi dan menjual kertas foto) mendekati Battelle untuk mendapatkan lisensi untuk mengembangkan dan memasarkan mesin fotokopi berbasis pada teknologi ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Haloid merasa bahwa kata "electrophotography" terlalu rumit dan tidak memiliki makna yang baik. Setelah berkonsultasi dengan seorang profesor bahasa klasik di Ohio State University, Haloid dan Carlson mengubah nama proses tersebut sebagai "xerografi," yang berasal dari kata Yunani yang berarti "dry writing." Haloid menciptakan mesin fotokopi baru bernama "Xerox Machines" dan, pada 1948, kata "Xerox" menjadi nama merek dagang. Haloid akhirnya berubah nama menjadi Xerox Corporation. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada 1949, Xerox Corporation memperkenalkan mesin fotokopi xerographic pertama yang disebutnya Model A. Xerox menjadi begitu sukses, di Amerika Utara, fotokopi menjadi populer dan dikenal sebagai "xeroxing." Xerox telah berjuang secara aktif untuk mencegah "Xerox" dari  penyamaan merek dagang. Sementara kata "Xerox" sudah muncul di beberapa kamus sebagai sinonim untuk fotokopi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada awal tahun 1950, Radio Corporation of America (RCA) memperkenalkan variasi pada proses yang disebut Electrofax, dimana citra dibentuk khusus langsung di dilapisi kertas dan diberikan dengan toner yang tersebar dalam suatu cairan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selama tahun 1960-an dan menjelang tahun 1980-an, Savin Corporation mengembangkan dan menjual  mesin fotokopi dengan toner cair yang menerapkan teknologi berdasarkan paten yang diselenggarakan oleh perusahaan. Sebelum meluasnya adopsi mesin fotokopi xerographic , foto-copy langsung dihasilkan oleh mesin seperti yang digunakan Kodak Verifax.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kendala utama yang terkait dengan pra-teknologi xerographic adalah tingginya biaya produksi: Verifax cetak diperlukan pasokan biaya USD $ 0,15 pada tahun 1969, sementara Xerox cetak dapat dibuat untuk USD $ 0,03 termasuk kertas dan tenaga kerja. Pada waktu itu, Thermofax mesin fotokopi di perpustakaan dapat membuat salinan surat-berbagai ukuran menghasilkan biaya USD $ 0.25 atau lebih (pada saat upah minimum untuk pekerja AS Rp 1,65). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Definisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut Wikipedia, sebuah mesin fotokopi (atau Copier) didefinisikan sebagai mesin yang bisa membuat salinan dokumen dan gambar visual lainnya dalam selembar kertas dengan cepat dan murah. Kebanyakan mesin fotokopi saat ini menggunakan teknologi yang disebut xerografi, proses pengeringan yang menggunakan panas. (Copiers juga dapat menggunakan teknologi output lainnya seperti tinta jet, tetapi xerografi merupakan standar yang sering digunakan.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Xerografi diperkenalkan pertama kali oleh Xerox di tahun 1949, dan secara bertahap menggantikan media pengganda yang dibuat oleh Verifax, fotostat, kertas karbon, mesin stensil mesin, dan mesin duplikasi lain. Salah satu pengembangan mesin ini ditujukan untuk mencegah infrastruktur perkantoran tanpa kertas yang digembar-gemborkan di awal revolusi digital. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Cara Kerja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Untuk melakukan sebuah proses duplikasi (penggandaan) dari dokumen asli menjadi dokumen hasil salinan, mesin fotokopi bekerja melalui berbagai tahap, yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43YbVSqArI/AAAAAAAAAZc/stRl-xRoHcA/s1600-h/309px-Xerographic_photocopy_process_en.svg.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43YbVSqArI/AAAAAAAAAZc/stRl-xRoHcA/s320/309px-Xerographic_photocopy_process_en.svg.png" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pengisian muatan: silinder drum elektrostatis dalam mesin dialiri oleh suatu kawat bertegangan tinggi yang disebut kawat korona (corona wire) atau kawat bermuatan. Drum memiliki lapisan bahan yang bersifat fotokonduktif. Sebuah photoconductor merupakan sebuah semikonduktor yang bisa menjadi konduktif ketika terkena cahaya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Penangkapan : Sebuah lampu terang menerangi dokumen asli, dan area putih dokumen asli (area yang tidak terkena tinta) meneruskan cahaya ke permukaan drum fotokonduktif. Bidang drum yang terkena cahaya menjadi konduktif, sehingga dibuang menuju ground. Luasan drum yang tidak terkena cahaya (bagian tulisan/area hitam dari dokumen asli) tetap bermuatan negatif. Hasilnya adalah sebuah gambar listrik laten di permukaan drum. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pencitraan : Toner bermuatan positif. Ketika toner dimuntahkan ke drum untuk mendapatkan citra, toner tersebut  tertarik dan meresap ke daerah-daerah yang bermuatan negatif (wilayah hitam). &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pemindahan : Toner yang dihasilkan gambar pada permukaan drum ditransfer/dipindahkan dari drum ke sehelai kertas yang mempunyai muatan negatif lebih tinggi daripada permukaan drum. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pengeringan : Toner meleleh dan menempel pada kertas karena panas dan tekanan rol.  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Proses di atas merupakan contoh mesin fotokopi dengan sebuah drum dan kertas bermuatan negatif, serta toner bermuatan positif seperti yang terdapat dalam mesin fotokopi digital hari ini. Beberapa mesin fotokopi kuno, yang kebanyakan masih analog, menggunakan drum dan kertas bermuatan positif, dan serta toner bermuatan negatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Referensi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Photocopier&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-6087683206142452235?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/6087683206142452235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=6087683206142452235&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6087683206142452235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/6087683206142452235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/03/bagaimana-mesin-fotokopi-bekerja.html' title='Bagaimana Mesin Fotokopi Bekerja?'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43ZFOnT3BI/AAAAAAAAAZk/WbllQfDVbGs/s72-c/cprt_photocopy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-4530923930004837255</id><published>2010-02-26T08:25:00.001+07:00</published><updated>2010-03-03T10:38:07.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pikiranku'/><title type='text'>Kehebohan BlackBerry di Indonesia Populer dalam Google Trends</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43Zg_lK6sI/AAAAAAAAAZs/_2_6suDkR7o/s1600-h/blackberry.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43Zg_lK6sI/AAAAAAAAAZs/_2_6suDkR7o/s320/blackberry.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Di zaman komunikasi modern seperti ini, kebutuhan akan perangkat komunikasi yang portable sangat dibutuhkan. Kebutuhan tersebut tidak hanya ditujukan untuk para pebisnis yang seringkali memiliki mobilitas tinggi, tetapi kini juga digunakan sebagai tren baru yang lebih canggih dibanding telepon seluler biasa. Munculnya teknologi komunikasi BlackBerry belakangan ini menjadi sebuah terobosan alternative untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan berbagai fitur-fitur khusus yang ditawarkan. Tak terkecuali, industri pemasaran teknologi ini telah merambah ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Meskipun pada awalnya penggunaan teknologi BlackBerry ditujukan untuk orang-orang tertentu yang benar-benar membutuhkan seperti di atas, saat ini baru memasuki tahap menjadi sebuah barang mewah, dimana banyak orang yang bermimpi untuk memiliki BlackBerry. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti perangkat komunikasi modern sejenis BlackBerry melahirkan evolusi global yang bergerak dari era telepon seluler biasa ke perangkat komunikasi cerdas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Menurut definisi Wikipedia, BlackBerry merupakan perangkat genggam (portabel) nirkabel yang memiliki kemampuan layanan push e-mail (mengirim dan menerima e-mail secara instan), telepon selular, sms, faksimili internet, menjelajah internet, dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya. Salah satu alasan BlackBerry disebut sebagai perangkat komunikasi cerdas yaitu karena kemampuannya dalam hal layanan nirkabel (dalam hal ini Internet)  yang dapat memberikan akses lebih cepat dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding layanan telepon seluler biasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba untuk melihat kepopuleran kata kunci “blackberry” pada situs statistik Google Trends. Google Trends sendiri digunakan untuk melihat jumlah atau tingkat kepopuleran suatu kata kunci dalam dunia maya berdasarkan negara, tahun, dan bahasa. Di dalamnya ditampilkan statistik sepuluh besar teratas berdasar negara/negara bagian/kota, bahasa, serta tahun berupa diagram batang dan grafik dinamis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari hasil proses statistik yang telah dilakukan, didapatkan sepuluh peringkat teratas secara berurutan berdasarkan Negara atas kepopuleran penggunaan kata kunci tersebut, dari yang paling atas, yaitu Indonesia, Canada, Venezuela, Vietnam, United States, United Kingdom, India, Thailand, Mexico, dan Australia. Hasil tersebut didapatkan selama keseluruhan waktu (all years) penggunaan kata kunci “blackberry”. Jika diperingkat berdasarkan kota, maka kota Waterloo (Canada) berada di posisi teratas dengan diagram yang sangat mencolok dibanding kota-kota di bawahnya. Akan tetapi, jika ditelaah berdasarkan bahasa (language), maka bahasa Indonesia mendapat porsi yang terbanyak dibanding bahasa negara lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selanjutnya saya melakukan analisis terhadap hasil-hasil yang didapat tersebut mengenai alasan mengapa bisa terjadi statistik yang demikian. Ini menjadi unik, karena di dalamnya terdapat negara kita sendiri, Indonesia, yang bisa dikatakan bahwa negara ini adalah negara berkembang yang seringkali masih tertinggal dalam hal-hal berbau inovasi dan teknologi, tetapi bisa berada di jajaran teratas dalam teknologi BlackBerry yang masih baru. Terlebih lagi Indonesia terpaut sedikit dengan diagram yang ditunjukkan oleh Kanada, karena di hari sebelumnya saya sempat melihat Kanada di urutan teratas dan kemudian diikuti oleh Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Setelah diketahui, ternyata negara Canada adalah negara yang didalamnya terletak lokasi produsen BlackBerry, yang menjadi pusat pengembangan utama di seluruh dunia, lebih tepatnya di kota Waterloo, negara bagian Ontario, Kanada. Perusahaan yang dimaksud adalah Research in Motion (RIM), yang merupakan sebuah perusahaan multinasional terkemuka yang menghasilkan berbagai macam produk telekomunikasi. Kenyataan inilah yang tampaknya membuat kata kunci “blackberry” merujuk pada negara Canada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Jika dibandingkan dengan penelusuran yang saya amati melalui situs pencarian Google, tingkat kepopuleran kata “blackberry” di Indonesia berkebalikan dengan negara Canada. Artinya, jika di Kanada tingkat kepopuleran banyak berhubungan dengan produsen yang bersangkutan, maka di Indonesia lebih banyak berhubungan dengan konsumen. Dengan kata lain, Indonesia bisa dikatakan sebagai negara dengan konsumsi atau tingkat keinginan terhadap produk BlackBerry yang tertinggi di antara negara yang lain.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Selain itu,  hasil penelusuran saya dengan memasukkan kata kunci “blackberry” di situs www.google.com menghasilkan halaman utama yang sebagaian berbahasa Indonesia. Halaman-halaman yang ditampilkan sebagian besar berhubungan dengan sisi konsumsi maupun jual beli masyarakat. Terlebih lagi, dengan semakin banyaknya operator seluler yang bersaing untuk memberikan layanan terbaik kepada BlackBerry, membuat BlackBerry semakin dikenal (mudah didapat) atau setidaknya diimpikan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Belum lagi kasus-kasus lain beberapa waktu lalu tentang produk bajakan atau black market  BlackBerry yang dijual dengan harga murah dari aslinya. Saya berpendapat bahwa ini menjadi semacam bukti bahwa Indonesia memang pada dasarnya menjadi salah satu negara konsumen teknologi, bukan produsen teknologi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Analisa yang lain yaitu apakah benar BlackBerry lebih banyak popular di Indonesia karena kecanggihan produknya atau jumlah konsumen/calon konsumen itu sendiri. Mengingat Indonesia masuk dalam jajaran top ten jumlah penduduk terpadat di dunia selama beberapa dekade ini, sehingga kemungkinan semakin banyak permintaan terhadap produk tersebut. Sedangkan di sisi produsen sendiri, perusahaan RIM di Canada telah mengeluarkan produk ini kurang lebih sekitar tahun 2006 dan menjadi cukup populer di Indonesia kira-kira tahun 2009 yang lalu hingga sekarang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari sisi terhadap negara lain, saya mempunyai pertanyaan yang lain, pertanyaannya yaitu apakah di negara lain BlackBerry tidak begitu populer atau justru masa kepopuleran itu telah dimakan waktu dan digantikan dengan kepopuleran teknologi baru yang lain. Pertanyaan yang masih belum bisa dijawab tersebut mungkin perlu dilakukan pengkajian lebih jauh lagi untuk mendapat hasil yang lebih akurat. Setidaknya gambaran yang diperoleh melalui statistik yang ditunjukkan Google Trends terhadap kepopuleran BlackBerry di Indonesia di atas menjadi sedikit terjawab, meskipun dapat dinilai dengan berbagai macam sudut pandang yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;·         http://www.google.co.id/trends?q=blackberry&amp;amp;ctab=0&amp;amp;geo=all&amp;amp;date=all&amp;amp;sort=0 &lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;·         http://en.wikipedia.org/wiki/Waterloo,_Ontario &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-4530923930004837255?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/4530923930004837255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=4530923930004837255&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4530923930004837255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/4530923930004837255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/02/kehebohan-blackberry-di-indonesia.html' title='Kehebohan BlackBerry di Indonesia Populer dalam Google Trends'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/S43Zg_lK6sI/AAAAAAAAAZs/_2_6suDkR7o/s72-c/blackberry.gif' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-9221790965979282831</id><published>2010-02-19T09:29:00.001+07:00</published><updated>2010-02-19T09:45:09.875+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fenomena Alam'/><title type='text'>Bagaimana Petir dan Kilat Terjadi?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://xlibs.xl.funpic.de/wp-content/uploads/2006/10/toronto_thunder-storm_001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat musim hujan tiba, seringkali&amp;nbsp; kita mendapati terjadinya petir disertai kilatan cahaya yang menggelegar. Petir dan kilat merupakan salah satu fenomena alam yang kadang merugikan kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Coba Anda ingat sudah seberapa sering Anda mendengar adanya pohon yang tumbang atau bahkan manusia yang tersambar petir sekalipun. Tentu beberapa dari kita masih ada yang bingung mengapa bisa demikian. Dalam artikel ini akan disajikan secara ilmiah dan logis bagaimana petir itu dapat terjadi dan bagaimana menghindari serangan petir.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://xlibs.xl.funpic.de/wp-content/uploads/2006/10/toronto_thunder-storm_001.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://xlibs.xl.funpic.de/wp-content/uploads/2006/10/toronto_thunder-storm_001.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Menurut Wikipedia Indonesia, petir atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan, ditunjukkan dengan munculnya kilatan cahaya di langit yang menyilaukan sesaat (kilat), kemudian disusul dengan suara menggelegar (guruh). Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Prinsip dasarnya kira-kira sama dengan lompatan api pada busi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Energi dari pelepasan muatan listrik di awan begitu besarnya sehingga menimbulkan rentetan  cahaya, panas, dan bunyi yang sangat kuat yaitu geluduk, guntur, atau  halilintar. Geluduk, guntur, atau halilintar ini dapat menghancurkan  bangunan, membunuh manusia, dan memusnahkan pohon. Sedemikian raksasanya  sampai-sampai ketika petir itu melesat, tubuh awan akan terang  dibuatnya, sebagai akibat udara yang terbelah, sambarannya yang  rata-rata memiliki kecepatan 150.000 km/detik itu juga akan menimbulkan  bunyi yang menggelegar. Ketika akumulasi muatan  listrik dalam awan tersebut telah membesar dan stabil, lompatan listrik  (electric discharge) yang terjadi pun akan merambah massa bermedan  listrik lainnya, dalam hal ini adalah Bumi. Besar medan listrik minimal  yang memungkinkan terpicunya petir ini adalah sekitar 1.000.000 volt per  meter.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kapan Petir Datang?&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Petir datang ketika langit tiba-tiba menjadi gelap disertai angin datang begitu cepatnya dan  awan yang menjulang tinggi menyerupai bunga kol berwarna keabuan-abuan,  kemudian udara terasa pengap. Awan ini biasanya disebut dengan awan  petir CB (Comulunimbus) Dalam musim penghujan seperti saat inilah  awan-awan jenis ini banyak terbentuk. Bangunan bumi yang kerap sebagai penghantar petir di bumi,  merujuk Hukum Faraday, tak lain adalah bangunan, pohon, atau tiang-tiang  metal berujung lancip.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Proses Terjadinya Petir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara fisika, petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti kita ketahui, kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif. &lt;br /&gt;Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan yaitu karena partikel-partikel penyusun awan bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sedangkan terjadinya sendiri secara lebih detail disebabkan oleh 2 teori, yaitu Ionisasi dan gesekan  antar awan. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;a. Proses Ionisasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan  positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga  kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari  cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair.Ion  bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang  berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan  akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi  maka inilah yang disebut petir.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b.Gesekan antar awan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses  bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya ,  dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan  awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah  penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan  mampu menarik potongan kertas. Pada suatu saat awan ini akan terkumpul  di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena  electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya.  Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tipe-Tipe Petir&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Secara umum petir itu dapat terjadi di dalam awan itu sendiri, antara  awan dengan awan, antara awan dengan udara, dan awan dengan bumi  (tanah). Kemungkinan-kemungkinan tersebut melahirkan empat tipe petir, yaitu : &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Petir dari awan ke Tanah (CG) petir ini tergolong berbahaya dan  paling merusak, berasal dari muatan yang lebih rendah lalu mengalirkan  muatan negatif ke tanah. Terkadang petir jenis ini mengandung muatan  positif (+) terutama pada musim dingin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petir dalam awan (IC), merupakan tipe yang paling sering terjadi  antara pusat muatan yang berlawanan pada awan yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petir antar awan (CC), terjadi antara pusat muatan dari dua awan yang  berbeda. Pelepasan muatan nya sendiri terjadi saat udara cerah antara  awan tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Petir awan ke udara (CA) terjadi jika udara di sekitaran awan yang  bermuatan positif (+) berinteraksi dengan udara yang bermuatan negatif  (-). Jika ini terjadi pada awan bagian bawah maka merupakan kombinasi  dengan petir tipe CG. Petir CA tampak seperti jari-jari yang berasal  dari petir CG&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Menurut muatannya sendiri, petir dibagi menjadi dua yaitu petir negatif  (+) dan petir positif (-). Perbedaannya yaitu petir negatif cenderung  menyambar berulang ulang dan bercabang cabang seperti sebuah akar pohon, sedangkan petir positif, hanya menyambar sekali.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dampak Negatif dan Cara Menghindari&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Umumnya petir-petir mengincar korban di wilayah datar yang terbuka.  Besar medan listrik minimal yang memungkinkan terpicunya petir ini  adalah sekitar 1.000.000 volt per meter. Bayangkan betapa mengerikannya  jika lompatan bunga api ini mengenai tubuh makhluk hidup! Korban  tiba-tiba terpental ketika sebuah petir menyambar. Seperti juga  korban lainnya, ia tewas seketika dengan tubuh terbakar. Apabila petir  menyambar rumah, rumah tersebut akan rusak dan perabotan elektronik akan  rusak seperti telepon, televisi, atau yang lainnya. Kebanyakan disebabkan karena kelebihan voltase yang mengalir melalui media listrik (kabel) terlalu besar sehingga mampu membakar komponen elektronis didalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana menghindarinya ? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; list-style-type: decimal; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Apabila sebuah bangunan yang  tinggi dengan penangkal petir, maka jika ada petir akan menyambar  alat penangkal kemudian disalurkan melalui kawat besar yang terbuat  dari tembaga atau kuningan menuju ke tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila terjadi hujan dan petir, lebih baik kita menghindari di  tempat terbuka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menhindari kerusakan alat listri di rumah apabila terjadi  hujan dan petir adalah mematikan listri, mencabut saluran antene di  televisi, dan mencabut kabel telepon.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Referensi : &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Petir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;http://www.indoforum.org/showthread.php?t=6688&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;http://achtungpanzer.blogspot.com/2009/11/bagaimana-terjadinya-petir-dan.html&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633968860244877799-9221790965979282831?l=soulofmyheart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/feeds/9221790965979282831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633968860244877799&amp;postID=9221790965979282831&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/9221790965979282831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633968860244877799/posts/default/9221790965979282831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soulofmyheart.blogspot.com/2010/02/bagaimana-petir-dan-kilat-terjadi.html' title='Bagaimana Petir dan Kilat Terjadi?'/><author><name>Aditya Rizki Yudiantika</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12489825487668286998</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_iH5gUQACBT0/Sn51Bf4mwII/AAAAAAAAAOQ/evk_LNOf8nM/S220/IMG_0582.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633968860244877799.post-2759602202673082133</id><published>2010-02-18T23:35:00.002+07:00</published><updated>2010-02-19T14:25:24.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia Teknologi Informasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips dan Trik'/><title type='text'>Panduan Memilih Laptop Sesuai Kebutuhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.laptop-deal.net/wp-content/uploads/2009/02/gaming-laptop-deal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://www.laptop-deal.net/wp-content/uploads/2009/02/gaming-laptop-deal.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Dulu kira-kira 5 tahunan yang lalu, harga laptop/notebook masih dibilang cukup mahal. Waktu itu, orang yang punya laptop hanyalah yang berduit lebih. Tapi kini secara perlahan-lahan, penggunaan laptop/notebook mulai mengalahkan penggunaan desktop saat ini. Alasannya adalah karena harga laptop sudah bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi sebuah laptop. Diantaranya adalah merek, kualitas, komponen, ukuran, dan lain-lain. Panduan ini dibuat untuk memudahkan, terutama bagi pengguna komputer yang masih awam dan bingung mau membeli jenis yang mana.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Sebelum bertanya ke orang lain, ada yang harus ditanyakan kepada diri Anda sendiri. Pertanyaan itu adalah "Untuk keperluan apakah laptop itu nantinya?" Apakah Anda menggunakannya hanya untuk membuka Facebook, cek email atau mengetik sambil dengar MP3. Jika memang itu kegunaannya, maka Anda tidak perlu notebook dengan video card tercepat, harddisk kapasitas besar, atau spesifikasi lain yang lebih cocok untuk gamer. Anda dapat menghemat uang Anda, dan membeli laptop yang sesuai dengan kegiatan Anda tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Komponen Utama Laptop yang Wajib Diperhatikan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Seiring berjalannya teknologi, sudah banyak komponen untuk laptop yang ukurannya semakin kecil dan semakin hemat daya. Jadi selain bisa membuatnya menjadi lebih portabel, suara yang dihasilkan bisa semakin sunyi dan panasnya semakin berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Berikut ini adalah komponen yang wajib diperhatikan. Jika Anda tidak mengerti tentang teknis komputer, jangan khawatir. Di artikel ini akan dipaparkan secara lebih singkat mengenai hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Processor&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;processor adalah otak utama sebuah komputer. Di situlah semua kalkulasi yang dilakukan oleh komputer terjadi. Oleh karena itu, processor menjadi komponen paling utama yang wajib diperhatikan. Processor diukur dalam GHz, misalnya 1,8 GHz. Angka tersebut menentukan berapa cepat processor itu menangani instruksi dalam cycle per second. Selain kecepatan, jumlah core processor juga jadi hal penting. Core adalah inti processor. Jadi bila processor Anda memiliki dua core, secara teori itu sama seperti menggunakan dua buah processor dalam sebuah komputer.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://andrewcutegunawan.files.wordpress.com/2009/03/amd-turion-pics.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://andrewcutegunawan.files.wordpress.com/2009/03/amd-turion-pics.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saat ini, Intel berada di depan dalam keunggulan performa processor, diikuti oleh AMD. Processor yang berbasis Intel Core 2 baik Extreme maupun Duo berada di paling atas dalam urusan performa, baru diikuti oleh processor AMD Turion 64 X2. Di situs &lt;a href="http://www.tomshardware.com/charts/mobile-cpu-charts/benchmarks,19.html"&gt;situs ini&lt;/a&gt; Anda bisa melihat hasil komparasi kedua processor tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Memory&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saat ingin membeli notebook, pasti kita ditawarkan produk dengan kapasitas memory yang berbeda-beda. Pertanyaannya adalah "Apakah dengan memory sekian MB itu sudah cukup?" Cukup tidaknya kapasitas memory, bisa diukur dari penggunaan OS dan jenis aplikasi yang nanti akan dipakai. Misalnya Anda ingin menggunakan Windows Vista, yang seperti kita ketahui membutuhkan memory minimal 512 MB.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Maka carilah notebook yang memiliki memory setidaknya 1 GB. Karena jika sistem mengalami kekurangan memory, ia akan memanfaatkan harddisk sebagai pengganti memory. Dan itu bisa memperlambat performa komputer. Inti utamanya adalah semakin banyak memory yang dimiliki, maka semakin bagus. Tidak seperti processor yang tidak bisa di-upgrade, memory pada laptop bisa ditambah di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Harddisk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Saat ini, ada dua jenis media penyimpanan, yaitu harddisk dan SSD (Solid State Drive). Bila bicara masalah keunggulan performa, SSD lebih unggul karena lebih cepat, sunyi, dan konsumsi dayanya lebih rendah daripada harddisk tradisional yang biasa kita pakai. Namun, harga SSD saat ini masih sangat mahal. Oleh karena itu,laptop sekarang umumnya masih menggunakan harddisk.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk kapasitasnya sendiri, bila Anda akan memakai laptop tersebut untuk menyimpan video, musik, dan foto, maka carilah harddisk berkapasitas besar, misalnya 320 GB. Tapi seandainya tidak besar pun tidak menjadi masalah, karena saat ini sudah banyak harddisk portabel berkapasitas besar yang bisa dijadikan tempat penyimpanan cadangan. Selain itu, harddisk juga bisa di-upgrade di kemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://lematicit.com/images/000047_portable-hard-disk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="http://lematicit.com/images/000047_portable-hard-disk.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Video Card&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Ada dua jenis video card yaitu integrated dan dedicated. Video card integrated adalah video card yang memory-nya memanfaatkan memory utama (RAM). Sedangkan dedicated menggunakan memory sendiri. Untuk performanya, jelas lebih bagus dedicated. Oleh karena itu, video card dedicated lebih cocok dipakai untuk penggunaan game. Tapi bukan berarti yang integrated tidak bisa dipakai game. tetap bisa cuma performanya akan loyo bila dipakai untuk menjalankan game-game berat. Di &lt;a href="http://www.notebookcheck.net/mobile-Graphics-card-benchmark-List.844.0.html"&gt;situs ini&lt;/a&gt; Anda bisa melihat daftar benchmark terhadap video card untuk laptop atau mobile GPU.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kategori Laptop Berdasarkan Ukuran Layar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Pada umumnya ukuran layar sebuah laptop akan mempengaruhi harga. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui laptop dengan ukuran seperti apa yang Anda inginkan untuk memuaskan Anda sendiri tentunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Desktop Replacement&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Laptop yang berada di kategori ini adalah laptop dengan layar berukuran 14 dan 15 inci. Kategori ini merupakan yang paling umum, dan paling banyak produknya. Laptop di kategori ini hampir ideal untuk segala jenis kalangan pengguna, baik itu pebisnis, pelajar, gamer, dan lainnya. Jangkauan hargana pun sangat beragam. Mulai dari 5 juta sampai di atas 20 juta, tergantung komponen dan fitur yag diusung.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ultraportable&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Yang beada di kategori ini adalah laptop dengan ukuran 11-13 inici. Laptop ini umumnya ditujukan untuk kalangan pebisnis atau yang sering melakukan perjalanan. Jika Anda pikir harganya lebih murah dari Desktop Replacement, maka Anda salah. Pada umumnya, laptop ultraportabel harganya lebih mahal. Baterainya pun lebih awet, dan bobotnya lebih ringan daripada Desktop Replacement.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Netbook&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;terinspirasi dari OLPC, laptop yang ada di kategori ini memiliki layar 7-10 inici. Saat ini, umunya netbook menggunakan processor Intel Atom. Walaupun begitu, netbook hanya cocok untuk penggunaan komputer yang ringan seperti browsing, chatting, mengetik, dan pekerjaan-pekerjaan sederhana lainnya. Netbook juga memiliki keterbatasan hardware, seperti tidak ada drive optik dan touchpad yang kecil.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Gaming&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Laptop untuk gaming biasanya memiliki layar berukuran 16 inci ke atas. Tujuannya agar saat bermain game, tampilannya lebih jelas dan lebih besar. Laptop kategori ini juga umum digunakan untuk aktivitas multimedia seperti video editing.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;Untuk mengetahui detil ukuran layar notebook, Anda bisa kunjung situs &lt;a href="http://www.prismo.ch/comparisons/notebook.php"&gt;ini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.notebookreview.com/default.asp?newsID=2549"&gt;ini.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : PC Mild Edisi 8/2009&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div
